<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arab Saudi Tuduh Houthi Serang Wilayah Sipil, 73 Warga Terluka</title><description>Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas. Arab Saudi menuduh Houthi melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi sipil, dan ekonomi di wilayah kerajaan hingga melukai sedikitnya 73 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/08/18/3240835/arab-saudi-tuduh-houthi-serang-wilayah-sipil-73-warga-terluka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/08/18/3240835/arab-saudi-tuduh-houthi-serang-wilayah-sipil-73-warga-terluka"/><item><title>Arab Saudi Tuduh Houthi Serang Wilayah Sipil, 73 Warga Terluka</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/08/18/3240835/arab-saudi-tuduh-houthi-serang-wilayah-sipil-73-warga-terluka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/08/18/3240835/arab-saudi-tuduh-houthi-serang-wilayah-sipil-73-warga-terluka</guid><pubDate>Selasa 08 September 2026 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/08/18/3240835/pendukung_houthi-p3uK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendukung Houthi menggelar unjuk rasa di Sanaa, Yaman, pada 17 Juli 2026, menentang koalisi pimpinan Saudi (Foto: Osamah Abdulrahman/ AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/08/18/3240835/pendukung_houthi-p3uK_large.jpg</image><title>Pendukung Houthi menggelar unjuk rasa di Sanaa, Yaman, pada 17 Juli 2026, menentang koalisi pimpinan Saudi (Foto: Osamah Abdulrahman/ AP)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas. Arab Saudi menuduh Houthi melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi sipil, dan ekonomi di wilayah kerajaan hingga melukai sedikitnya 73 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.&#13;
&#13;
Tuduhan tersebut disampaikan pada Selasa (8/9), ketika pertempuran di Yaman semakin meningkat. Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional diketahui tengah melancarkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.&#13;
&#13;
Juru Bicara Koalisi Pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan serangan Houthi menyasar sejumlah lokasi sipil dan ekonomi di Provinsi Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Namun, al-Maliki tidak menjelaskan kapan serangan tersebut terjadi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyebut serangan Houthi sebagai &amp;quot;eskalasi berbahaya&amp;quot; sekaligus &amp;quot;pelanggaran terang-terangan&amp;quot; terhadap kedaulatan Arab Saudi. Menurutnya, serangan tersebut menjadi ancaman langsung terhadap warga negara maupun penduduk di kerajaan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koalisi akan mengambil semua langkah operasional yang diperlukan untuk menghadapi serangan dan bertindak terhadap sumber ancaman tersebut,&amp;quot; ujar al-Maliki dalam pernyataannya yang dilansir dari Aljazeera, Selasa (8/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari pihak Houthi terkait tuduhan tersebut.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Houthi justru menuduh Arab Saudi melakukan serangan udara terhadap sebuah penjara di al-Hazm, Provinsi al-Jawf, Yaman bagian utara. Serangan tersebut diklaim menewaskan sedikitnya tujuh orang.&#13;
&#13;
Houthi menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari &amp;quot;agresi Saudi yang sedang berlangsung terhadap Yaman&amp;quot; dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Arab Saudi belum memberikan komentar atas tuduhan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Konflik Yaman Kembali Berkobar&#13;
&#13;
Yaman telah dilanda konflik berkepanjangan sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014. Kondisi tersebut kemudian mendorong Arab Saudi memimpin intervensi militer pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman.&#13;
&#13;
Pertempuran antara kedua pihak sebagian besar mereda setelah tercapainya gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.&#13;
&#13;
Permusuhan kembali pecah pada Juli ketika Houthi meluncurkan rudal dan drone ke arah Bandara Internasional Abha di Arab Saudi. Serangan itu dilakukan setelah adanya serangan terhadap Bandara Sanaa.&#13;
&#13;
Pada bulan yang sama, Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi dan mulai menargetkan kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan kerajaan tersebut di Laut Merah.&#13;
&#13;
