<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sinyal Terakhir 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi</title><description>Kontak terakhir lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang di Perairan Selat Sunda, saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terdeteksi di Pulau Sebesi pada 7 September lalu.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/12/337/3241700/sinyal-terakhir-5-jurnalis-dan-3-abk-hilang-terdeteksi-di-pulau-sebesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/12/337/3241700/sinyal-terakhir-5-jurnalis-dan-3-abk-hilang-terdeteksi-di-pulau-sebesi"/><item><title>Sinyal Terakhir 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/12/337/3241700/sinyal-terakhir-5-jurnalis-dan-3-abk-hilang-terdeteksi-di-pulau-sebesi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/12/337/3241700/sinyal-terakhir-5-jurnalis-dan-3-abk-hilang-terdeteksi-di-pulau-sebesi</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2026 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/12/337/3241700/nezar-SwuC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria (foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/12/337/3241700/nezar-SwuC_large.jpg</image><title>Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria (foto: tangkapan layar)</title></images><description>&#13;
&#13;
PANDEGLANG - Kontak terakhir lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang di Perairan Selat Sunda, saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terdeteksi di Pulau Sebesi pada 7 September lalu.&#13;
&#13;
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan bahwa hal itu terungkap usai laporan terakhir yang diterima oleh Komdigi dari upaya pelacakan International Mobile Equipment Identity (IMEI) jaringan seluler.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya itu kontak yang terakhir yang ada di Pulau Sebesi. Itu kontak terakhir di mana sinyal ya yang dipancarkan oleh IMEI yang disebutkan itu, itu berasal dari pulau itu atau terdeteksi dari pulau itu,&amp;quot; kata Nezar saat diwawancarai di Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, pada Sabtu (12/9/2026).&#13;
&#13;
Nezar menjelaskan, bahwa temuan sinyal tersebut diperoleh dari pantauan operator seluler yang diserahkan kepada Direktorat Jenderal Infrastruktur Komdigi, untuk kemudian diteruskan sebagai data krusial bagi tim operasi SAR. Data tersebut menjadi satu hal yang krusial guna mencari keberadaan lima jurnalis yang hilang kontak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu berdasarkan pantauan operator seluler yang dilaporkan juga ke Dirjen Infrastruktur Komdigi. Dan itu sudah kita sampaikan juga ke tim SAR dan data itu menjadi data-data penting untuk diolah sebagai kontak terakhir dari kapal yang kehilangan kontak itu,&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
Menurutnya, pancaran sinyal IMEI tersebut terdeteksi pada 7 September 2026 petang, sebelum kontak dengan rombongan kapal terputus total. Ia mengungkapkan bahwa saat ini pencarian mulai dilakukan di Pulau Sebesi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang mulai ditelusuri dari kontak terakhirnya ada di mana. Dan terakhir ditelusuri itu pukul 18.00 kurang lebih ya di tanggal 7 September, itu ada kontak, ada sinyal di daerah Pulau Sebesi itu. Dan sudah dilakukan penyisiran, pencarian, dan hari ini juga lagi dikerahkan,&amp;quot; tambah dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Nezar menuturkan bahwa pada hari kelima operasi SAR ini, pelacakan difokuskan secara masif di sekitar perairan dan daratan Pulau Sebesi. Meski sempat ditemukan sejumlah material keselamatan seperti rompi pelampung (life jacket) di tengah laut, hasil verifikasi pihak Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) belum menunjukkan indikasi keterkaitan langsung dengan rombongan yang hilang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini juga di Pulau Sebesi pencarian dilakukan lebih intens di situ. Dan juga sepanjang 5 hari ini ada beberapa yang ditemukan di laut, misalnya seperti life jacket dan lain itu, tapi itu hasilnya nihil setelah ada pengecekan dari Polairud,&amp;quot; tutur Nezar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi Basarnas bersama dengan TNI Angkatan Laut, juga dengan Polairud, sudah menjelaskan langkah-langkah yang sudah dilakukan, termasuk juga mengerahkan 14 kapal dan plus juga dengan satu helikopter hari ini terus melakukan pencarian,&amp;quot; sambung dia.&#13;
&#13;
Meski demikian, kendala cuaca berupa jarak pandang (visibility) yang terbatas akibat kabut tebal sempat membatasi pemantauan udara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi juga dilaporkan heli sudah terbang, tapi ini ada kabut sehingga visibility agak rendah gitu, cuma 1,5 km. Namun demikian, tetap terus coba diusahakan untuk memantau arus laut dan juga sejumlah titik-titik yang diduga ya, disinggahi atau melintas kapal yang sedang dicari itu,&amp;quot; papar Nezar.&#13;
