<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasukan Houthi Rebut Kota Penting Mocha, Perkuat Kontrol Selat Bab al-Mandeb</title><description>Pasukan Houthi mengklaim telah memukul mundur pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi dari Mocha.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/11/18/3241417/pasukan-houthi-rebut-kota-penting-mocha-perkuat-kontrol-selat-bab-al-mandeb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/11/18/3241417/pasukan-houthi-rebut-kota-penting-mocha-perkuat-kontrol-selat-bab-al-mandeb"/><item><title>Pasukan Houthi Rebut Kota Penting Mocha, Perkuat Kontrol Selat Bab al-Mandeb</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/11/18/3241417/pasukan-houthi-rebut-kota-penting-mocha-perkuat-kontrol-selat-bab-al-mandeb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/11/18/3241417/pasukan-houthi-rebut-kota-penting-mocha-perkuat-kontrol-selat-bab-al-mandeb</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2026 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/11/18/3241417/kelompok_houthi-Qfby_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kelompok Houthi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/11/18/3241417/kelompok_houthi-Qfby_large.jpg</image><title>Kelompok Houthi.</title></images><description>SANAA &amp;mdash; Kelompok Houthi Yaman telah merebut kota penting al-Makha, atau yang juga dikenal sebagai Mocha, di Laut Merah. Demikian disampaikan juru bicara kelompok tersebut pada Kamis (10/9/2026). Perkembangan ini semakin memperkuat kendali Houthi atas Selat Bab al-Mandeb yang strategis.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kelompok Houthi mendesak pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi untuk mundur dari Mocha setelah pertempuran sengit selama beberapa hari, dan dilaporkan berhasil menguasai kota serta pelabuhannya. Video-video yang disebarkan oleh akun-akun intelijen sumber terbuka (Open Source Intelligence/OSINT) di dunia maya memperlihatkan pasukan Houthi memasuki kota pelabuhan strategis tersebut saat kelompok itu terus bergerak maju untuk menguasai sepenuhnya pesisir Laut Merah Yaman.&#13;
&#13;
Juru Bicara Kelompok Houthi Mohammed Al-Bukhaiti mengatakan kepada RT bahwa meskipun mereka bertempur secara langsung melawan pasukan Saudi, mereka siap menghadapi kemungkinan meluasnya konflik jika ada negara lain yang &amp;quot;terlibat dalam agresi terhadap Yaman.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu saja, saat ini kami menguasai Bab al-Mandeb, namun tujuan perjuangan kami tetaplah membebaskan Yaman serta memulihkan kedaulatan dan kemerdekaannya dengan mengakhiri agresi Saudi dan blokade yang telah menyebabkan penderitaan hebat bagi Yaman,&amp;quot; ujar Al-Bukhaiti, sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
Kelompok Houthi berkomitmen untuk melindungi kebebasan navigasi maritim di Selat Bab al-Mandeb dan Laut Merah, serta &amp;quot;tidak menargetkan negara mana pun kecuali musuh Saudi,&amp;quot; tambah juru bicara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah salah satu tujuan terpenting dari operasi militer kami, karena pihak yang melanggar navigasi maritim adalah Arab Saudi dan sekutunya, mengingat mereka menghalangi kapal-kapal komersial untuk berlayar menuju dan dari Yaman,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kelompok Houthi juga dilaporkan telah mendaratkan pasukan di Kepulauan Hanish yang strategis setelah mendesak pasukan pemerintah lebih jauh ke selatan. Seorang sumber militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok tersebut merebut Pulau Zuqar setelah serangan roket dan operasi pendaratan amfibi. Menurut sumber-sumber tersebut, penguasaan wilayah ini akan semakin memperkuat posisi Houthi, serta berpotensi memutus jalur pasokan pemerintah dan melenyapkan pusat logistik penting bagi pasukan yang didukung Arab Saudi.&#13;
