<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang Kepercayaan Terjerat Kasus Korupsi, Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid</title><description>Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan buka suara terkait anak buah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang terjerat kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/16/337/3242447/orang-kepercayaan-terjerat-kasus-korupsi-wamen-atr-bpn-ungkap-arahan-nusron-wahid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/16/337/3242447/orang-kepercayaan-terjerat-kasus-korupsi-wamen-atr-bpn-ungkap-arahan-nusron-wahid"/><item><title>Orang Kepercayaan Terjerat Kasus Korupsi, Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/16/337/3242447/orang-kepercayaan-terjerat-kasus-korupsi-wamen-atr-bpn-ungkap-arahan-nusron-wahid</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/16/337/3242447/orang-kepercayaan-terjerat-kasus-korupsi-wamen-atr-bpn-ungkap-arahan-nusron-wahid</guid><pubDate>Rabu 16 September 2026 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/16/337/3242447/ossy_dermawan-fDIh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamen ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/16/337/3242447/ossy_dermawan-fDIh_large.jpg</image><title>Wamen ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan buka suara terkait anak buah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang terjerat kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&#13;
&#13;
Ossy menegaskan, Kementerian ATR/BPN menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyatakan siap bersikap kooperatif terhadap KPK.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kementerian ATR BPN tentunya menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan juga akan kooperatif terhadap KPK,&amp;rdquo; ujar Ossy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ossy kemudian mengungkapkan arahan Nusron Wahid, setelah munculnya kasus dugaan suap terkait pengurusan penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB).&#13;
&#13;
Menurut Ossy, Nusron meminta pelayanan pertanahan dan tata ruang tetap berjalan dengan baik kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tugas kami saat ini tentunya di kementerian atas arahan Pak Menteri adalah memastikan pelayanan pertanahan, dan tata ruang terus bisa berjalan dengan baik kepada masyarakat,&amp;rdquo; tutur Ossy.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain memastikan pelayanan tetap berjalan, Ossy mengatakan Nusron juga meminta jajaran internal Kementerian ATR/BPN menindaklanjuti perkembangan perkara yang disampaikan KPK.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedua, tentunya kami di kementerian atas saran Bapak Menteri juga melakukan langkah-langkah internal dalam rangka menindaklanjuti apa perkembangan perkara yang disampaikan oleh KPK,&amp;rdquo; ucap Ossy.&#13;
&#13;
Ossy memilih tidak banyak berkomentar mengenai substansi perkara karena proses hukum masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pikir terkait substansi perkara, saya tidak akan berkomentar banyak. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan saat ini karena proses ini masih terus berjalan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Ossy memastikan pihaknya akan kembali mendalami potensi celah terjadinya praktik korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ya tentunya sebenarnya kan sesuai protap dan juga SOP yang dilakukan kan tidak mengenal adanya &amp;lsquo;pengepul-pengepul&amp;rsquo; itu. Tapi kita akan dalami lagi seperti apa langkah internalnya, seperti apa akan kami sampaikan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan buka suara terkait anak buah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang terjerat kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&#13;
&#13;
Ossy menegaskan, Kementerian ATR/BPN menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyatakan siap bersikap kooperatif terhadap KPK.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kementerian ATR BPN tentunya menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan juga akan kooperatif terhadap KPK,&amp;rdquo; ujar Ossy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ossy kemudian mengungkapkan arahan Nusron Wahid, setelah munculnya kasus dugaan suap terkait pengurusan penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB).&#13;
&#13;
Menurut Ossy, Nusron meminta pelayanan pertanahan dan tata ruang tetap berjalan dengan baik kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tugas kami saat ini tentunya di kementerian atas arahan Pak Menteri adalah memastikan pelayanan pertanahan, dan tata ruang terus bisa berjalan dengan baik kepada masyarakat,&amp;rdquo; tutur Ossy.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain memastikan pelayanan tetap berjalan, Ossy mengatakan Nusron juga meminta jajaran internal Kementerian ATR/BPN menindaklanjuti perkembangan perkara yang disampaikan KPK.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kedua, tentunya kami di kementerian atas saran Bapak Menteri juga melakukan langkah-langkah internal dalam rangka menindaklanjuti apa perkembangan perkara yang disampaikan oleh KPK,&amp;rdquo; ucap Ossy.&#13;
&#13;
Ossy memilih tidak banyak berkomentar mengenai substansi perkara karena proses hukum masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya pikir terkait substansi perkara, saya tidak akan berkomentar banyak. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan saat ini karena proses ini masih terus berjalan,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Ossy memastikan pihaknya akan kembali mendalami potensi celah terjadinya praktik korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau ya tentunya sebenarnya kan sesuai protap dan juga SOP yang dilakukan kan tidak mengenal adanya &amp;lsquo;pengepul-pengepul&amp;rsquo; itu. Tapi kita akan dalami lagi seperti apa langkah internalnya, seperti apa akan kami sampaikan,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
