<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo: Kita Tidak Boleh Berharap Dikasihani Bangsa Lain</title><description>Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan tidak ada sebuah negara yang berhasil dan merdeka jika negara tersebut tidak bisa menghasilkan sesuatu untuk kepentingan bangsanya sendiri.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/19/337/3243030/prabowo-kita-tidak-boleh-berharap-dikasihani-bangsa-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/19/337/3243030/prabowo-kita-tidak-boleh-berharap-dikasihani-bangsa-lain"/><item><title>Prabowo: Kita Tidak Boleh Berharap Dikasihani Bangsa Lain</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/19/337/3243030/prabowo-kita-tidak-boleh-berharap-dikasihani-bangsa-lain</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/19/337/3243030/prabowo-kita-tidak-boleh-berharap-dikasihani-bangsa-lain</guid><pubDate>Sabtu 19 September 2026 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/19/337/3243030/prabowo_subianto-SWHr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto (Foto: Felldy Utama/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/19/337/3243030/prabowo_subianto-SWHr_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto (Foto: Felldy Utama/Okezone)</title></images><description>PONOROGO - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan tidak ada sebuah negara yang berhasil dan merdeka jika negara tersebut tidak bisa menghasilkan sesuatu untuk kepentingan bangsanya sendiri.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan pidato di acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Prabowo bersyukur Indonesia sudah mencapai keberhasilan tersebut lewat swasembada pangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendiri,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Prabowo menyinggung di tengah gejolak geopolitik dunia yang ditandai perang antarnegara yang terjadi di mana-mana. Kondisi ini, kata dia, sebagai bukti atas pandangannya sejak lama bahwa Indonesia memerlukan swasembada pangan dan swasembada energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita tidak mampu mengurus, menjaga, dan memperkuat diri, tidak ada orang lain yang akan membantu kita. Percaya sama saya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia kembali mengungkap rasa syukurnya Indonesia sudah bisa melakukan swasembada pangan. Terlebih, di tengah cuaca ekstrem yang menghantui Tanah Air belakangan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, swasembada pangan sudah. Cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah mengantisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan. Kita siap,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>PONOROGO - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan tidak ada sebuah negara yang berhasil dan merdeka jika negara tersebut tidak bisa menghasilkan sesuatu untuk kepentingan bangsanya sendiri.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan Presiden saat memberikan pidato di acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Prabowo bersyukur Indonesia sudah mencapai keberhasilan tersebut lewat swasembada pangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendiri,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Prabowo menyinggung di tengah gejolak geopolitik dunia yang ditandai perang antarnegara yang terjadi di mana-mana. Kondisi ini, kata dia, sebagai bukti atas pandangannya sejak lama bahwa Indonesia memerlukan swasembada pangan dan swasembada energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita tidak mampu mengurus, menjaga, dan memperkuat diri, tidak ada orang lain yang akan membantu kita. Percaya sama saya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Ia kembali mengungkap rasa syukurnya Indonesia sudah bisa melakukan swasembada pangan. Terlebih, di tengah cuaca ekstrem yang menghantui Tanah Air belakangan ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, swasembada pangan sudah. Cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah mengantisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan. Kita siap,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
