<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Adat dan Generasi Muda Jadi Kekuatan Baru Bangun Papua</title><description>Generasi muda perlu mengetahui dari mana mereka berasal, memahami hubungan kekerabatan dan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/09/340/3241155/masyarakat-adat-dan-generasi-muda-jadi-kekuatan-baru-bangun-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/09/340/3241155/masyarakat-adat-dan-generasi-muda-jadi-kekuatan-baru-bangun-papua"/><item><title>Masyarakat Adat dan Generasi Muda Jadi Kekuatan Baru Bangun Papua</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/09/340/3241155/masyarakat-adat-dan-generasi-muda-jadi-kekuatan-baru-bangun-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/09/340/3241155/masyarakat-adat-dan-generasi-muda-jadi-kekuatan-baru-bangun-papua</guid><pubDate>Rabu 09 September 2026 23:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/09/340/3241155/papua-OQYD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Masyarakat adat di Kampung Wanam</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/09/340/3241155/papua-OQYD_large.jpg</image><title> Masyarakat adat di Kampung Wanam</title></images><description>MERAUKE &amp;ndash; Masyarakat adat di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, diminta untuk menjaga, menghormati, dan menjalankan nilai-nilai adat Malind Maklew sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bersama yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.&#13;
&#13;
Pasalnya, adat tidak hanya sekadar pengetahuan yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nilai-nilai tersebut, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar keberadaannya tetap hidup dan tidak tergerus oleh perubahan zaman dan untuk membangun Papua.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Sejarah kampung, asal-usul masyarakat hingga hubungan kekerabatan antargenerasi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Wanam,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Kepala Kampung Wanam, Kosmas Sirilius Dawi, dalam kegiatan FGD, bertajuk Sejarah Kampung dan Penelusuran Pohon Silsilah Marga Sub-Suku Malind Maklew Wanam, di Merauke, Rabu (9/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Kosmas, pengetahuan tersebut tidak boleh berhenti pada cerita lisan para tetua adat. Sejarah dan silsilah perlu didokumentasikan secara hati-hati agar dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejarah Kampung Wanam, asal-usul masyarakat, serta hubungan silsilah antargenerasi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu dijaga dan didokumentasikan,&amp;quot; kata Kosmas.&#13;
&#13;
Kosmas menegaskan, penguatan adat harus berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan kampung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan begitu, adat tidak hanya menjadi simbol, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat&amp;quot;, katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, dokumentasi sejarah tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda Wanam. Mereka diharapkan memahami asal-usul, hubungan kekerabatan serta nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Generasi muda perlu mengetahui dari mana mereka berasal, memahami hubungan kekerabatan dan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun dia mengingatkan proses penelusuran silsilah tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. &amp;quot;Setiap informasi harus dibahas dan diverifikasi bersama tokoh marga, kepala keluarga serta lembaga adat,&amp;rsquo;&amp;rsquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Ketua Dewan Adat Wanam, Yohanis Agabe Mahuze, menambahkan, masyarakat harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat Malind Maklew.&#13;
&#13;
Menurutnya, adat merupakan kekayaan bersama masyarakat Wanam. Karena itu, adat harus dijaga, dihormati, dijalankan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Adat merupakan kekayaan bersama yang tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dijaga, dihormati, dijalankan dan diteruskan kepada generasi berikutnya,&amp;quot; tegas Yohanis.&#13;
&#13;
Dikatakan Yohanis, pemahaman terhadap sejarah, asal-usul marga dan hubungan kekerabatan sangat penting untuk menjaga identitas sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat adat Wanam.&#13;
&#13;
Dia juga meminta proses penyusunan silsilah dilakukan berdasarkan masing-masing marga. Hal itu karena setiap marga memiliki garis keturunan, sejarah dan pengetahuan internal yang berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penelusuran sejarah dan silsilah harus dilakukan dengan baik melalui pengetahuan masing-masing marga dan mekanisme musyawarah adat. Jangan sampai proses pendataan justru menimbulkan persoalan baru,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang paling penting, sejarah dan adat tetap hidup di tengah masyarakat. Generasi muda harus tahu asal-usulnya dan memahami nilai-nilai yang diwariskan leluhur,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</description><content:encoded>MERAUKE &amp;ndash; Masyarakat adat di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, diminta untuk menjaga, menghormati, dan menjalankan nilai-nilai adat Malind Maklew sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bersama yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.&#13;
&#13;
Pasalnya, adat tidak hanya sekadar pengetahuan yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Nilai-nilai tersebut, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar keberadaannya tetap hidup dan tidak tergerus oleh perubahan zaman dan untuk membangun Papua.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Sejarah kampung, asal-usul masyarakat hingga hubungan kekerabatan antargenerasi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Wanam,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Kepala Kampung Wanam, Kosmas Sirilius Dawi, dalam kegiatan FGD, bertajuk Sejarah Kampung dan Penelusuran Pohon Silsilah Marga Sub-Suku Malind Maklew Wanam, di Merauke, Rabu (9/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Kosmas, pengetahuan tersebut tidak boleh berhenti pada cerita lisan para tetua adat. Sejarah dan silsilah perlu didokumentasikan secara hati-hati agar dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi muda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sejarah Kampung Wanam, asal-usul masyarakat, serta hubungan silsilah antargenerasi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu dijaga dan didokumentasikan,&amp;quot; kata Kosmas.&#13;
&#13;
Kosmas menegaskan, penguatan adat harus berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan kampung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan begitu, adat tidak hanya menjadi simbol, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat&amp;quot;, katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, dokumentasi sejarah tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi muda Wanam. Mereka diharapkan memahami asal-usul, hubungan kekerabatan serta nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.&#13;
&#13;
&amp;quot;Generasi muda perlu mengetahui dari mana mereka berasal, memahami hubungan kekerabatan dan nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun dia mengingatkan proses penelusuran silsilah tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. &amp;quot;Setiap informasi harus dibahas dan diverifikasi bersama tokoh marga, kepala keluarga serta lembaga adat,&amp;rsquo;&amp;rsquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Ketua Dewan Adat Wanam, Yohanis Agabe Mahuze, menambahkan, masyarakat harus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat Malind Maklew.&#13;
&#13;
Menurutnya, adat merupakan kekayaan bersama masyarakat Wanam. Karena itu, adat harus dijaga, dihormati, dijalankan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Adat merupakan kekayaan bersama yang tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus dijaga, dihormati, dijalankan dan diteruskan kepada generasi berikutnya,&amp;quot; tegas Yohanis.&#13;
&#13;
Dikatakan Yohanis, pemahaman terhadap sejarah, asal-usul marga dan hubungan kekerabatan sangat penting untuk menjaga identitas sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat adat Wanam.&#13;
&#13;
Dia juga meminta proses penyusunan silsilah dilakukan berdasarkan masing-masing marga. Hal itu karena setiap marga memiliki garis keturunan, sejarah dan pengetahuan internal yang berbeda.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penelusuran sejarah dan silsilah harus dilakukan dengan baik melalui pengetahuan masing-masing marga dan mekanisme musyawarah adat. Jangan sampai proses pendataan justru menimbulkan persoalan baru,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang paling penting, sejarah dan adat tetap hidup di tengah masyarakat. Generasi muda harus tahu asal-usulnya dan memahami nilai-nilai yang diwariskan leluhur,&amp;quot; tandasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