Situasi semakin memburuk pada Kamis ketika Houthi melancarkan serangan besar-besaran dan berupaya bergerak melalui wilayah barat Taiz serta selatan Hodeidah menuju kota pelabuhan al-Makha dan Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pertempuran yang semula terkonsentrasi di wilayah barat Taiz dan selatan Hodeidah kemudian meluas ke sejumlah provinsi lain, termasuk al-Dhalea, Marib, al-Jawf, dan al-Bayda.&#13;
&#13;
Pemerintah Yaman kini berupaya menekan dan mempersempit kekuatan Houthi di berbagai wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Di tengah eskalasi konflik, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 1.078 orang tewas atau terluka sejak 24 Agustus. Sementara itu, lebih dari 21.000 orang terpaksa mengungsi sejak pertempuran kembali meningkat pada Kamis.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas. Arab Saudi menuduh Houthi melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi sipil, dan ekonomi di wilayah kerajaan hingga melukai sedikitnya 73 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.&#13;
&#13;
Tuduhan tersebut disampaikan pada Selasa (8/9), ketika pertempuran di Yaman semakin meningkat. Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional diketahui tengah melancarkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.&#13;
&#13;
Juru Bicara Koalisi Pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan serangan Houthi menyasar sejumlah lokasi sipil dan ekonomi di Provinsi Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Namun, al-Maliki tidak menjelaskan kapan serangan tersebut terjadi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyebut serangan Houthi sebagai &amp;quot;eskalasi berbahaya&amp;quot; sekaligus &amp;quot;pelanggaran terang-terangan&amp;quot; terhadap kedaulatan Arab Saudi. Menurutnya, serangan tersebut menjadi ancaman langsung terhadap warga negara maupun penduduk di kerajaan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koalisi akan mengambil semua langkah operasional yang diperlukan untuk menghadapi serangan dan bertindak terhadap sumber ancaman tersebut,&amp;quot; ujar al-Maliki dalam pernyataannya yang dilansir dari Aljazeera, Selasa (8/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Hingga kini, belum ada tanggapan langsung dari pihak Houthi terkait tuduhan tersebut.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Houthi justru menuduh Arab Saudi melakukan serangan udara terhadap sebuah penjara di al-Hazm, Provinsi al-Jawf, Yaman bagian utara. Serangan tersebut diklaim menewaskan sedikitnya tujuh orang.&#13;
&#13;
Houthi menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari &amp;quot;agresi Saudi yang sedang berlangsung terhadap Yaman&amp;quot; dan memperingatkan bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Arab Saudi belum memberikan komentar atas tuduhan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Konflik Yaman Kembali Berkobar&#13;
&#13;
Yaman telah dilanda konflik berkepanjangan sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014. Kondisi tersebut kemudian mendorong Arab Saudi memimpin intervensi militer pada tahun berikutnya untuk mendukung pemerintah Yaman.&#13;
&#13;
Pertempuran antara kedua pihak sebagian besar mereda setelah tercapainya gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.&#13;
&#13;
Permusuhan kembali pecah pada Juli ketika Houthi meluncurkan rudal dan drone ke arah Bandara Internasional Abha di Arab Saudi. Serangan itu dilakukan setelah adanya serangan terhadap Bandara Sanaa.&#13;
&#13;
Pada bulan yang sama, Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi dan mulai menargetkan kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan kerajaan tersebut di Laut Merah.&#13;
&#13;
Situasi semakin memburuk pada Kamis ketika Houthi melancarkan serangan besar-besaran dan berupaya bergerak melalui wilayah barat Taiz serta selatan Hodeidah menuju kota pelabuhan al-Makha dan Selat Bab al-Mandeb di Laut Merah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pertempuran yang semula terkonsentrasi di wilayah barat Taiz dan selatan Hodeidah kemudian meluas ke sejumlah provinsi lain, termasuk al-Dhalea, Marib, al-Jawf, dan al-Bayda.&#13;
&#13;
Pemerintah Yaman kini berupaya menekan dan mempersempit kekuatan Houthi di berbagai wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Di tengah eskalasi konflik, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 1.078 orang tewas atau terluka sejak 24 Agustus. Sementara itu, lebih dari 21.000 orang terpaksa mengungsi sejak pertempuran kembali meningkat pada Kamis.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
