<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi, Pelaku Pelayaran Diminta Berhati-hati</title><description>BMKG mengingatkan bahwa Indonesia berada dalam fase Monsun Australia yang mempengaruhi dinamika laut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/15/337/3242279/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pelaku-pelayaran-diminta-berhati-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/15/337/3242279/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pelaku-pelayaran-diminta-berhati-hati"/><item><title>BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi, Pelaku Pelayaran Diminta Berhati-hati</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/15/337/3242279/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pelaku-pelayaran-diminta-berhati-hati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/15/337/3242279/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pelaku-pelayaran-diminta-berhati-hati</guid><pubDate>Selasa 15 September 2026 23:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/15/337/3242279/ilustrasi-Qu5N_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/15/337/3242279/ilustrasi-Qu5N_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi Laut Jawa yang masih dinamis. Tinggi gelombang di sejumlah wilayah bahkan dapat mencapai 2,5 meter akibat penguatan Monsun Australia, angin, serta kondisi arus laut.&#13;
&#13;
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Agie Wandala Putra M.sc, mengatakan Indonesia saat ini berada dalam fase Monsun Australia atau yang dikenal sebagai angin timuran. Kondisi tersebut membuat dinamika laut Indonesia meningkat, mulai dari perubahan angin, tekanan udara, perawanan, hingga tinggi gelombang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini Monsun Australia itu sedang kuat dan bahkan lebih kuat daripada normalnya,&amp;quot; ujar Andri dalam program Morning Zone, Selasa (15/9/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penguatan Monsun Australia telah membuat BMKG dalam beberapa waktu terakhir rutin mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi. Bahkan, Laut Jawa yang selama ini dikenal relatif teduh kini berada dalam kondisi sedang (moderate sea) dan di sejumlah wilayah gelombangnya cukup tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari catatan kami, Laut Jawa yang biasanya teduh itu juga terbilang sekarang adalah moderate atau kondisinya sedang, dan bahkan di beberapa wilayah cukup tinggi,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Agie mengungkapkan, kondisi gelombang tinggi tersebut diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Selain faktor iklim, peningkatan gelombang juga dipengaruhi kombinasi arus yang dalam beberapa waktu terakhir turut menguat. Kondisi laut bahkan dapat tetap berbahaya meski tidak disertai hujan badai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi meskipun tidak hujan badai, tetapi kondisi lautnya memang bergolak ataupun gelombangnya juga sangat tinggi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Berdasarkan catatan BMKG, tinggi gelombang di Laut Jawa dalam beberapa waktu terakhir berada di kisaran 1,5&amp;ndash;2,5 meter. Sementara secara umum, tinggi gelombang sekitar 1,25&amp;ndash;2 meter atau sedikit lebih tinggi masuk kategori moderate sea. Kondisi tersebut juga disertai kecepatan angin sekitar 10&amp;ndash;25 knot.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh pelaku pelayaran memang harus hati-hati,&amp;quot; ujar Agie.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi Laut Jawa yang masih dinamis. Tinggi gelombang di sejumlah wilayah bahkan dapat mencapai 2,5 meter akibat penguatan Monsun Australia, angin, serta kondisi arus laut.&#13;
&#13;
Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Agie Wandala Putra M.sc, mengatakan Indonesia saat ini berada dalam fase Monsun Australia atau yang dikenal sebagai angin timuran. Kondisi tersebut membuat dinamika laut Indonesia meningkat, mulai dari perubahan angin, tekanan udara, perawanan, hingga tinggi gelombang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini Monsun Australia itu sedang kuat dan bahkan lebih kuat daripada normalnya,&amp;quot; ujar Andri dalam program Morning Zone, Selasa (15/9/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penguatan Monsun Australia telah membuat BMKG dalam beberapa waktu terakhir rutin mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi. Bahkan, Laut Jawa yang selama ini dikenal relatif teduh kini berada dalam kondisi sedang (moderate sea) dan di sejumlah wilayah gelombangnya cukup tinggi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari catatan kami, Laut Jawa yang biasanya teduh itu juga terbilang sekarang adalah moderate atau kondisinya sedang, dan bahkan di beberapa wilayah cukup tinggi,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Agie mengungkapkan, kondisi gelombang tinggi tersebut diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Selain faktor iklim, peningkatan gelombang juga dipengaruhi kombinasi arus yang dalam beberapa waktu terakhir turut menguat. Kondisi laut bahkan dapat tetap berbahaya meski tidak disertai hujan badai.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi meskipun tidak hujan badai, tetapi kondisi lautnya memang bergolak ataupun gelombangnya juga sangat tinggi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Berdasarkan catatan BMKG, tinggi gelombang di Laut Jawa dalam beberapa waktu terakhir berada di kisaran 1,5&amp;ndash;2,5 meter. Sementara secara umum, tinggi gelombang sekitar 1,25&amp;ndash;2 meter atau sedikit lebih tinggi masuk kategori moderate sea. Kondisi tersebut juga disertai kecepatan angin sekitar 10&amp;ndash;25 knot.&#13;
&#13;
&amp;quot;Seluruh pelaku pelayaran memang harus hati-hati,&amp;quot; ujar Agie.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
