<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Krakatau Meletus, Banyak Penumpang Batalkan Penyeberangan ke Bakauheni</title><description>Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni tak terdampak erupsi Gunung Api Anak Krakatau. Pihaknya memutuskan untuk tak menambah armada kapal lantaran jumlah penumpang cenderung menurun.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/06/337/3240447/anak-krakatau-meletus-banyak-penumpang-batalkan-penyeberangan-ke-bakauheni</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/06/337/3240447/anak-krakatau-meletus-banyak-penumpang-batalkan-penyeberangan-ke-bakauheni"/><item><title>Anak Krakatau Meletus, Banyak Penumpang Batalkan Penyeberangan ke Bakauheni</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/06/337/3240447/anak-krakatau-meletus-banyak-penumpang-batalkan-penyeberangan-ke-bakauheni</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/06/337/3240447/anak-krakatau-meletus-banyak-penumpang-batalkan-penyeberangan-ke-bakauheni</guid><pubDate>Minggu 06 September 2026 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/06/337/3240447/menhub-OkyR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Dudy Purwagandhi (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/06/337/3240447/menhub-OkyR_large.jpg</image><title>Menhub Dudy Purwagandhi (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni tak terdampak erupsi Gunung Api Anak Krakatau. Pihaknya memutuskan untuk tak menambah armada kapal lantaran jumlah penumpang cenderung menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami belum melakukan penambahan jumlah kapal penyeberangan dari Merak ke Bakauheni karena kecenderungan penumpang saat ini justru malah menurun,&amp;quot; ungkap Dudy saat jumpa pers secara virtual, Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dudy menyampaikan erupsi Gunung Api Anak Krakatau berdampak pada penumpang yang membatalkan pesanan. Untuk itu, ia menyatakan tak akan menambah armada kapal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau, banyak penumpang yang sepertinya membatalkan penyeberangannya dari Merak ke Bakauheni ataupun sebaliknya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi penambahan kapal penyeberangan belum kami lakukan, belum kami pandang perlu mengingat jumlah penumpang juga berkurang,&amp;quot; ujar Dudy.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten menyampaikan, layanan penyeberangan lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Meski begitu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, mengingatkan para kapal yang melintas perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, maupun potensi gangguan terhadap keselamatan navigasi,&amp;quot; ujar Yogie, Minggu 6 September 2026.&#13;
&#13;
Yogie meminta para nakhoda agar senantiasa memantau perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterbitkan oleh PVMBG, BMKG, BPBD setempat, serta instansi pemerintah terkait. Ia juga meminta para nakhoda untuk tak mendekati kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 km.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 (tiga) kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III (Siaga) masih berlaku,&amp;quot; ujar Yogie.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni tak terdampak erupsi Gunung Api Anak Krakatau. Pihaknya memutuskan untuk tak menambah armada kapal lantaran jumlah penumpang cenderung menurun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami belum melakukan penambahan jumlah kapal penyeberangan dari Merak ke Bakauheni karena kecenderungan penumpang saat ini justru malah menurun,&amp;quot; ungkap Dudy saat jumpa pers secara virtual, Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dudy menyampaikan erupsi Gunung Api Anak Krakatau berdampak pada penumpang yang membatalkan pesanan. Untuk itu, ia menyatakan tak akan menambah armada kapal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau, banyak penumpang yang sepertinya membatalkan penyeberangannya dari Merak ke Bakauheni ataupun sebaliknya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi penambahan kapal penyeberangan belum kami lakukan, belum kami pandang perlu mengingat jumlah penumpang juga berkurang,&amp;quot; ujar Dudy.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten menyampaikan, layanan penyeberangan lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Meski begitu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, mengingatkan para kapal yang melintas perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, maupun potensi gangguan terhadap keselamatan navigasi,&amp;quot; ujar Yogie, Minggu 6 September 2026.&#13;
&#13;
Yogie meminta para nakhoda agar senantiasa memantau perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterbitkan oleh PVMBG, BMKG, BPBD setempat, serta instansi pemerintah terkait. Ia juga meminta para nakhoda untuk tak mendekati kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 km.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 (tiga) kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III (Siaga) masih berlaku,&amp;quot; ujar Yogie.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
