<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Untuk Pertama Kali, AS Ungkap Miliki Senjata di Luar Angkasa</title><description>Sebelumnya Rusia mengecam rencana AS untuk menempatkan sistem pertahanan Golden Dome di luar angkasa. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/15/18/3242233/untuk-pertama-kali-as-ungkap-miliki-senjata-di-luar-angkasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/15/18/3242233/untuk-pertama-kali-as-ungkap-miliki-senjata-di-luar-angkasa"/><item><title>Untuk Pertama Kali, AS Ungkap Miliki Senjata di Luar Angkasa</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/15/18/3242233/untuk-pertama-kali-as-ungkap-miliki-senjata-di-luar-angkasa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/15/18/3242233/untuk-pertama-kali-as-ungkap-miliki-senjata-di-luar-angkasa</guid><pubDate>Selasa 15 September 2026 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/15/18/3242233/golden_dome-A6V1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Donald Trump mempresentasikan rencana sistem pertahanan Golden Dome di Gedung Putih. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/15/18/3242233/golden_dome-A6V1_large.jpg</image><title>Presiden AS Donald Trump mempresentasikan rencana sistem pertahanan Golden Dome di Gedung Putih. </title></images><description>WASHINGTON &amp;mdash; Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengakui bahwa pihaknya memiliki senjata di luar angkasa. Pengakuan itu muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut dengan Rusia dan China.&#13;
&#13;
Menteri Angkatan Udara AS, Troy Meink, mengungkapkan adanya pengerahan senjata tersebut pada Senin (14/9/2026) saat pembukaan Konferensi Udara, Luar Angkasa, &amp;amp; Siber 2026 yang diselenggarakan oleh Air &amp;amp; Space Forces Association di National Harbor, Maryland.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini, kami terus memastikan kesiapan kami dalam menghadapi tantangan ancaman yang terus berkembang, di mana pun ancaman itu berada,&amp;quot; ujar Meink dalam pidato utamanya, sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itulah sebabnya Space Force (Angkatan Luar Angkasa) kini memiliki senjata kendali luar angkasa yang beroperasi di orbit, yang mampu melindungi pasukan gabungan dari tindakan musuh,&amp;quot; katanya tanpa memberikan rincian lebih lanjut. &amp;quot;Hal ini penting dari sudut pandang pencegahan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Dalam sesi tanya jawab, Meink menolak untuk memaparkan detail lebih lanjut, seraya menegaskan bahwa pemilihan kata dalam pernyataannya telah &amp;quot;dipertimbangkan dengan sangat matang.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sangatlah penting bagi kami untuk mempertahankan dominasi, tidak hanya di udara tetapi juga di luar angkasa,&amp;quot; ujarnya, sebagaimana dikutip oleh Air &amp;amp; Space Forces Magazine.&#13;
&#13;
The Washington Post mengutip seorang pejabat AS yang menyatakan bahwa teknologi yang disebutkan oleh Meink tersebut dapat mencakup kemampuan untuk &amp;quot;melumpuhkan&amp;quot; satelit musuh jika satelit itu digunakan untuk menargetkan pasukan Amerika atau satelit milik AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tidak ada larangan internasional mengenai penempatan senjata di luar angkasa, selama senjata tersebut bukan merupakan senjata pemusnah massal.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump membentuk Angkatan Antariksa (Space Force) pada tahun 2019 selama masa jabatan pertamanya, dengan menyebut luar angkasa sebagai &amp;quot;medan perang terbaru di dunia.&amp;quot; Tahun lalu, ia memaparkan rencana untuk Golden Dome, sebuah sistem pertahanan rudal berlapis yang dirancang untuk melindungi seluruh wilayah Amerika Serikat, yang mencakup penggunaan pencegat berbasis antariksa.&#13;
&#13;
Proyek ini mengingatkan kembali pada Strategic Defense Initiative (SDI)&amp;mdash;yang dijuluki &amp;quot;Star Wars&amp;quot;&amp;mdash;yang diluncurkan oleh Presiden AS Ronald Reagan pada puncak Perang Dingin tahun 1983. Program ambisius Reagan tersebut kemudian dikurangi skalanya dan akhirnya ditinggalkan tanpa pernah merealisasikan penempatan senjata berbasis antariksa yang direncanakan.&#13;
&#13;
