<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Capai Jakarta, Warga Tetap Padati CFD Rasuna Said</title><description>Warga yang beraktifitas d CFD Rasuna Said tampak tak mengenakan masker.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/06/338/3240374/abu-vulkanik-erupsi-anak-krakatau-capai-jakarta-warga-tetap-padati-cfd-rasuna-said</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/06/338/3240374/abu-vulkanik-erupsi-anak-krakatau-capai-jakarta-warga-tetap-padati-cfd-rasuna-said"/><item><title>Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Capai Jakarta, Warga Tetap Padati CFD Rasuna Said</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/06/338/3240374/abu-vulkanik-erupsi-anak-krakatau-capai-jakarta-warga-tetap-padati-cfd-rasuna-said</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/06/338/3240374/abu-vulkanik-erupsi-anak-krakatau-capai-jakarta-warga-tetap-padati-cfd-rasuna-said</guid><pubDate>Minggu 06 September 2026 08:28 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/06/338/3240374/warga_beraktifitas_di_cfd_rasuna_said-18Cv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga beraktifitas di CFD Rasuna Said, 6 September 2026. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/06/338/3240374/warga_beraktifitas_di_cfd_rasuna_said-18Cv_large.jpg</image><title>Warga beraktifitas di CFD Rasuna Said, 6 September 2026. </title></images><description>JAKARTA - Warga tetap memadati kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu (6/9/2026) pagi. Meski BMKG telah mendeteksi sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai sebagian wilayah Jakarta, antusiasme warga untuk berolahraga dan mengikuti sejumlah kegiatan di kawasan tersebut tak surut.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di lapangan, tampak sejumlah masyarakat tetap beraktivitas seperti olahraga di kawasan CFD Rasuna Said. Bahkan, terlihat sejumlah warga berjalan santai di kawasan tersebut.&#13;
&#13;
Terpantau, jarak pandang di kawasan CFD Rasuna Said juga tidak terganggu di tengah kabar debu vulkanik Anak Krakatau telah mencapai sebagian Jakarta.&#13;
&#13;
Di kawasan ini pula, terlihat sejumlah acara digelar, salah satunya acara lari dan kampanye antikorupsi. Terpantau, mayoritas masyarakat yang berkegiatan di CFD Rasuna Said ini tidak mengenakan masker.&#13;
&#13;
Alif, warga Kota Semarang yang berkegiatan di CFD Rasuna Said, mengaku baru tahu adanya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dari media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, aku ngikutin itu melihat info pertama kali di X, eh terus katanya udaranya tuh abu vulkaniknya udah sampai Jakarta,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Meski begitu, ia sengaja tetap memilih berkegiatan di CFD Rasuna Said lantaran ingin berolahraga. Ia pun berharap pemerintah dapat menggencarkan informasi terkait sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin dari pemberitahuan dulu secara kayak di warga masyarakat tuh diinfoin banget, bahwa yang semalam itu abu vulkanik udah sampai Jakarta tuh masyarakat dikasih tahu, diedukasi,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, BMKG mendeteksi ada dua sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hal itu didapat dari informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,&amp;quot; tulis keterangan BMKG dari situs resminya, yang dikutip Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. &amp;quot;Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten,&amp;quot; demikian keterangan BMKG.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Warga tetap memadati kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu (6/9/2026) pagi. Meski BMKG telah mendeteksi sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai sebagian wilayah Jakarta, antusiasme warga untuk berolahraga dan mengikuti sejumlah kegiatan di kawasan tersebut tak surut.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di lapangan, tampak sejumlah masyarakat tetap beraktivitas seperti olahraga di kawasan CFD Rasuna Said. Bahkan, terlihat sejumlah warga berjalan santai di kawasan tersebut.&#13;
&#13;
Terpantau, jarak pandang di kawasan CFD Rasuna Said juga tidak terganggu di tengah kabar debu vulkanik Anak Krakatau telah mencapai sebagian Jakarta.&#13;
&#13;
Di kawasan ini pula, terlihat sejumlah acara digelar, salah satunya acara lari dan kampanye antikorupsi. Terpantau, mayoritas masyarakat yang berkegiatan di CFD Rasuna Said ini tidak mengenakan masker.&#13;
&#13;
Alif, warga Kota Semarang yang berkegiatan di CFD Rasuna Said, mengaku baru tahu adanya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dari media sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iya, aku ngikutin itu melihat info pertama kali di X, eh terus katanya udaranya tuh abu vulkaniknya udah sampai Jakarta,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Meski begitu, ia sengaja tetap memilih berkegiatan di CFD Rasuna Said lantaran ingin berolahraga. Ia pun berharap pemerintah dapat menggencarkan informasi terkait sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin dari pemberitahuan dulu secara kayak di warga masyarakat tuh diinfoin banget, bahwa yang semalam itu abu vulkanik udah sampai Jakarta tuh masyarakat dikasih tahu, diedukasi,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Sementara itu, BMKG mendeteksi ada dua sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hal itu didapat dari informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,&amp;quot; tulis keterangan BMKG dari situs resminya, yang dikutip Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. &amp;quot;Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten,&amp;quot; demikian keterangan BMKG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
