<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran Tinjau Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalbar Malam Hari</title><description>Peninjauan pada malam hari tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini di tengah masih adanya kabut asap sekaligus memastikan penanganan karhutla di lapangan berjalan optimal.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/11/337/3241472/gibran-tinjau-kebakaran-hutan-di-kubu-raya-kalbar-malam-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/11/337/3241472/gibran-tinjau-kebakaran-hutan-di-kubu-raya-kalbar-malam-hari"/><item><title>Gibran Tinjau Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalbar Malam Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/11/337/3241472/gibran-tinjau-kebakaran-hutan-di-kubu-raya-kalbar-malam-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/11/337/3241472/gibran-tinjau-kebakaran-hutan-di-kubu-raya-kalbar-malam-hari</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2026 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/11/337/3241472/gibran_rakabuming_raka-9puz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gibran Tinjau Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalbar/Biro Setwapres</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/11/337/3241472/gibran_rakabuming_raka-9puz_large.jpg</image><title>Gibran Tinjau Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalbar/Biro Setwapres</title></images><description>JAKARTA &amp;nbsp;- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026) malam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Peninjauan pada malam hari tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini di tengah masih adanya kabut asap sekaligus memastikan penanganan karhutla di lapangan berjalan optimal.&#13;
&#13;
Karakter lahan gambut di Desa Sungai Malaya menjadi salah satu perhatian Gibran. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api tidak lagi terlihat, sehingga kondisi yang tampak aman belum selalu berarti kebakaran telah sepenuhnya teratasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gibran juga menekankan agar penanganan tidak berhenti setelah kobaran api padam, melainkan terus dikawal melalui pemeriksaan dan pengawasan hingga kondisi lapangan benar-benar aman.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kita tetap harus mengawal untuk memastikan kondisi lapangan benar-benar aman,&amp;rdquo; ujar Gibran, Jumat (11/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyampaikan, kabut asap yang masih bertahan di sejumlah titik meskipun kobaran api telah padam dapat menjadi indikasi masih adanya bara api di bawah permukaan gambut.&#13;
&#13;
Untuk itu, Gibran&amp;nbsp;menekankan pentingnya penanganan dan pengawasan secara cermat serta berkelanjutan agar bara yang masih tersisa dapat segera ditangani dan tidak kembali memicu kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meski kobaran api di permukaan tanah padam di beberapa tempat, kabut asap masih bertahan karena bara api di dalam lahan gambut yang belum sepenuhnya mati,&amp;rdquo; ujar Gibran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, sekaligus memulihkan kondisi lingkungan dan ruang hidup yang terdampak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan penanganan yang terus dikawal hingga tuntas, masyarakat, satwa, dan lingkungan di wilayah terdampak diharapkan dapat kembali berada dalam kondisi yang aman,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;nbsp;- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026) malam.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Peninjauan pada malam hari tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini di tengah masih adanya kabut asap sekaligus memastikan penanganan karhutla di lapangan berjalan optimal.&#13;
&#13;
Karakter lahan gambut di Desa Sungai Malaya menjadi salah satu perhatian Gibran. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api tidak lagi terlihat, sehingga kondisi yang tampak aman belum selalu berarti kebakaran telah sepenuhnya teratasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Gibran juga menekankan agar penanganan tidak berhenti setelah kobaran api padam, melainkan terus dikawal melalui pemeriksaan dan pengawasan hingga kondisi lapangan benar-benar aman.&amp;nbsp;&#13;
&amp;ldquo;Kita tetap harus mengawal untuk memastikan kondisi lapangan benar-benar aman,&amp;rdquo; ujar Gibran, Jumat (11/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menyampaikan, kabut asap yang masih bertahan di sejumlah titik meskipun kobaran api telah padam dapat menjadi indikasi masih adanya bara api di bawah permukaan gambut.&#13;
&#13;
Untuk itu, Gibran&amp;nbsp;menekankan pentingnya penanganan dan pengawasan secara cermat serta berkelanjutan agar bara yang masih tersisa dapat segera ditangani dan tidak kembali memicu kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Meski kobaran api di permukaan tanah padam di beberapa tempat, kabut asap masih bertahan karena bara api di dalam lahan gambut yang belum sepenuhnya mati,&amp;rdquo; ujar Gibran.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman, sekaligus memulihkan kondisi lingkungan dan ruang hidup yang terdampak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan penanganan yang terus dikawal hingga tuntas, masyarakat, satwa, dan lingkungan di wilayah terdampak diharapkan dapat kembali berada dalam kondisi yang aman,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
