<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serda Ahmad Tewas Diduga Dikeroyok Senior di Mes TNI, Ayah Korban Ungkap Fakta Mengejutkan</title><description>Jenazah Serda Ahmad telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur,&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/13/340/3241741/serda-ahmad-tewas-diduga-dikeroyok-senior-di-mes-tni-ayah-korban-ungkap-fakta-mengejutkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/13/340/3241741/serda-ahmad-tewas-diduga-dikeroyok-senior-di-mes-tni-ayah-korban-ungkap-fakta-mengejutkan"/><item><title>Serda Ahmad Tewas Diduga Dikeroyok Senior di Mes TNI, Ayah Korban Ungkap Fakta Mengejutkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/13/340/3241741/serda-ahmad-tewas-diduga-dikeroyok-senior-di-mes-tni-ayah-korban-ungkap-fakta-mengejutkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/13/340/3241741/serda-ahmad-tewas-diduga-dikeroyok-senior-di-mes-tni-ayah-korban-ungkap-fakta-mengejutkan</guid><pubDate>Minggu 13 September 2026 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/13/340/3241741/viral-LvlN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ayah Serda Ahmad Tewas Ungkap Fakta Mengejutkan/MPI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/13/340/3241741/viral-LvlN_large.jpg</image><title>Ayah Serda Ahmad Tewas Ungkap Fakta Mengejutkan/MPI</title></images><description>MAGETAN &amp;ndash; Prajurit TNI Angkatan Udara (AU), Serda Ahmad Muzammil Farisa (22), meninggal dalam kondisi tak wajar. Keluarga menduga Ahmad menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah seniornya saat berada di mes Mabes TNI AU.&#13;
&#13;
Jenazah Serda Ahmad telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (11/9) dini hari. &amp;nbsp;Sebelumnya, jasad korban sempat menjalani autopsi di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta.&#13;
&#13;
Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, mengungkap adanya informasi yang diterimanya mengenai dugaan penganiayaan terhadap anak pertamanya tersebut. Menurutnya, peristiwa itu diduga terjadi di mes Mabes TNI AU, Rabu (9/9) pukul 23.00 WIB dan kembali berlanjut Kamis (10/9) pukul 01.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya terima informasi kejadiannya di mes jam 11 malam. Sempat berhenti lanjut jam 1 dini hari, penganiayaan oleh empat orang,&amp;quot; ujarnya, Sabtu (12/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Toni juga mengaku melihat adanya luka pada tubuh putranya. Dia menyebut terdapat luka seperti benturan pada bagian dagu dan lebam di dada yang menurutnya seperti bekas pukulan. &amp;quot;Lukanya di dagu ada benturan kemudian lebam di dada seperti bekas pukulan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dikatakannya, Serda Ahmad baru sekitar 1,5 tahun bertugas sebagai bintara psikologi di Mabes TNI AU. Prajurit muda ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.&#13;
&#13;
Keluarga awalnya menerima informasi bahwa Serda Ahmad Muzammil meninggal akibat kecelakaan pada Kamis (10/9) pagi.&#13;
&#13;
Namun, belakangan keluarga mendapat informasi yang memunculkan dugaan bahwa korban meninggal setelah mengalami penganiayaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jenazah korban kemudian menjalani autopsi di RS Polri Kramatjati untuk mengetahui penyebab kematiannya. Hingga kini, keluarga mengaku belum menerima laporan resmi hasil autopsi maupun pemeriksaan laboratorium.&#13;
&#13;
Meski demikian, keluarga menyatakan akan terus mencari keadilan dan meminta pihak yang diduga terlibat diproses sesuai hukum. Keluarga bahkan berharap jika terbukti bersalah, para pelaku mendapat hukuman tegas hingga diberhentikan dari TNI.&#13;
&#13;
Dugaan penganiayaan tersebut, menurut keluarga, juga diperkuat informasi dari rekan seangkatan korban serta foto yang menunjukkan luka lebam pada bagian dagu dan dada. Namun, penyebab pasti kematian Serda Ahmad Muzammil masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.&#13;
&amp;quot;Di Mabes AU saja bisa kejadian seperti ini, saya sangat prihatin selaku orang tua kehilangan anak saya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>MAGETAN &amp;ndash; Prajurit TNI Angkatan Udara (AU), Serda Ahmad Muzammil Farisa (22), meninggal dalam kondisi tak wajar. Keluarga menduga Ahmad menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah seniornya saat berada di mes Mabes TNI AU.&#13;
&#13;
Jenazah Serda Ahmad telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (11/9) dini hari. &amp;nbsp;Sebelumnya, jasad korban sempat menjalani autopsi di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta.&#13;
&#13;
Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, mengungkap adanya informasi yang diterimanya mengenai dugaan penganiayaan terhadap anak pertamanya tersebut. Menurutnya, peristiwa itu diduga terjadi di mes Mabes TNI AU, Rabu (9/9) pukul 23.00 WIB dan kembali berlanjut Kamis (10/9) pukul 01.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya terima informasi kejadiannya di mes jam 11 malam. Sempat berhenti lanjut jam 1 dini hari, penganiayaan oleh empat orang,&amp;quot; ujarnya, Sabtu (12/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Toni juga mengaku melihat adanya luka pada tubuh putranya. Dia menyebut terdapat luka seperti benturan pada bagian dagu dan lebam di dada yang menurutnya seperti bekas pukulan. &amp;quot;Lukanya di dagu ada benturan kemudian lebam di dada seperti bekas pukulan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dikatakannya, Serda Ahmad baru sekitar 1,5 tahun bertugas sebagai bintara psikologi di Mabes TNI AU. Prajurit muda ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.&#13;
&#13;
Keluarga awalnya menerima informasi bahwa Serda Ahmad Muzammil meninggal akibat kecelakaan pada Kamis (10/9) pagi.&#13;
&#13;
Namun, belakangan keluarga mendapat informasi yang memunculkan dugaan bahwa korban meninggal setelah mengalami penganiayaan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Jenazah korban kemudian menjalani autopsi di RS Polri Kramatjati untuk mengetahui penyebab kematiannya. Hingga kini, keluarga mengaku belum menerima laporan resmi hasil autopsi maupun pemeriksaan laboratorium.&#13;
&#13;
Meski demikian, keluarga menyatakan akan terus mencari keadilan dan meminta pihak yang diduga terlibat diproses sesuai hukum. Keluarga bahkan berharap jika terbukti bersalah, para pelaku mendapat hukuman tegas hingga diberhentikan dari TNI.&#13;
&#13;
Dugaan penganiayaan tersebut, menurut keluarga, juga diperkuat informasi dari rekan seangkatan korban serta foto yang menunjukkan luka lebam pada bagian dagu dan dada. Namun, penyebab pasti kematian Serda Ahmad Muzammil masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.&#13;
&amp;quot;Di Mabes AU saja bisa kejadian seperti ini, saya sangat prihatin selaku orang tua kehilangan anak saya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