&#13;
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional belum mengonfirmasi jatuhnya kota Mocha ke tangan lawan. Namun, Letnan Jenderal Tareq Saleh &amp;mdash; yang pasukannya menguasai kota tersebut &amp;mdash; menyatakan pada Kamis sebelumnya bahwa ia telah memerintahkan pasukannya untuk &amp;quot;menata ulang barisan dan mendirikan pusat komando alternatif di lokasi yang aman.&amp;quot;&#13;
&#13;
Kemajuan yang dilaporkan ini menandai eskalasi tajam setelah sekitar empat tahun situasi yang relatif tenang menyusul gencatan senjata yang ditengahi PBB pada tahun 2022. Kelompok Houthi sebelumnya telah memerangi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sejak merebut Sanaa pada tahun 2014, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi.&#13;
&#13;
Ketegangan kembali memuncak pada Juli setelah &amp;mdash; menurut pemerintah Yaman yang diakui secara internasional &amp;mdash; pasukannya menyerang bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi mendarat. Houthi menyalahkan Arab Saudi, menyatakan berakhirnya fase de-eskalasi, dan kemudian mengumumkan blokade laut terhadap kerajaan tersebut.&#13;
&#13;
Pertempuran meningkat tajam pada awal pekan ini. Pada Selasa (9/9/2026), Houthi menargetkan infrastruktur energi dan infrastruktur lainnya di wilayah selatan Arab Saudi, termasuk fasilitas milik Saudi Aramco, produsen minyak terbesar di negara itu. Houthi menyebut operasi tersebut sebagai pembalasan atas serangan Saudi di Yaman, dengan klaim bahwa Riyadh telah melancarkan 121 serangan udara selama tiga hari sebelumnya. Pesawat Saudi melancarkan 40 serangan tambahan di empat provinsi Yaman pada Kamis, menurut kantor berita Saba yang dikelola Houthi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kelompok Houthi sebelumnya pernah mengganggu jalur pelayaran ini dengan berulang kali menyerang kapal-kapal di Laut Merah pada tahun 2023, sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina di tengah perang Israel di Gaza.&#13;
&#13;
Terlepas dari kembali memanasnya permusuhan, Riyadh menyatakan bahwa diplomasi masih dimungkinkan. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, awal pekan ini menuding kelompok Houthi lebih mengutamakan &amp;quot;kepentingan sempit mereka&amp;quot; dibandingkan kepentingan Yaman, namun menegaskan bahwa &amp;quot;jalan menuju diplomasi tidak tertutup.&amp;quot;&#13;
</description><content:encoded>SANAA &amp;mdash; Kelompok Houthi Yaman telah merebut kota penting al-Makha, atau yang juga dikenal sebagai Mocha, di Laut Merah. Demikian disampaikan juru bicara kelompok tersebut pada Kamis (10/9/2026). Perkembangan ini semakin memperkuat kendali Houthi atas Selat Bab al-Mandeb yang strategis.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kelompok Houthi mendesak pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi untuk mundur dari Mocha setelah pertempuran sengit selama beberapa hari, dan dilaporkan berhasil menguasai kota serta pelabuhannya. Video-video yang disebarkan oleh akun-akun intelijen sumber terbuka (Open Source Intelligence/OSINT) di dunia maya memperlihatkan pasukan Houthi memasuki kota pelabuhan strategis tersebut saat kelompok itu terus bergerak maju untuk menguasai sepenuhnya pesisir Laut Merah Yaman.&#13;
&#13;
Juru Bicara Kelompok Houthi Mohammed Al-Bukhaiti mengatakan kepada RT bahwa meskipun mereka bertempur secara langsung melawan pasukan Saudi, mereka siap menghadapi kemungkinan meluasnya konflik jika ada negara lain yang &amp;quot;terlibat dalam agresi terhadap Yaman.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tentu saja, saat ini kami menguasai Bab al-Mandeb, namun tujuan perjuangan kami tetaplah membebaskan Yaman serta memulihkan kedaulatan dan kemerdekaannya dengan mengakhiri agresi Saudi dan blokade yang telah menyebabkan penderitaan hebat bagi Yaman,&amp;quot; ujar Al-Bukhaiti, sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
