<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambang Emas Runtuh di Sudan, 82 Orang Tewas dan Puluhan Terjebak</title><description>Sedikitnya 82 orang tewas setelah tambang emas runtuh di negara bagian Kordofan Barat, Sudan. Puluhan penambang tradisional lainnya dilaporkan terluka dan sejumlah orang masih terjebak di bawah reruntuhan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/17/18/3242506/tambang-emas-runtuh-di-sudan-82-orang-tewas-dan-puluhan-terjebak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/17/18/3242506/tambang-emas-runtuh-di-sudan-82-orang-tewas-dan-puluhan-terjebak"/><item><title>Tambang Emas Runtuh di Sudan, 82 Orang Tewas dan Puluhan Terjebak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/17/18/3242506/tambang-emas-runtuh-di-sudan-82-orang-tewas-dan-puluhan-terjebak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/17/18/3242506/tambang-emas-runtuh-di-sudan-82-orang-tewas-dan-puluhan-terjebak</guid><pubDate>Kamis 17 September 2026 00:10 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/16/18/3242506/emas-nPuK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Pria Sudan mendulang emas (foto: Ashraf Shazly/AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/16/18/3242506/emas-nPuK_large.jpg</image><title> Pria Sudan mendulang emas (foto: Ashraf Shazly/AFP)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Sedikitnya 82 orang tewas setelah tambang emas runtuh di negara bagian Kordofan Barat, Sudan. Puluhan penambang tradisional lainnya dilaporkan terluka dan sejumlah orang masih terjebak di bawah reruntuhan.&#13;
&#13;
Insiden terjadi di tambang al-Zaraa, dekat kota al-Nuhud, pada Selasa 15 September 2026. Menurut kelompok pemantau Observatorium Kordofan, sejumlah lubang tambang yang berada berdekatan runtuh secara beruntun.&#13;
&#13;
Upaya penyelamatan masih berlangsung. Namun, proses evakuasi terkendala karena tidak ada tim penyelamat khusus yang dikerahkan ke lokasi. Warga setempat hanya mengandalkan peralatan sederhana untuk menarik para korban dari tanah yang gembur dan berpasir.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seorang sumber dari Pasukan Pendukung Cepat (RSF) paramiliter yang menguasai wilayah tersebut mengatakan kepada AFP bahwa sedikitnya 82 orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka-luka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya masih terjebak di bawah reruntuhan dan upaya penyelamatan sedang dilakukan dengan metode yang masih sangat sederhana,&amp;quot; kata sumber tersebut, dilansir dari Aljazeera, Rabu (16/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak memiliki kewenangan berbicara kepada media.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu korban selamat, Khair al-Sayyed Jabara, mengatakan dirinya bersama sejumlah penambang lainnya berusaha menggali reruntuhan sepanjang malam menggunakan peralatan yang mereka miliki.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak tahu berapa banyak lagi yang masih berada di dalam,&amp;quot; katanya kepada AFP, Rabu.&#13;
&#13;
Menurut Jabara, alat berat sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan para penambang yang masih terjebak.&#13;
&#13;
Penambang lainnya, Amin Suleiman, menyoroti kondisi lubang tambang yang saling berdekatan. Menurut dia, ketika satu lubang runtuh, kondisi tersebut dapat memengaruhi lubang di sebelahnya.&#13;
&#13;
Sumber-sumber lokal mengatakan kepada Reuters bahwa tingginya jumlah korban jiwa diduga berkaitan dengan minimnya prosedur keselamatan dan peralatan penyelamatan di lokasi pertambangan.&#13;
&#13;
Jaringan Dokter Sudan, kelompok medis yang berbasis di Khartoum, menyebut proses pencarian masih berlangsung. Kelompok tersebut memperingatkan jumlah korban tewas masih dapat bertambah karena lokasi tambang tidak dilengkapi perlindungan dasar yang memadai bagi para pekerja.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kordofan Barat merupakan wilayah yang dikuasai kelompok paramiliter RSF, yang telah berperang melawan tentara Sudan sejak April 2023.&#13;
&#13;
Emas yang diselundupkan selama ini disebut menjadi salah satu sumber pendapatan utama kelompok tersebut.&#13;
&#13;
Jaringan Dokter Sudan menilai aktivitas pertambangan di wilayah yang dikuasai RSF, tanpa standar keselamatan serta peralatan perlindungan dan penyelamatan yang memadai, dapat membahayakan nyawa warga sipil.&#13;
