<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivitas Anak Krakatau Menurun, Warga Pulau Sebesi Lampung Diminta Tetap Waspada</title><description>Fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau selama sekitar 25 jam telah berakhir. Meski aktivitas vulkanik menurun, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut diminta tetap waspada, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/08/337/3240855/aktivitas-anak-krakatau-menurun-warga-pulau-sebesi-lampung-diminta-tetap-waspada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/08/337/3240855/aktivitas-anak-krakatau-menurun-warga-pulau-sebesi-lampung-diminta-tetap-waspada"/><item><title>Aktivitas Anak Krakatau Menurun, Warga Pulau Sebesi Lampung Diminta Tetap Waspada</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/08/337/3240855/aktivitas-anak-krakatau-menurun-warga-pulau-sebesi-lampung-diminta-tetap-waspada</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/08/337/3240855/aktivitas-anak-krakatau-menurun-warga-pulau-sebesi-lampung-diminta-tetap-waspada</guid><pubDate>Selasa 08 September 2026 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/08/337/3240855/gunung_anak_krakatau-X6dE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung anak krakatau (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/08/337/3240855/gunung_anak_krakatau-X6dE_large.jpg</image><title>Gunung anak krakatau (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau selama sekitar 25 jam telah berakhir. Meski aktivitas vulkanik menurun, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut diminta tetap waspada, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.&#13;
&#13;
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhamad Hidayat mengatakan, aktivitas masyarakat di Pulau Sebesi tetap berjalan normal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau,&amp;rdquo; ujar Hidayat, Selasa (8/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hidayat mengatakan, pemantauan kondisi Gunung Anak Krakatau juga telah dilakukan dari Pulau Sebesi pada Senin malam. Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan aktivitas gunung api tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di mana pulau ini merupakan pulau yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, sekitar kurang lebih 20 kilometer,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas masyarakat, termasuk penyeberangan lokal dari Pulau Sebesi menuju Pelabuhan Canti dan sebaliknya, masih berlangsung normal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini bisa dilihat aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berjalan normal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski aktivitas warga berjalan seperti biasa, Hidayat meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah setempat. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah juga diimbau menggunakan masker sebagai langkah antisipasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah,&amp;rdquo; kata Hidayat.&#13;
&#13;
Warga Diminta Waspadai Hoaks&#13;
&#13;
Selain kewaspadaan terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau, masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi mengenai aktivitas vulkanik yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.&#13;
&#13;
Hidayat mengingatkan masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi dengan merujuk pada kanal resmi pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Hidayat, informasi dari lembaga resmi harus menjadi rujukan utama masyarakat. Langkah tersebut penting untuk mencegah kepanikan akibat informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.&#13;
&#13;
Dia berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik sehingga masyarakat di kawasan sekitar dapat beraktivitas dengan aman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harapkan, kita doakan, semoga Gunung Anak Krakatau kondusif dan kita selalu dalam lindungan Tuhan,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau selama sekitar 25 jam telah berakhir. Meski aktivitas vulkanik menurun, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut diminta tetap waspada, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.&#13;
&#13;
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhamad Hidayat mengatakan, aktivitas masyarakat di Pulau Sebesi tetap berjalan normal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau,&amp;rdquo; ujar Hidayat, Selasa (8/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hidayat mengatakan, pemantauan kondisi Gunung Anak Krakatau juga telah dilakukan dari Pulau Sebesi pada Senin malam. Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan aktivitas gunung api tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di mana pulau ini merupakan pulau yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, sekitar kurang lebih 20 kilometer,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas masyarakat, termasuk penyeberangan lokal dari Pulau Sebesi menuju Pelabuhan Canti dan sebaliknya, masih berlangsung normal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini bisa dilihat aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berjalan normal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski aktivitas warga berjalan seperti biasa, Hidayat meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah setempat. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah juga diimbau menggunakan masker sebagai langkah antisipasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah,&amp;rdquo; kata Hidayat.&#13;
&#13;
Warga Diminta Waspadai Hoaks&#13;
&#13;
Selain kewaspadaan terhadap kondisi Gunung Anak Krakatau, masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi mengenai aktivitas vulkanik yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.&#13;
&#13;
Hidayat mengingatkan masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi dengan merujuk pada kanal resmi pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Hidayat, informasi dari lembaga resmi harus menjadi rujukan utama masyarakat. Langkah tersebut penting untuk mencegah kepanikan akibat informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.&#13;
&#13;
Dia berharap kondisi Gunung Anak Krakatau terus membaik sehingga masyarakat di kawasan sekitar dapat beraktivitas dengan aman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harapkan, kita doakan, semoga Gunung Anak Krakatau kondusif dan kita selalu dalam lindungan Tuhan,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
