<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adidas Hadapi Boikot Gara-Gara Tampilkan Mantan Tentara Israel di Kampanye Single-Shoe</title><description>Kecaman muncul atas pemilihan Biton di saat tentara Israel melakukan genosida di Gaza, menyebabkan ribuan warga Palestina kehilangan anggota tubuh mereka. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/10/18/3241148/adidas-hadapi-boikot-gara-gara-tampilkan-mantan-tentara-israel-di-kampanye-single-shoe</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/10/18/3241148/adidas-hadapi-boikot-gara-gara-tampilkan-mantan-tentara-israel-di-kampanye-single-shoe"/><item><title>Adidas Hadapi Boikot Gara-Gara Tampilkan Mantan Tentara Israel di Kampanye Single-Shoe</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/10/18/3241148/adidas-hadapi-boikot-gara-gara-tampilkan-mantan-tentara-israel-di-kampanye-single-shoe</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/10/18/3241148/adidas-hadapi-boikot-gara-gara-tampilkan-mantan-tentara-israel-di-kampanye-single-shoe</guid><pubDate>Kamis 10 September 2026 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/09/18/3241148/ilustrasi-qXN1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/09/18/3241148/ilustrasi-qXN1_large.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Unsplash)</title></images><description>DUBAI &amp;ndash; Perusahaan raksasa perlengkapan olahraga Adidas menyampaikan permohonan maaf setelah kampanye iklan yang menampilkan mantan tentara Israel&amp;mdash;yang kehilangan satu kakinya saat bertugas di militer&amp;mdash;memicu kritik luas serta seruan boikot.&#13;
&#13;
Sebagaimana diwartakan Khaleej Times, kontroversi ini berpusat pada Shalev Biton, seorang pelari penyandang disabilitas amputasi yang tampil dalam kampanye di Israel untuk mempromosikan layanan Single Shoe (Sepatu Satuan) milik perusahaan tersebut. Inisiatif ini memungkinkan orang yang hanya membutuhkan satu sepatu&amp;mdash;termasuk penyandang disabilitas amputasi dan mereka yang memiliki perbedaan kondisi fisik pada anggota tubuh&amp;mdash;untuk membeli satu sepatu saja, alih-alih harus membeli sepasang.&#13;
&#13;
Biton kehilangan kaki kirinya setelah terluka akibat rudal antitank saat bertugas di militer Israel di dekat Gaza selama konflik tahun 2021. Ia dilaporkan merupakan salah satu dari 11 atlet penyandang disabilitas yang ditampilkan dalam kampanye lokal tersebut.&#13;
&#13;
Iklan itu menuai kritik tajam dari para aktivis pro-Palestina, yang mempertanyakan keputusan Adidas untuk menampilkan mantan tentara Israel dalam kampanye yang berfokus pada penyandang amputasi, di tengah tingginya jumlah warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh akibat perang di Gaza.&#13;
&#13;
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 5.000 orang di Gaza telah menjalani amputasi, sehingga memicu lonjakan kebutuhan akan bedah khusus, alat prostetik, dan rehabilitasi jangka panjang.&#13;
&#13;
Dalam laporan bulan Mei 2026, organisasi tersebut menyatakan bahwa kurang dari 25 persen dari 2.300 penyandang disabilitas amputasi yang dievaluasi antara September 2024 dan Mei 2026 telah mendapatkan kaki atau tangan palsu (prostesis).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seiring meningkatnya kritik daring terhadap kampanye tersebut, para pengguna media sosial ramai-ramai menyerukan boikot terhadap Adidas dan menuduh perusahaan tersebut mengabaikan penderitaan serta pengalaman para penyandang disabilitas akibat amputasi di Palestina.&#13;
&#13;
Menanggapi reaksi keras tersebut, pihak Adidas mengakui bahwa gambar yang digunakan dalam kampanye lokal itu telah menimbulkan kekhawatiran publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam aktivasi lokal baru-baru ini telah memicu kekhawatiran dan reaksi keras. Sama sekali bukan niat kami untuk menyinggung perasaan siapa pun, dan kami memohon maaf kepada pihak-pihak yang terdampak,&amp;quot; ujar perusahaan tersebut dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengakui kekhawatiran yang telah disampaikan dan menanggapi masukan tersebut dengan serius.&amp;quot;&#13;
