<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Video Seskab Teddy saat Dampingi Prabowo Jajal LRT, Ternyata Atur Penyandang Disabilitas</title><description>Video Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan menggunakan LRT viral di media sosial. Video tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul framing yang menyebut Teddy mengusir Direktur Utama (Dirut) LRT dan sejumlah pejabat lainnya dari gerbong.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/18/337/3242918/viral-video-seskab-teddy-saat-dampingi-prabowo-jajal-lrt-ternyata-atur-penyandang-disabilitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/18/337/3242918/viral-video-seskab-teddy-saat-dampingi-prabowo-jajal-lrt-ternyata-atur-penyandang-disabilitas"/><item><title>Viral Video Seskab Teddy saat Dampingi Prabowo Jajal LRT, Ternyata Atur Penyandang Disabilitas</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/18/337/3242918/viral-video-seskab-teddy-saat-dampingi-prabowo-jajal-lrt-ternyata-atur-penyandang-disabilitas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/18/337/3242918/viral-video-seskab-teddy-saat-dampingi-prabowo-jajal-lrt-ternyata-atur-penyandang-disabilitas</guid><pubDate>Jum'at 18 September 2026 19:24 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/18/337/3242918/seskab-NPAq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: Ist/Arie Dwi Satrio) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/18/337/3242918/seskab-NPAq_large.jpg</image><title>Seskab Teddy Indra Wijaya (Foto: Ist/Arie Dwi Satrio) </title></images><description>JAKARTA - Video Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan menggunakan LRT viral di media sosial. Video tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul framing yang menyebut Teddy mengusir Direktur Utama (Dirut) LRT dan sejumlah pejabat lainnya dari gerbong.&#13;
&#13;
Akun Instagram @catatanseskab kemudian memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Akun itu menyebut narasi yang beredar tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ramai framing yang menuduh Seskab Teddy &amp;#39;mengusir&amp;#39; Dirut LRT dan sejumlah pejabat lainnya saat peresmian LRT. Padahal kenyataannya gak gitu!,&amp;quot; tulis akun @catatanseskab dikutip Jumat (18/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam keterangan video tersebut, dijelaskan bahwa Teddy saat itu sedang mengatur area di dalam gerbong agar pengguna kursi roda dapat berada lebih dekat dengan Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal, Seskab Teddy sedang mengatur area untuk memberikan jalan bagi pengguna kursi roda supaya posisinya lebih dekat dan dapat ikut berbincang langsung dengan Presiden,&amp;quot; demikian tertulis dalam keterangan video tersebut.&#13;
&#13;
Video itu sebelumnya memicu beragam komentar publik. Dalam rekaman yang beredar, Teddy terlihat meminta sejumlah pejabat LRT berpindah posisi ketika Presiden Prabowo berada di dalam gerbong.&#13;
&#13;
Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah turut memberikan pandangan mengenai polemik tersebut. Dedi menilai tindakan Teddy tidak tepat disebut sebagai pengusiran terhadap pejabat LRT.&#13;
&#13;
Menurut Dedi, tindakan tersebut merupakan pengaturan situasional untuk memberikan ruang bagi Presiden Prabowo dan penumpang penyandang disabilitas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi harus dipahami bahwa publik tidak akan mengetahui hal-hal semacam itu. Publik hanya akan melihat apa yang tampak di permukaan secara langsung. Dan kita harus maklum kalau kemudian itu mendapatkan penafsiran yang berbeda dan menimbulkan kesalahpahaman yang tinggi,&amp;quot; kata Dedi.&#13;
&#13;
Dedi mengatakan konteks kejadian tersebut membuat anggapan Teddy mengusir pejabat LRT sulit diterima. Sebab, agenda Presiden Prabowo saat itu justru berkaitan dengan LRT.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal kalau kita berkaca pada realitas yang mungkin muncul, sebetulnya tidak akan mungkin Seskab Teddy mengusir pejabat LRT sementara agenda Presiden bersama LRT. Itu saya kira sesuatu yang mustahil,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dedi menjelaskan pejabat LRT tersebut hanya dipindahkan posisinya untuk memberikan ruang. &amp;quot;Tapi hanya memindahkan posisi agar ada ruang bagi Pak Prabowo dan juga salah satu penumpang yang disabilitas itu, Prof. Itu kan tindakan-tindakan momentum, bukan tindakan formal, bukan disposisi,&amp;quot; kata Dedi.&#13;
&#13;
