<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penampakan Terkini KM Virgo, Kabasarnas: Bergeser 1,6 Nautical Mile dan Masih Terapung</title><description>KM Virgo Transport 8 mengalami pergeseran posisi sejauh 1,6 nautical mile dari titik awal dalam operasi pencarian hari kedua, Senin (14/9/2026). Kapal tersebut juga masih dalam kondisi terbalik sebagaimana temuan awal.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/14/337/3242069/penampakan-terkini-km-virgo-kabasarnas-bergeser-1-6-nautical-mile-dan-masih-terapung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/14/337/3242069/penampakan-terkini-km-virgo-kabasarnas-bergeser-1-6-nautical-mile-dan-masih-terapung"/><item><title>Penampakan Terkini KM Virgo, Kabasarnas: Bergeser 1,6 Nautical Mile dan Masih Terapung</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/14/337/3242069/penampakan-terkini-km-virgo-kabasarnas-bergeser-1-6-nautical-mile-dan-masih-terapung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/14/337/3242069/penampakan-terkini-km-virgo-kabasarnas-bergeser-1-6-nautical-mile-dan-masih-terapung</guid><pubDate>Senin 14 September 2026 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/14/337/3242069/km_virgo-afBZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KM Virgo  Transport 8 terapung (Foto: Basarnas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/14/337/3242069/km_virgo-afBZ_large.jpg</image><title>KM Virgo  Transport 8 terapung (Foto: Basarnas)</title></images><description>JAKARTA - KM Virgo Transport 8 mengalami pergeseran posisi sejauh 1,6 nautical mile dari titik awal dalam operasi pencarian hari kedua, Senin (14/9/2026). Kapal tersebut juga masih dalam kondisi terbalik sebagaimana temuan awal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Titik letak dari Virgo Transport 8 ini ada pergeseran dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile dalam kondisi terbalik,&amp;quot; kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Senin (15/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Syafii menjelaskan, pergeseran tersebut menunjukkan masih adanya sekat-sekat atau ruang kosong di dalam kapal. Kondisi itu memungkinkan kapal masih memiliki daya apung sehingga dapat bergeser akibat pengaruh arus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, kapal ini masih ada sekat-sekat atau ruang-ruang kosong sehingga memungkinkan kapal ini masih bisa bergeser melayang,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi tim penyelam untuk melakukan pencarian di dalam kapal. Menurut Syafii, proses penyelaman harus memperhatikan batas-batas keselamatan yang telah ditentukan.&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan, keberadaan ruang-ruang kosong di dalam kapal menjadi hal yang perlu diwaspadai ketika dilakukan penyelaman. Perbedaan tekanan udara di dalam ruang tersebut dapat membahayakan keselamatan penyelam apabila dibuka atau dimasuki saat berada di dalam air.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menjadi kesulitan kedua pada saat tadi saya sampaikan ada kesulitan terkait kondisi cuaca bahwa kemampuan manusia untuk menyelam ternyata harus mengikuti aturan yang ada,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Syafii menyampaikan, akan berkoordinasi dengan unsur-unsur SAR lainnya untuk menentukan metode yang tepat dalam melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menjadi bahan koordinasi kita, kita akan melaksanakan diskusi, dan kita melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan baik itu pengalaman atau pendidikan, ini yang akan kita kembangkan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - KM Virgo Transport 8 mengalami pergeseran posisi sejauh 1,6 nautical mile dari titik awal dalam operasi pencarian hari kedua, Senin (14/9/2026). Kapal tersebut juga masih dalam kondisi terbalik sebagaimana temuan awal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Titik letak dari Virgo Transport 8 ini ada pergeseran dari yang kemarin saya sampaikan, saat ini sudah bergeser kira-kira 1,6 nautical mile dalam kondisi terbalik,&amp;quot; kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Senin (15/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Syafii menjelaskan, pergeseran tersebut menunjukkan masih adanya sekat-sekat atau ruang kosong di dalam kapal. Kondisi itu memungkinkan kapal masih memiliki daya apung sehingga dapat bergeser akibat pengaruh arus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, kapal ini masih ada sekat-sekat atau ruang-ruang kosong sehingga memungkinkan kapal ini masih bisa bergeser melayang,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi tim penyelam untuk melakukan pencarian di dalam kapal. Menurut Syafii, proses penyelaman harus memperhatikan batas-batas keselamatan yang telah ditentukan.&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan, keberadaan ruang-ruang kosong di dalam kapal menjadi hal yang perlu diwaspadai ketika dilakukan penyelaman. Perbedaan tekanan udara di dalam ruang tersebut dapat membahayakan keselamatan penyelam apabila dibuka atau dimasuki saat berada di dalam air.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menjadi kesulitan kedua pada saat tadi saya sampaikan ada kesulitan terkait kondisi cuaca bahwa kemampuan manusia untuk menyelam ternyata harus mengikuti aturan yang ada,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Syafii menyampaikan, akan berkoordinasi dengan unsur-unsur SAR lainnya untuk menentukan metode yang tepat dalam melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini menjadi bahan koordinasi kita, kita akan melaksanakan diskusi, dan kita melibatkan personel-personel yang memang memiliki kemampuan baik itu pengalaman atau pendidikan, ini yang akan kita kembangkan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
