<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Hari Ini, Terekam 28 Detik</title><description>Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Rabu (9/9/2026) dini hari. Erupsi terjadi pukul 00.47 WIB dengan durasi 28 detik.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/09/337/3240974/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi-hari-ini-terekam-28-detik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/09/337/3240974/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi-hari-ini-terekam-28-detik"/><item><title>Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Hari Ini, Terekam 28 Detik</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/09/337/3240974/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi-hari-ini-terekam-28-detik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/09/337/3240974/gunung-anak-krakatau-kembali-erupsi-hari-ini-terekam-28-detik</guid><pubDate>Rabu 09 September 2026 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/09/337/3240974/gunung_anak_krakatau-gvqt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Anak Krakatau kembali erupsi (Foto:PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/09/337/3240974/gunung_anak_krakatau-gvqt_large.jpg</image><title>Gunung Anak Krakatau kembali erupsi (Foto:PVMBG)</title></images><description>JAKARTA - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Rabu (9/9/2026) dini hari. Erupsi terjadi pukul 00.47 WIB dengan durasi 28 detik.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 51 milimeter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Rabu, 09 September 2026, pukul 00:47 WIB,&amp;quot; kata PVMBG dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 51 milimeter dan durasi 28 detik.&#13;
&#13;
Selain itu, tercatat satu kali gempa low frequency dengan amplitudo 16 milimeter dan durasi enam detik. Gunung Anak Krakatau juga mengalami satu kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 26 milimeter dan durasi empat detik.&#13;
&#13;
Sementara itu, tremor menerus atau microtremor juga terekam dengan amplitudo 2-7 milimeter dan dominan 3 milimeter.&#13;
&#13;
PVMBG menyatakan Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.&#13;
&#13;
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan mematuhi rekomendasi tersebut untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,&amp;quot; demikian rekomendasi PVMBG.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Rabu (9/9/2026) dini hari. Erupsi terjadi pukul 00.47 WIB dengan durasi 28 detik.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 51 milimeter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Rabu, 09 September 2026, pukul 00:47 WIB,&amp;quot; kata PVMBG dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 51 milimeter dan durasi 28 detik.&#13;
&#13;
Selain itu, tercatat satu kali gempa low frequency dengan amplitudo 16 milimeter dan durasi enam detik. Gunung Anak Krakatau juga mengalami satu kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 26 milimeter dan durasi empat detik.&#13;
&#13;
Sementara itu, tremor menerus atau microtremor juga terekam dengan amplitudo 2-7 milimeter dan dominan 3 milimeter.&#13;
&#13;
PVMBG menyatakan Gunung Anak Krakatau saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.&#13;
&#13;
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan mematuhi rekomendasi tersebut untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,&amp;quot; demikian rekomendasi PVMBG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
