<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Soroti Ancaman Karhutla di Kaltim, Samboja Barat Jadi Perhatian</title><description>Sespimti Polri Angkatan 36 menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang meningkat setiap memasuki musim kemarau, khususnya di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur. Berbagai langkah pencegahan disiapkan melalui penguatan deteksi dini, patroli terpadu hingga edukasi kepada masyarakat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/11/340/3241558/polri-soroti-ancaman-karhutla-di-kaltim-samboja-barat-jadi-perhatian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/11/340/3241558/polri-soroti-ancaman-karhutla-di-kaltim-samboja-barat-jadi-perhatian"/><item><title>Polri Soroti Ancaman Karhutla di Kaltim, Samboja Barat Jadi Perhatian</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/11/340/3241558/polri-soroti-ancaman-karhutla-di-kaltim-samboja-barat-jadi-perhatian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/11/340/3241558/polri-soroti-ancaman-karhutla-di-kaltim-samboja-barat-jadi-perhatian</guid><pubDate>Jum'at 11 September 2026 21:25 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/11/340/3241558/kombes_dony_alexander-LnAd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Senat Serdik Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Dony Alexander (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/11/340/3241558/kombes_dony_alexander-LnAd_large.jpg</image><title>Ketua Senat Serdik Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Dony Alexander (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sespimti Polri Angkatan 36 menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang meningkat setiap memasuki musim kemarau, khususnya di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur. Berbagai langkah pencegahan disiapkan melalui penguatan deteksi dini, patroli terpadu hingga edukasi kepada masyarakat.&#13;
&#13;
Ketua Senat Serdik Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Dony Alexander, mengatakan karhutla masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Timur. Menurut Dony, ancaman karhutla meningkat saat musim kemarau, terutama di wilayah yang memiliki kawasan hutan, perkebunan, dan lahan gambut yang luas seperti Samboja Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dampak dari karhutla ini tidak dapat dipandang ringan. Selain merusak ekosistem hutan dan menurunkan kualitas lingkungan, karhutla juga menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat,&amp;quot; kata Dony melalui keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).&#13;
&#13;
Karhutla, kata dia, juga dapat mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian serta menimbulkan kerugian material maupun immaterial yang tidak sedikit.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas kondisi tersebut, Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 hadir langsung di tengah masyarakat Kecamatan Samboja Barat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla melalui edukasi, dialog, dan kolaborasi lintas sektor.&#13;
&#13;
Peserta Didik (Serdik) Sespimti Polri Angkatan 36 dalam kegiatan tersebut didampingi Pati Pendamping (Paping), yakni Irjen Joko Setiono dan Irjen Sabilul Arif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dony menegaskan pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, instansi lingkungan hidup dan kehutanan, dunia usaha sektor perkebunan dan kehutanan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyadari bahwa keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada kesiapsiagaan dini, deteksi yang cepat, serta respons yang terkoordinasi dengan baik dari semua pihak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kegiatan tersebut, Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 mengidentifikasi secara mendalam wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Samboja Barat. Identifikasi dilakukan agar langkah antisipasi dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan tepat sasaran.&#13;
&#13;
Selain itu, satgas merumuskan sejumlah langkah strategis dan operasional untuk mencegah karhutla, di antaranya penguatan sistem deteksi dini, patroli terpadu, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.&#13;
&#13;
Satgas juga memperkuat koordinasi dan komunikasi antarlembaga maupun antarpihak. Langkah tersebut diharapkan membuat respons penanganan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif apabila terjadi kebakaran.&#13;
&#13;
Dony mengatakan masukan, aspirasi, dan rekomendasi dari seluruh peserta juga dihimpun sebagai bahan penyusunan program edukasi dan rencana aksi pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Samboja Barat ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masukan, aspirasi, dan rekomendasi dari seluruh peserta menjadi bahan penyusunan program edukasi dan rencana aksi pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Samboja Barat ke depan,&amp;quot; pungkas Dony.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sespimti Polri Angkatan 36 menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang meningkat setiap memasuki musim kemarau, khususnya di Kecamatan Samboja Barat, Kalimantan Timur. Berbagai langkah pencegahan disiapkan melalui penguatan deteksi dini, patroli terpadu hingga edukasi kepada masyarakat.&#13;
&#13;
Ketua Senat Serdik Sespimti Polri Angkatan 36, Kombes Dony Alexander, mengatakan karhutla masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Timur. Menurut Dony, ancaman karhutla meningkat saat musim kemarau, terutama di wilayah yang memiliki kawasan hutan, perkebunan, dan lahan gambut yang luas seperti Samboja Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dampak dari karhutla ini tidak dapat dipandang ringan. Selain merusak ekosistem hutan dan menurunkan kualitas lingkungan, karhutla juga menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat,&amp;quot; kata Dony melalui keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).&#13;
&#13;
Karhutla, kata dia, juga dapat mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian serta menimbulkan kerugian material maupun immaterial yang tidak sedikit.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atas kondisi tersebut, Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 hadir langsung di tengah masyarakat Kecamatan Samboja Barat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla melalui edukasi, dialog, dan kolaborasi lintas sektor.&#13;
&#13;
Peserta Didik (Serdik) Sespimti Polri Angkatan 36 dalam kegiatan tersebut didampingi Pati Pendamping (Paping), yakni Irjen Joko Setiono dan Irjen Sabilul Arif.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dony menegaskan pencegahan dan penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, instansi lingkungan hidup dan kehutanan, dunia usaha sektor perkebunan dan kehutanan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menyadari bahwa keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada kesiapsiagaan dini, deteksi yang cepat, serta respons yang terkoordinasi dengan baik dari semua pihak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam kegiatan tersebut, Satgas Edukasi Karhutla Sespimti Polri Angkatan 36 mengidentifikasi secara mendalam wilayah yang menjadi titik rawan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Samboja Barat. Identifikasi dilakukan agar langkah antisipasi dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan tepat sasaran.&#13;
&#13;
Selain itu, satgas merumuskan sejumlah langkah strategis dan operasional untuk mencegah karhutla, di antaranya penguatan sistem deteksi dini, patroli terpadu, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar.&#13;
&#13;
Satgas juga memperkuat koordinasi dan komunikasi antarlembaga maupun antarpihak. Langkah tersebut diharapkan membuat respons penanganan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif apabila terjadi kebakaran.&#13;
&#13;
Dony mengatakan masukan, aspirasi, dan rekomendasi dari seluruh peserta juga dihimpun sebagai bahan penyusunan program edukasi dan rencana aksi pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Samboja Barat ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masukan, aspirasi, dan rekomendasi dari seluruh peserta menjadi bahan penyusunan program edukasi dan rencana aksi pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Samboja Barat ke depan,&amp;quot; pungkas Dony.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