&#13;
Adidas menyatakan bahwa inklusi tetap menjadi salah satu nilai utamanya dan menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk memperluas akses terhadap olahraga bagi semua kalangan.&#13;
&#13;
Perusahaan asal Jerman itu menjelaskan bahwa layanan Single Shoe (penjualan sepatu sebelah) telah diperkenalkan di Eropa pada awal tahun 2026 dan dirancang khusus bagi mereka yang kebutuhannya tidak terpenuhi melalui pembelian sepasang sepatu konvensional.&#13;
&#13;
Menurut Adidas, layanan tersebut kini terus diperluas jangkauannya ke berbagai wilayah di Eropa, Asia, dan Timur Tengah.&#13;
</description><content:encoded>DUBAI &amp;ndash; Perusahaan raksasa perlengkapan olahraga Adidas menyampaikan permohonan maaf setelah kampanye iklan yang menampilkan mantan tentara Israel&amp;mdash;yang kehilangan satu kakinya saat bertugas di militer&amp;mdash;memicu kritik luas serta seruan boikot.&#13;
&#13;
Sebagaimana diwartakan Khaleej Times, kontroversi ini berpusat pada Shalev Biton, seorang pelari penyandang disabilitas amputasi yang tampil dalam kampanye di Israel untuk mempromosikan layanan Single Shoe (Sepatu Satuan) milik perusahaan tersebut. Inisiatif ini memungkinkan orang yang hanya membutuhkan satu sepatu&amp;mdash;termasuk penyandang disabilitas amputasi dan mereka yang memiliki perbedaan kondisi fisik pada anggota tubuh&amp;mdash;untuk membeli satu sepatu saja, alih-alih harus membeli sepasang.&#13;
&#13;
Biton kehilangan kaki kirinya setelah terluka akibat rudal antitank saat bertugas di militer Israel di dekat Gaza selama konflik tahun 2021. Ia dilaporkan merupakan salah satu dari 11 atlet penyandang disabilitas yang ditampilkan dalam kampanye lokal tersebut.&#13;
&#13;
Iklan itu menuai kritik tajam dari para aktivis pro-Palestina, yang mempertanyakan keputusan Adidas untuk menampilkan mantan tentara Israel dalam kampanye yang berfokus pada penyandang amputasi, di tengah tingginya jumlah warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh akibat perang di Gaza.&#13;
&#13;
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 5.000 orang di Gaza telah menjalani amputasi, sehingga memicu lonjakan kebutuhan akan bedah khusus, alat prostetik, dan rehabilitasi jangka panjang.&#13;
&#13;
Dalam laporan bulan Mei 2026, organisasi tersebut menyatakan bahwa kurang dari 25 persen dari 2.300 penyandang disabilitas amputasi yang dievaluasi antara September 2024 dan Mei 2026 telah mendapatkan kaki atau tangan palsu (prostesis).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seiring meningkatnya kritik daring terhadap kampanye tersebut, para pengguna media sosial ramai-ramai menyerukan boikot terhadap Adidas dan menuduh perusahaan tersebut mengabaikan penderitaan serta pengalaman para penyandang disabilitas akibat amputasi di Palestina.&#13;
&#13;
Menanggapi reaksi keras tersebut, pihak Adidas mengakui bahwa gambar yang digunakan dalam kampanye lokal itu telah menimbulkan kekhawatiran publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam aktivasi lokal baru-baru ini telah memicu kekhawatiran dan reaksi keras. Sama sekali bukan niat kami untuk menyinggung perasaan siapa pun, dan kami memohon maaf kepada pihak-pihak yang terdampak,&amp;quot; ujar perusahaan tersebut dalam keterangan resminya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengakui kekhawatiran yang telah disampaikan dan menanggapi masukan tersebut dengan serius.&amp;quot;&#13;
&#13;
Adidas menyatakan bahwa inklusi tetap menjadi salah satu nilai utamanya dan menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk memperluas akses terhadap olahraga bagi semua kalangan.&#13;
&#13;
Perusahaan asal Jerman itu menjelaskan bahwa layanan Single Shoe (penjualan sepatu sebelah) telah diperkenalkan di Eropa pada awal tahun 2026 dan dirancang khusus bagi mereka yang kebutuhannya tidak terpenuhi melalui pembelian sepasang sepatu konvensional.&#13;
&#13;
Menurut Adidas, layanan tersebut kini terus diperluas jangkauannya ke berbagai wilayah di Eropa, Asia, dan Timur Tengah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
