<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, 8 Bandara di Jawa-Sumatera Ditutup Sementara</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi terkait dampak erupsi dan dinamika sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu vulkanik masih berdampak langsung terhadap penerbangan sehingga operasional delapan bandar udara (bandara) di Pulau Jawa dan Sumatera ditutup sementara.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/07/337/3240599/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-meluas-8-bandara-di-jawa-sumatera-ditutup-sementara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/07/337/3240599/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-meluas-8-bandara-di-jawa-sumatera-ditutup-sementara"/><item><title>Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas, 8 Bandara di Jawa-Sumatera Ditutup Sementara</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/07/337/3240599/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-meluas-8-bandara-di-jawa-sumatera-ditutup-sementara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/07/337/3240599/abu-vulkanik-gunung-anak-krakatau-meluas-8-bandara-di-jawa-sumatera-ditutup-sementara</guid><pubDate>Senin 07 September 2026 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/07/337/3240599/bandara_di_jawa_sumatera_ditutup_sementara_akibat_abu_vulkanik_gunung_anak_krakatau-arOs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Bandara di Jawa Sumatera Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (foto: Illustrasi AI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/07/337/3240599/bandara_di_jawa_sumatera_ditutup_sementara_akibat_abu_vulkanik_gunung_anak_krakatau-arOs_large.jpg</image><title> Bandara di Jawa Sumatera Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (foto: Illustrasi AI)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi terkait dampak erupsi dan dinamika sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu vulkanik masih berdampak langsung terhadap penerbangan sehingga operasional delapan bandar udara (bandara) di Pulau Jawa dan Sumatera ditutup sementara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat tidak perlu panik. Langkah penutupan sementara delapan bandara ini merupakan bentuk mitigasi proaktif dan respons cepat otoritas penerbangan demi menjamin keselamatan perjalanan kita bersama,&amp;quot; kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, Senin (7/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyampaikan bahwa BMKG telah menerbitkan sebanyak 39 dokumen Significant Meteorological Information (SIGMET) sejak erupsi pertama terjadi pada 4 September 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
SIGMET terbaru untuk periode 7 September 2026 pukul 06.30&amp;ndash;09.30 WIB mencatat sebaran abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki (4,57 kilometer), bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knot dan intensitas yang konsisten.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 pukul 09.00 WIB, pola angin secara umum mendorong perluasan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke arah barat,&amp;rdquo; ujar Andri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan, pada lapisan dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki (4,57 kilometer), abu vulkanik meluas ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat bagian barat dan selatan, Lampung, serta Bengkulu dan perairan di sekitarnya hingga Samudra Hindia.&#13;
&#13;
Sementara itu, pada lapisan dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki (15,24 kilometer), abu vulkanik teramati lebih jauh hingga Samudra Hindia di sebelah barat dan barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten, serta bergerak menjauhi wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
Sebaran abu vulkanik di udara berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan. Hasil paper test pada pukul 07.00 WIB mengonfirmasi indikasi positif keberadaan abu vulkanik di sejumlah bandara.&#13;
&#13;
Merespons kondisi tersebut, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) hingga pukul 08.30 WIB yang menginstruksikan penutupan sementara operasional delapan bandara hingga pukul 18.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebijakan tersebut memengaruhi delapan bandara di wilayah Sumatra dan Jawa, yaitu Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.&#13;
&#13;
Selain itu, otoritas juga menghentikan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Budiarto di Curug, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, serta Bandara Atungbusu di Sumatra Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil paper test tersebut menjadi verifikasi lapangan yang melengkapi hasil pemantauan sebaran abu vulkanik melalui citra satelit dan informasi meteorologi penerbangan, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai wilayah yang terdampak,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi terkait dampak erupsi dan dinamika sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu vulkanik masih berdampak langsung terhadap penerbangan sehingga operasional delapan bandar udara (bandara) di Pulau Jawa dan Sumatera ditutup sementara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat tidak perlu panik. Langkah penutupan sementara delapan bandara ini merupakan bentuk mitigasi proaktif dan respons cepat otoritas penerbangan demi menjamin keselamatan perjalanan kita bersama,&amp;quot; kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, Senin (7/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyampaikan bahwa BMKG telah menerbitkan sebanyak 39 dokumen Significant Meteorological Information (SIGMET) sejak erupsi pertama terjadi pada 4 September 2026.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
SIGMET terbaru untuk periode 7 September 2026 pukul 06.30&amp;ndash;09.30 WIB mencatat sebaran abu vulkanik teramati hingga ketinggian 15.000 kaki (4,57 kilometer), bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knot dan intensitas yang konsisten.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 pukul 09.00 WIB, pola angin secara umum mendorong perluasan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke arah barat,&amp;rdquo; ujar Andri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan, pada lapisan dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki (4,57 kilometer), abu vulkanik meluas ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian wilayah Banten, Jawa Barat bagian barat dan selatan, Lampung, serta Bengkulu dan perairan di sekitarnya hingga Samudra Hindia.&#13;
&#13;
Sementara itu, pada lapisan dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki (15,24 kilometer), abu vulkanik teramati lebih jauh hingga Samudra Hindia di sebelah barat dan barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten, serta bergerak menjauhi wilayah Indonesia.&#13;
&#13;
Sebaran abu vulkanik di udara berdampak langsung terhadap keselamatan penerbangan. Hasil paper test pada pukul 07.00 WIB mengonfirmasi indikasi positif keberadaan abu vulkanik di sejumlah bandara.&#13;
&#13;
Merespons kondisi tersebut, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) hingga pukul 08.30 WIB yang menginstruksikan penutupan sementara operasional delapan bandara hingga pukul 18.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebijakan tersebut memengaruhi delapan bandara di wilayah Sumatra dan Jawa, yaitu Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung.&#13;
&#13;
Selain itu, otoritas juga menghentikan sementara aktivitas penerbangan di Bandara Budiarto di Curug, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, serta Bandara Atungbusu di Sumatra Selatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hasil paper test tersebut menjadi verifikasi lapangan yang melengkapi hasil pemantauan sebaran abu vulkanik melalui citra satelit dan informasi meteorologi penerbangan, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai wilayah yang terdampak,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