Menurut Dedi, pengaturan tersebut lebih tepat dipahami sebagai inisiatif personal Teddy karena dirinya melekat dan berada dalam situasi yang sama dengan Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, karena Teddy melekat dan berada dalam situasi yang sama dengan Presiden, kemudian secara inisiatif dan personal mengatur siapa yang boleh ada di ruangan bersama Presiden, siapa yang harus didahulukan, dan lain-lain, itu saya kira adalah inisiatif personal Teddy sebagai orang dekat Presiden, bukan inisiatif Teddy sebagai Seskab,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dedi menegaskan, tindakan Teddy dalam video tersebut tidak berkaitan dengan kewenangan formal Seskab. Ia menilai pengaturan yang dilakukan Teddy merupakan respons situasional untuk menata kondisi di sekitar Presiden selama perjalanan menggunakan LRT.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Video Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan menggunakan LRT viral di media sosial. Video tersebut ramai diperbincangkan setelah muncul framing yang menyebut Teddy mengusir Direktur Utama (Dirut) LRT dan sejumlah pejabat lainnya dari gerbong.&#13;
&#13;
Akun Instagram @catatanseskab kemudian memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Akun itu menyebut narasi yang beredar tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ramai framing yang menuduh Seskab Teddy &amp;#39;mengusir&amp;#39; Dirut LRT dan sejumlah pejabat lainnya saat peresmian LRT. Padahal kenyataannya gak gitu!,&amp;quot; tulis akun @catatanseskab dikutip Jumat (18/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam keterangan video tersebut, dijelaskan bahwa Teddy saat itu sedang mengatur area di dalam gerbong agar pengguna kursi roda dapat berada lebih dekat dengan Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal, Seskab Teddy sedang mengatur area untuk memberikan jalan bagi pengguna kursi roda supaya posisinya lebih dekat dan dapat ikut berbincang langsung dengan Presiden,&amp;quot; demikian tertulis dalam keterangan video tersebut.&#13;
&#13;
Video itu sebelumnya memicu beragam komentar publik. Dalam rekaman yang beredar, Teddy terlihat meminta sejumlah pejabat LRT berpindah posisi ketika Presiden Prabowo berada di dalam gerbong.&#13;
&#13;
Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah turut memberikan pandangan mengenai polemik tersebut. Dedi menilai tindakan Teddy tidak tepat disebut sebagai pengusiran terhadap pejabat LRT.&#13;
&#13;
Menurut Dedi, tindakan tersebut merupakan pengaturan situasional untuk memberikan ruang bagi Presiden Prabowo dan penumpang penyandang disabilitas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi harus dipahami bahwa publik tidak akan mengetahui hal-hal semacam itu. Publik hanya akan melihat apa yang tampak di permukaan secara langsung. Dan kita harus maklum kalau kemudian itu mendapatkan penafsiran yang berbeda dan menimbulkan kesalahpahaman yang tinggi,&amp;quot; kata Dedi.&#13;
&#13;
Dedi mengatakan konteks kejadian tersebut membuat anggapan Teddy mengusir pejabat LRT sulit diterima. Sebab, agenda Presiden Prabowo saat itu justru berkaitan dengan LRT.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal kalau kita berkaca pada realitas yang mungkin muncul, sebetulnya tidak akan mungkin Seskab Teddy mengusir pejabat LRT sementara agenda Presiden bersama LRT. Itu saya kira sesuatu yang mustahil,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dedi menjelaskan pejabat LRT tersebut hanya dipindahkan posisinya untuk memberikan ruang. &amp;quot;Tapi hanya memindahkan posisi agar ada ruang bagi Pak Prabowo dan juga salah satu penumpang yang disabilitas itu, Prof. Itu kan tindakan-tindakan momentum, bukan tindakan formal, bukan disposisi,&amp;quot; kata Dedi.&#13;
&#13;
Menurut Dedi, pengaturan tersebut lebih tepat dipahami sebagai inisiatif personal Teddy karena dirinya melekat dan berada dalam situasi yang sama dengan Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya, karena Teddy melekat dan berada dalam situasi yang sama dengan Presiden, kemudian secara inisiatif dan personal mengatur siapa yang boleh ada di ruangan bersama Presiden, siapa yang harus didahulukan, dan lain-lain, itu saya kira adalah inisiatif personal Teddy sebagai orang dekat Presiden, bukan inisiatif Teddy sebagai Seskab,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Dedi menegaskan, tindakan Teddy dalam video tersebut tidak berkaitan dengan kewenangan formal Seskab. Ia menilai pengaturan yang dilakukan Teddy merupakan respons situasional untuk menata kondisi di sekitar Presiden selama perjalanan menggunakan LRT.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