Pada Maret, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengecam apa yang ia sebut sebagai &amp;quot;militerisasi luar angkasa&amp;quot; dan berpendapat bahwa Golden Dome &amp;quot;menimbulkan ancaman signifikan terhadap stabilitas strategis.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sejak tahun 2000-an, AS, China, India, dan Rusia telah melakukan uji coba senjata anti-satelit. Pada bulan November 2021, militer Rusia berhasil menghancurkan sebuah satelit mata-mata era Soviet yang sudah tidak beroperasi. Saat itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa operasi tersebut dilaksanakan dengan sepenuhnya mematuhi hukum internasional dan tidak ditujukan terhadap negara mana pun secara khusus.&#13;
</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;mdash; Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengakui bahwa pihaknya memiliki senjata di luar angkasa. Pengakuan itu muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut dengan Rusia dan China.&#13;
&#13;
Menteri Angkatan Udara AS, Troy Meink, mengungkapkan adanya pengerahan senjata tersebut pada Senin (14/9/2026) saat pembukaan Konferensi Udara, Luar Angkasa, &amp;amp; Siber 2026 yang diselenggarakan oleh Air &amp;amp; Space Forces Association di National Harbor, Maryland.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini, kami terus memastikan kesiapan kami dalam menghadapi tantangan ancaman yang terus berkembang, di mana pun ancaman itu berada,&amp;quot; ujar Meink dalam pidato utamanya, sebagaimana dilansir RT.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itulah sebabnya Space Force (Angkatan Luar Angkasa) kini memiliki senjata kendali luar angkasa yang beroperasi di orbit, yang mampu melindungi pasukan gabungan dari tindakan musuh,&amp;quot; katanya tanpa memberikan rincian lebih lanjut. &amp;quot;Hal ini penting dari sudut pandang pencegahan,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Dalam sesi tanya jawab, Meink menolak untuk memaparkan detail lebih lanjut, seraya menegaskan bahwa pemilihan kata dalam pernyataannya telah &amp;quot;dipertimbangkan dengan sangat matang.&amp;quot;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sangatlah penting bagi kami untuk mempertahankan dominasi, tidak hanya di udara tetapi juga di luar angkasa,&amp;quot; ujarnya, sebagaimana dikutip oleh Air &amp;amp; Space Forces Magazine.&#13;
&#13;
The Washington Post mengutip seorang pejabat AS yang menyatakan bahwa teknologi yang disebutkan oleh Meink tersebut dapat mencakup kemampuan untuk &amp;quot;melumpuhkan&amp;quot; satelit musuh jika satelit itu digunakan untuk menargetkan pasukan Amerika atau satelit milik AS.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tidak ada larangan internasional mengenai penempatan senjata di luar angkasa, selama senjata tersebut bukan merupakan senjata pemusnah massal.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump membentuk Angkatan Antariksa (Space Force) pada tahun 2019 selama masa jabatan pertamanya, dengan menyebut luar angkasa sebagai &amp;quot;medan perang terbaru di dunia.&amp;quot; Tahun lalu, ia memaparkan rencana untuk Golden Dome, sebuah sistem pertahanan rudal berlapis yang dirancang untuk melindungi seluruh wilayah Amerika Serikat, yang mencakup penggunaan pencegat berbasis antariksa.&#13;
&#13;
Proyek ini mengingatkan kembali pada Strategic Defense Initiative (SDI)&amp;mdash;yang dijuluki &amp;quot;Star Wars&amp;quot;&amp;mdash;yang diluncurkan oleh Presiden AS Ronald Reagan pada puncak Perang Dingin tahun 1983. Program ambisius Reagan tersebut kemudian dikurangi skalanya dan akhirnya ditinggalkan tanpa pernah merealisasikan penempatan senjata berbasis antariksa yang direncanakan.&#13;
&#13;
Pada Maret, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengecam apa yang ia sebut sebagai &amp;quot;militerisasi luar angkasa&amp;quot; dan berpendapat bahwa Golden Dome &amp;quot;menimbulkan ancaman signifikan terhadap stabilitas strategis.&amp;quot;&#13;
&#13;
Sejak tahun 2000-an, AS, China, India, dan Rusia telah melakukan uji coba senjata anti-satelit. Pada bulan November 2021, militer Rusia berhasil menghancurkan sebuah satelit mata-mata era Soviet yang sudah tidak beroperasi. Saat itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa operasi tersebut dilaksanakan dengan sepenuhnya mematuhi hukum internasional dan tidak ditujukan terhadap negara mana pun secara khusus.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
