<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Sita Drone Bawah Laut Buatan Anduril, Militer AS: Barang Lama</title><description>Drone ini disebut mampu beroperasi 10 hari di bawah laut dan mencapai kedalaman 6.000 km. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/09/18/3241067/iran-sita-drone-bawah-laut-buatan-anduril-militer-as-barang-lama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/09/18/3241067/iran-sita-drone-bawah-laut-buatan-anduril-militer-as-barang-lama"/><item><title>Iran Sita Drone Bawah Laut Buatan Anduril, Militer AS: Barang Lama</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/09/18/3241067/iran-sita-drone-bawah-laut-buatan-anduril-militer-as-barang-lama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/09/18/3241067/iran-sita-drone-bawah-laut-buatan-anduril-militer-as-barang-lama</guid><pubDate>Rabu 09 September 2026 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/09/18/3241067/iran_menyita_drone_bawah_air_laut_as-CQBS_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iran menyita drone bawah air laut AS. (Foto: IRGC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/09/18/3241067/iran_menyita_drone_bawah_air_laut_as-CQBS_large.jpg</image><title>Iran menyita drone bawah air laut AS. (Foto: IRGC)</title></images><description>TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengumumkan penyitaan &amp;quot;salah satu kapal selam pintar nirawak paling modern&amp;quot; milik militer Amerika Serikat (AS). Pentagon menanggapi insiden tersebut dengan nada meremehkan, menyatakan bahwa itu hanyalah drone lama tanpa peralatan sensitif apa pun.&#13;
&#13;
Pada Selasa (8/9/2026), IRGC merilis video yang memperlihatkan apa yang mereka klaim sebagai drone bawah laut canggih milik AS. Perangkat ini mampu menjalankan berbagai tugas, mulai dari pemetaan dasar laut hingga operasi intelijen dan pengintaian, inspeksi jalur pipa, serta dukungan peperangan anti-kapal selam.&#13;
&#13;
Rekaman tersebut menampilkan sebuah wahana berbentuk silinder berwarna abu-abu metalik yang menyerupai torpedo, dengan panjang sekitar 5,8 meter, lebar 1,2 meter, dan berat sekitar 2,7 ton. Menurut pernyataan IRGC, wahana bawah laut ini mampu beroperasi di dalam air hingga 10 hari dan mencapai kedalaman maksimum 6.000 meter.&#13;
&#13;
Militer Iran mengidentifikasinya sebagai drone Dive-LD yang dikembangkan oleh kontraktor pertahanan AS, Anduril Industries, dan mulai beroperasi pada April 2025.&#13;
&#13;
Komando Pusat AS (CENTCOM) berupaya mengecilkan arti insiden tersebut dengan mengklaim bahwa Iran memperoleh pesawat nirawak (drone) model lama yang tidak berfungsi dan tidak membawa peralatan sensitif apa pun.&#13;
&#13;
Wahana bawah air tersebut sedang memantau perairan kawasan dan &amp;quot;tidak mengumpulkan data sensitif ataupun membawa peralatan sonar atau radar yang bersifat rahasia,&amp;quot; ujar Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins, juru bicara CENTCOM, dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
Insiden ini terjadi di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Pada Selasa malam, Iran meluncurkan rudal balistik ke arah pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai tindakan yang mereka sebut sebagai balasan atas serangan AS sebelumnya terhadap kapal tanker minyak Iran di dekat Pulau Kharg. IRGC juga mengeluarkan &amp;quot;peringatan mendesak&amp;quot; pada Selasa malam yang meminta awak kapal tanker di sekitar dermaga dan area labuh jangkar Bahrain serta Kuwait untuk segera meninggalkan kapal mereka guna mengantisipasi kemungkinan serangan.&#13;
</description><content:encoded>TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengumumkan penyitaan &amp;quot;salah satu kapal selam pintar nirawak paling modern&amp;quot; milik militer Amerika Serikat (AS). Pentagon menanggapi insiden tersebut dengan nada meremehkan, menyatakan bahwa itu hanyalah drone lama tanpa peralatan sensitif apa pun.&#13;
&#13;
Pada Selasa (8/9/2026), IRGC merilis video yang memperlihatkan apa yang mereka klaim sebagai drone bawah laut canggih milik AS. Perangkat ini mampu menjalankan berbagai tugas, mulai dari pemetaan dasar laut hingga operasi intelijen dan pengintaian, inspeksi jalur pipa, serta dukungan peperangan anti-kapal selam.&#13;
&#13;
Rekaman tersebut menampilkan sebuah wahana berbentuk silinder berwarna abu-abu metalik yang menyerupai torpedo, dengan panjang sekitar 5,8 meter, lebar 1,2 meter, dan berat sekitar 2,7 ton. Menurut pernyataan IRGC, wahana bawah laut ini mampu beroperasi di dalam air hingga 10 hari dan mencapai kedalaman maksimum 6.000 meter.&#13;
&#13;
Militer Iran mengidentifikasinya sebagai drone Dive-LD yang dikembangkan oleh kontraktor pertahanan AS, Anduril Industries, dan mulai beroperasi pada April 2025.&#13;
&#13;
Komando Pusat AS (CENTCOM) berupaya mengecilkan arti insiden tersebut dengan mengklaim bahwa Iran memperoleh pesawat nirawak (drone) model lama yang tidak berfungsi dan tidak membawa peralatan sensitif apa pun.&#13;
&#13;
Wahana bawah air tersebut sedang memantau perairan kawasan dan &amp;quot;tidak mengumpulkan data sensitif ataupun membawa peralatan sonar atau radar yang bersifat rahasia,&amp;quot; ujar Kapten Angkatan Laut AS Tim Hawkins, juru bicara CENTCOM, dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
Insiden ini terjadi di tengah kembali meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Pada Selasa malam, Iran meluncurkan rudal balistik ke arah pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai tindakan yang mereka sebut sebagai balasan atas serangan AS sebelumnya terhadap kapal tanker minyak Iran di dekat Pulau Kharg. IRGC juga mengeluarkan &amp;quot;peringatan mendesak&amp;quot; pada Selasa malam yang meminta awak kapal tanker di sekitar dermaga dan area labuh jangkar Bahrain serta Kuwait untuk segera meninggalkan kapal mereka guna mengantisipasi kemungkinan serangan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
