<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tragis! Petani Tewas Terjebak Kobaran Api saat Padamkan Kebakaran Lahan&amp;nbsp;</title><description>Kebakaran lahan tebu ini berlokasi di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/12/340/3241567/tragis-petani-tewas-terjebak-kobaran-api-saat-padamkan-kebakaran-lahan-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/12/340/3241567/tragis-petani-tewas-terjebak-kobaran-api-saat-padamkan-kebakaran-lahan-nbsp"/><item><title>Tragis! Petani Tewas Terjebak Kobaran Api saat Padamkan Kebakaran Lahan&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/12/340/3241567/tragis-petani-tewas-terjebak-kobaran-api-saat-padamkan-kebakaran-lahan-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/12/340/3241567/tragis-petani-tewas-terjebak-kobaran-api-saat-padamkan-kebakaran-lahan-nbsp</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2026 03:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/11/340/3241567/viral-naxq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi AI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/11/340/3241567/viral-naxq_large.jpg</image><title>Ilustrasi AI</title></images><description>MALANG &amp;ndash; Seorang petani bernama Kusnin (63) warga Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tewas terjebak kobaran api saat berusaha mencegah kebakaran lahan.&#13;
&#13;
Kebakaran lahan tebu ini berlokasi di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Saat kejadian, korban sedang berupaya membuat sekat bakar di area perkebunan tebu untuk menghentikan rambatan api.&#13;
&#13;
Namun, kondisi angin yang bertiup kencang membuat api bergerak cepat dan berubah arah. Korban Kusnin yang berada di tengah lahan akhirnya tidak sempat menyelamatkan diri hingga terjebak dalam kobaran api.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, kebakaran lahan tebu tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Api awalnya muncul akibat aktivitas pembakaran sisa panen tebu. Kobaran api kemudian membesar setelah tertiup angin dan merambat ke area lahan di sekitarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi kebakaran lahan tebu disebabkan pembakaran sisa panen tebu dan merembet ke lahan di sekitarnya,&amp;rdquo; ujar Sadono dikutip, Jumat (11/9/2026).&#13;
&#13;
Melihat api semakin meluas, Kusnin berinisiatif membuat sekat bakar agar kobaran tidak menjalar lebih jauh. Namun, perubahan arah angin membuat upaya tersebut berujung tragis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu pemilik lahan berusaha membuat sekat bakar, tapi angin kencang membuat korban terjebak di tengah kebun tebu,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, area lahan tebu yang terbakar mencapai sekitar 5 hektare. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah petugas berjibaku memadamkan si jago merah, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, saat proses penanganan berlangsung, Kusnin ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terjebak kobaran api,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>MALANG &amp;ndash; Seorang petani bernama Kusnin (63) warga Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tewas terjebak kobaran api saat berusaha mencegah kebakaran lahan.&#13;
&#13;
Kebakaran lahan tebu ini berlokasi di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Saat kejadian, korban sedang berupaya membuat sekat bakar di area perkebunan tebu untuk menghentikan rambatan api.&#13;
&#13;
Namun, kondisi angin yang bertiup kencang membuat api bergerak cepat dan berubah arah. Korban Kusnin yang berada di tengah lahan akhirnya tidak sempat menyelamatkan diri hingga terjebak dalam kobaran api.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, kebakaran lahan tebu tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Api awalnya muncul akibat aktivitas pembakaran sisa panen tebu. Kobaran api kemudian membesar setelah tertiup angin dan merambat ke area lahan di sekitarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Terjadi kebakaran lahan tebu disebabkan pembakaran sisa panen tebu dan merembet ke lahan di sekitarnya,&amp;rdquo; ujar Sadono dikutip, Jumat (11/9/2026).&#13;
&#13;
Melihat api semakin meluas, Kusnin berinisiatif membuat sekat bakar agar kobaran tidak menjalar lebih jauh. Namun, perubahan arah angin membuat upaya tersebut berujung tragis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu pemilik lahan berusaha membuat sekat bakar, tapi angin kencang membuat korban terjebak di tengah kebun tebu,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, area lahan tebu yang terbakar mencapai sekitar 5 hektare. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Setelah petugas berjibaku memadamkan si jago merah, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area lain.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, saat proses penanganan berlangsung, Kusnin ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terjebak kobaran api,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