&#13;
Nezar berharap ada kabar positif dari upaya pencarian yang dilakukan dan kapal serta lima jurnalis dan tiga ABK tersebut bisa segera ditemukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tunggu nanti hasilnya, mungkin ketika tim yang sedang mencari kembali, mungkin kita berharap ada perkembangan-perkembangan yang positif untuk bisa segera ditemukan kapal yang sedang kita cari bersama ini,&amp;quot; pungkas dia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
PANDEGLANG - Kontak terakhir lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang di Perairan Selat Sunda, saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau terdeteksi di Pulau Sebesi pada 7 September lalu.&#13;
&#13;
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan bahwa hal itu terungkap usai laporan terakhir yang diterima oleh Komdigi dari upaya pelacakan International Mobile Equipment Identity (IMEI) jaringan seluler.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya itu kontak yang terakhir yang ada di Pulau Sebesi. Itu kontak terakhir di mana sinyal ya yang dipancarkan oleh IMEI yang disebutkan itu, itu berasal dari pulau itu atau terdeteksi dari pulau itu,&amp;quot; kata Nezar saat diwawancarai di Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, pada Sabtu (12/9/2026).&#13;
&#13;
Nezar menjelaskan, bahwa temuan sinyal tersebut diperoleh dari pantauan operator seluler yang diserahkan kepada Direktorat Jenderal Infrastruktur Komdigi, untuk kemudian diteruskan sebagai data krusial bagi tim operasi SAR. Data tersebut menjadi satu hal yang krusial guna mencari keberadaan lima jurnalis yang hilang kontak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu berdasarkan pantauan operator seluler yang dilaporkan juga ke Dirjen Infrastruktur Komdigi. Dan itu sudah kita sampaikan juga ke tim SAR dan data itu menjadi data-data penting untuk diolah sebagai kontak terakhir dari kapal yang kehilangan kontak itu,&amp;quot; ucap dia.&#13;
&#13;
Menurutnya, pancaran sinyal IMEI tersebut terdeteksi pada 7 September 2026 petang, sebelum kontak dengan rombongan kapal terputus total. Ia mengungkapkan bahwa saat ini pencarian mulai dilakukan di Pulau Sebesi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang mulai ditelusuri dari kontak terakhirnya ada di mana. Dan terakhir ditelusuri itu pukul 18.00 kurang lebih ya di tanggal 7 September, itu ada kontak, ada sinyal di daerah Pulau Sebesi itu. Dan sudah dilakukan penyisiran, pencarian, dan hari ini juga lagi dikerahkan,&amp;quot; tambah dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Nezar menuturkan bahwa pada hari kelima operasi SAR ini, pelacakan difokuskan secara masif di sekitar perairan dan daratan Pulau Sebesi. Meski sempat ditemukan sejumlah material keselamatan seperti rompi pelampung (life jacket) di tengah laut, hasil verifikasi pihak Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) belum menunjukkan indikasi keterkaitan langsung dengan rombongan yang hilang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini juga di Pulau Sebesi pencarian dilakukan lebih intens di situ. Dan juga sepanjang 5 hari ini ada beberapa yang ditemukan di laut, misalnya seperti life jacket dan lain itu, tapi itu hasilnya nihil setelah ada pengecekan dari Polairud,&amp;quot; tutur Nezar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi Basarnas bersama dengan TNI Angkatan Laut, juga dengan Polairud, sudah menjelaskan langkah-langkah yang sudah dilakukan, termasuk juga mengerahkan 14 kapal dan plus juga dengan satu helikopter hari ini terus melakukan pencarian,&amp;quot; sambung dia.&#13;
&#13;
Meski demikian, kendala cuaca berupa jarak pandang (visibility) yang terbatas akibat kabut tebal sempat membatasi pemantauan udara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tadi juga dilaporkan heli sudah terbang, tapi ini ada kabut sehingga visibility agak rendah gitu, cuma 1,5 km. Namun demikian, tetap terus coba diusahakan untuk memantau arus laut dan juga sejumlah titik-titik yang diduga ya, disinggahi atau melintas kapal yang sedang dicari itu,&amp;quot; papar Nezar.&#13;
&#13;
Nezar berharap ada kabar positif dari upaya pencarian yang dilakukan dan kapal serta lima jurnalis dan tiga ABK tersebut bisa segera ditemukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tunggu nanti hasilnya, mungkin ketika tim yang sedang mencari kembali, mungkin kita berharap ada perkembangan-perkembangan yang positif untuk bisa segera ditemukan kapal yang sedang kita cari bersama ini,&amp;quot; pungkas dia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