&#13;
Kelompok tersebut menyerukan agar pencarian dan penyelamatan korban terus dilanjutkan, sekaligus meminta bantuan medis dan logistik segera diberikan kepada masyarakat terdampak. Mereka juga mendesak pihak yang menguasai wilayah tersebut untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal.&#13;
&#13;
Sudan merupakan salah satu negara produsen emas utama di Afrika. Sebagian besar produksi emasnya berasal dari aktivitas pertambangan informal yang dilakukan di lokasi-lokasi yang tidak digunakan atau tidak resmi, dengan kondisi kerja yang berisiko.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Sedikitnya 82 orang tewas setelah tambang emas runtuh di negara bagian Kordofan Barat, Sudan. Puluhan penambang tradisional lainnya dilaporkan terluka dan sejumlah orang masih terjebak di bawah reruntuhan.&#13;
&#13;
Insiden terjadi di tambang al-Zaraa, dekat kota al-Nuhud, pada Selasa 15 September 2026. Menurut kelompok pemantau Observatorium Kordofan, sejumlah lubang tambang yang berada berdekatan runtuh secara beruntun.&#13;
&#13;
Upaya penyelamatan masih berlangsung. Namun, proses evakuasi terkendala karena tidak ada tim penyelamat khusus yang dikerahkan ke lokasi. Warga setempat hanya mengandalkan peralatan sederhana untuk menarik para korban dari tanah yang gembur dan berpasir.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Seorang sumber dari Pasukan Pendukung Cepat (RSF) paramiliter yang menguasai wilayah tersebut mengatakan kepada AFP bahwa sedikitnya 82 orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka-luka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada sejumlah orang yang tidak diketahui jumlahnya masih terjebak di bawah reruntuhan dan upaya penyelamatan sedang dilakukan dengan metode yang masih sangat sederhana,&amp;quot; kata sumber tersebut, dilansir dari Aljazeera, Rabu (16/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak memiliki kewenangan berbicara kepada media.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu korban selamat, Khair al-Sayyed Jabara, mengatakan dirinya bersama sejumlah penambang lainnya berusaha menggali reruntuhan sepanjang malam menggunakan peralatan yang mereka miliki.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak tahu berapa banyak lagi yang masih berada di dalam,&amp;quot; katanya kepada AFP, Rabu.&#13;
&#13;
Menurut Jabara, alat berat sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan para penambang yang masih terjebak.&#13;
&#13;
Penambang lainnya, Amin Suleiman, menyoroti kondisi lubang tambang yang saling berdekatan. Menurut dia, ketika satu lubang runtuh, kondisi tersebut dapat memengaruhi lubang di sebelahnya.&#13;
&#13;
Sumber-sumber lokal mengatakan kepada Reuters bahwa tingginya jumlah korban jiwa diduga berkaitan dengan minimnya prosedur keselamatan dan peralatan penyelamatan di lokasi pertambangan.&#13;
&#13;
Jaringan Dokter Sudan, kelompok medis yang berbasis di Khartoum, menyebut proses pencarian masih berlangsung. Kelompok tersebut memperingatkan jumlah korban tewas masih dapat bertambah karena lokasi tambang tidak dilengkapi perlindungan dasar yang memadai bagi para pekerja.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kordofan Barat merupakan wilayah yang dikuasai kelompok paramiliter RSF, yang telah berperang melawan tentara Sudan sejak April 2023.&#13;
&#13;
Emas yang diselundupkan selama ini disebut menjadi salah satu sumber pendapatan utama kelompok tersebut.&#13;
&#13;
Jaringan Dokter Sudan menilai aktivitas pertambangan di wilayah yang dikuasai RSF, tanpa standar keselamatan serta peralatan perlindungan dan penyelamatan yang memadai, dapat membahayakan nyawa warga sipil.&#13;
&#13;
Kelompok tersebut menyerukan agar pencarian dan penyelamatan korban terus dilanjutkan, sekaligus meminta bantuan medis dan logistik segera diberikan kepada masyarakat terdampak. Mereka juga mendesak pihak yang menguasai wilayah tersebut untuk menghentikan aktivitas penambangan ilegal.&#13;
&#13;
Sudan merupakan salah satu negara produsen emas utama di Afrika. Sebagian besar produksi emasnya berasal dari aktivitas pertambangan informal yang dilakukan di lokasi-lokasi yang tidak digunakan atau tidak resmi, dengan kondisi kerja yang berisiko.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