Kelompok Houthi berkomitmen untuk melindungi kebebasan navigasi maritim di Selat Bab al-Mandeb dan Laut Merah, serta &amp;quot;tidak menargetkan negara mana pun kecuali musuh Saudi,&amp;quot; tambah juru bicara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini adalah salah satu tujuan terpenting dari operasi militer kami, karena pihak yang melanggar navigasi maritim adalah Arab Saudi dan sekutunya, mengingat mereka menghalangi kapal-kapal komersial untuk berlayar menuju dan dari Yaman,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kelompok Houthi juga dilaporkan telah mendaratkan pasukan di Kepulauan Hanish yang strategis setelah mendesak pasukan pemerintah lebih jauh ke selatan. Seorang sumber militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok tersebut merebut Pulau Zuqar setelah serangan roket dan operasi pendaratan amfibi. Menurut sumber-sumber tersebut, penguasaan wilayah ini akan semakin memperkuat posisi Houthi, serta berpotensi memutus jalur pasokan pemerintah dan melenyapkan pusat logistik penting bagi pasukan yang didukung Arab Saudi.&#13;
&#13;
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional belum mengonfirmasi jatuhnya kota Mocha ke tangan lawan. Namun, Letnan Jenderal Tareq Saleh &amp;mdash; yang pasukannya menguasai kota tersebut &amp;mdash; menyatakan pada Kamis sebelumnya bahwa ia telah memerintahkan pasukannya untuk &amp;quot;menata ulang barisan dan mendirikan pusat komando alternatif di lokasi yang aman.&amp;quot;&#13;
&#13;
Kemajuan yang dilaporkan ini menandai eskalasi tajam setelah sekitar empat tahun situasi yang relatif tenang menyusul gencatan senjata yang ditengahi PBB pada tahun 2022. Kelompok Houthi sebelumnya telah memerangi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sejak merebut Sanaa pada tahun 2014, yang memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi.&#13;
&#13;
Ketegangan kembali memuncak pada Juli setelah &amp;mdash; menurut pemerintah Yaman yang diakui secara internasional &amp;mdash; pasukannya menyerang bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi mendarat. Houthi menyalahkan Arab Saudi, menyatakan berakhirnya fase de-eskalasi, dan kemudian mengumumkan blokade laut terhadap kerajaan tersebut.&#13;
&#13;
Pertempuran meningkat tajam pada awal pekan ini. Pada Selasa (9/9/2026), Houthi menargetkan infrastruktur energi dan infrastruktur lainnya di wilayah selatan Arab Saudi, termasuk fasilitas milik Saudi Aramco, produsen minyak terbesar di negara itu. Houthi menyebut operasi tersebut sebagai pembalasan atas serangan Saudi di Yaman, dengan klaim bahwa Riyadh telah melancarkan 121 serangan udara selama tiga hari sebelumnya. Pesawat Saudi melancarkan 40 serangan tambahan di empat provinsi Yaman pada Kamis, menurut kantor berita Saba yang dikelola Houthi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kelompok Houthi sebelumnya pernah mengganggu jalur pelayaran ini dengan berulang kali menyerang kapal-kapal di Laut Merah pada tahun 2023, sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina di tengah perang Israel di Gaza.&#13;
&#13;
Terlepas dari kembali memanasnya permusuhan, Riyadh menyatakan bahwa diplomasi masih dimungkinkan. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, awal pekan ini menuding kelompok Houthi lebih mengutamakan &amp;quot;kepentingan sempit mereka&amp;quot; dibandingkan kepentingan Yaman, namun menegaskan bahwa &amp;quot;jalan menuju diplomasi tidak tertutup.&amp;quot;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
