<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eks Menpora Dito Ariotedjo: Gus Yaqut Tidak Terlibat dalam Pembahasan Awal Kuota Haji</title><description>Mantan Menpora Dito Ariotedjo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, Kamis, 10 September 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/10/337/3241355/eks-menpora-dito-ariotedjo-gus-yaqut-tidak-terlibat-dalam-pembahasan-awal-kuota-haji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/10/337/3241355/eks-menpora-dito-ariotedjo-gus-yaqut-tidak-terlibat-dalam-pembahasan-awal-kuota-haji"/><item><title>Eks Menpora Dito Ariotedjo: Gus Yaqut Tidak Terlibat dalam Pembahasan Awal Kuota Haji</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/10/337/3241355/eks-menpora-dito-ariotedjo-gus-yaqut-tidak-terlibat-dalam-pembahasan-awal-kuota-haji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/10/337/3241355/eks-menpora-dito-ariotedjo-gus-yaqut-tidak-terlibat-dalam-pembahasan-awal-kuota-haji</guid><pubDate>Kamis 10 September 2026 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/10/337/3241355/mantan_menpora_dito_ariotedjo-yxqp_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Menpora Dito Ariotedjo. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/10/337/3241355/mantan_menpora_dito_ariotedjo-yxqp_large.jpg</image><title>Mantan Menpora Dito Ariotedjo. </title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Eks Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyatakan bahwa mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, tidak terlibat dalam pembicaraan awal Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS), pada Oktober 2023 lalu.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan tersebut, salah satu hal yang dibahas adalah rencana penambahan kuota haji bagi Indonesia pada 2024.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Dito saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, Kamis (10/9/2026).&#13;
&#13;
Dito menjelaskan, perolehan kuota tambahan sebanyak 20 ribu itu muncul seusai adanya rapat lanjutan yang tidak dihadiri oleh Gus Yaqut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu kalau nggak salah diumumkan sehari setelah pertemuan. Tapi kan ada rapat lanjutannya. Karena saat itu kalau tidak salah Menteri Agama tidak ada, itu diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri,&amp;quot; kata Dito.&#13;
&#13;
Pernyataan Dito tersebut turut didalami oleh pengacara Gus Yaqut, Mellisa Anggraini. Dalam kesempatan tersebut, Mellisa mengulik bagaimana kliennya digantikan oleh Menteri Luar Negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi saksi sampaikan juga diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri. Itu maksudnya seperti apa?&amp;quot; tanya Mellisa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, setahu saya, kalau lagi dengan pertemuan bilateral, ada subsektor untuk tindak lanjut. Kalau tidak ada menteri teknis yang ikut, itu diwakili oleh Menteri Luar Negeri,&amp;quot; jawab Dito.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada saat itu, ketidakhadiran beliau ini karena tidak hadir, tidak bisa hadir, ada agenda lain, atau memang pada saat itu beliau tidak diikutkan, tidak ikut serta, atau tidak ada agenda untuk ikut bersama pada saat itu oleh Presiden, sehingga diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri? Karena kan menyangkut kuota tambahan ya, semestinya kan logikanya Menteri Agama. Nah, kenapa beliau tidak ikut di situ?&amp;quot; cecar Mellisa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin, saya nggak tahu pasti, tapi dalam kunjungan kenegaraan itu biasanya ada rapat bilateral dulu sebelumnya, mana-mana kementerian yang akan ada kerja samanya. Jadi mungkin untuk kuota tambahan itu impromptu di saat pertemuan. Karena kalau tidak salah, ada dari Kementerian Agama itu Kepala Badan Halal ya, gitu,&amp;quot; jawab Dito.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Eks Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyatakan bahwa mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, tidak terlibat dalam pembicaraan awal Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS), pada Oktober 2023 lalu.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan tersebut, salah satu hal yang dibahas adalah rencana penambahan kuota haji bagi Indonesia pada 2024.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Dito saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, Kamis (10/9/2026).&#13;
&#13;
Dito menjelaskan, perolehan kuota tambahan sebanyak 20 ribu itu muncul seusai adanya rapat lanjutan yang tidak dihadiri oleh Gus Yaqut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu kalau nggak salah diumumkan sehari setelah pertemuan. Tapi kan ada rapat lanjutannya. Karena saat itu kalau tidak salah Menteri Agama tidak ada, itu diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri,&amp;quot; kata Dito.&#13;
&#13;
Pernyataan Dito tersebut turut didalami oleh pengacara Gus Yaqut, Mellisa Anggraini. Dalam kesempatan tersebut, Mellisa mengulik bagaimana kliennya digantikan oleh Menteri Luar Negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi saksi sampaikan juga diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri. Itu maksudnya seperti apa?&amp;quot; tanya Mellisa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya, setahu saya, kalau lagi dengan pertemuan bilateral, ada subsektor untuk tindak lanjut. Kalau tidak ada menteri teknis yang ikut, itu diwakili oleh Menteri Luar Negeri,&amp;quot; jawab Dito.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada saat itu, ketidakhadiran beliau ini karena tidak hadir, tidak bisa hadir, ada agenda lain, atau memang pada saat itu beliau tidak diikutkan, tidak ikut serta, atau tidak ada agenda untuk ikut bersama pada saat itu oleh Presiden, sehingga diwakilkan oleh Menteri Luar Negeri? Karena kan menyangkut kuota tambahan ya, semestinya kan logikanya Menteri Agama. Nah, kenapa beliau tidak ikut di situ?&amp;quot; cecar Mellisa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mungkin, saya nggak tahu pasti, tapi dalam kunjungan kenegaraan itu biasanya ada rapat bilateral dulu sebelumnya, mana-mana kementerian yang akan ada kerja samanya. Jadi mungkin untuk kuota tambahan itu impromptu di saat pertemuan. Karena kalau tidak salah, ada dari Kementerian Agama itu Kepala Badan Halal ya, gitu,&amp;quot; jawab Dito.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
