<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Karhutla Landa Air Itam Bangka Belitung, 10 Hektare Lahan Terdampak</title><description>Upaya pemadaman masih berlangsung hingga Minggu, 20 September. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/20/340/3243214/karhutla-landa-air-itam-bangka-belitung-10-hektare-lahan-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/20/340/3243214/karhutla-landa-air-itam-bangka-belitung-10-hektare-lahan-terdampak"/><item><title>Karhutla Landa Air Itam Bangka Belitung, 10 Hektare Lahan Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/20/340/3243214/karhutla-landa-air-itam-bangka-belitung-10-hektare-lahan-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/20/340/3243214/karhutla-landa-air-itam-bangka-belitung-10-hektare-lahan-terdampak</guid><pubDate>Minggu 20 September 2026 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/20/340/3243214/kepala_pusat_data_informasi_dan_komunikasi_kebencanaan_bnpb_berton_sp_panjaitan-beq6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/20/340/3243214/kepala_pusat_data_informasi_dan_komunikasi_kebencanaan_bnpb_berton_sp_panjaitan-beq6_large.jpg</image><title>Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Peristiwa ini melanda kawasan Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, pada Sabtu (19/9/2026).&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa api mulai membakar lahan sekitar pukul 11.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lahan seluas 10 hektare terdampak kejadian ini. BPBD masih melakukan pendataan luas area terdampak di lapangan,&amp;quot; kata Berton dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).&#13;
&#13;
Adapun hingga Sabtu (19/9/2026) petang, petugas gabungan berhasil memadamkan api di area seluas 9 hektare. Hingga saat ini, upaya pemadaman terhadap sisa titik api masih terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Petugas gabungan masih terus memadamkan api yang terkendala angin kencang dan asap pekat,&amp;quot; lanjut Berton.&#13;
&#13;
Ia juga melaporkan adanya potensi api kembali menyala. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh banyaknya tumpukan kayu bekas pembukaan lahan di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Petugas BPBD melaporkan api masih berpotensi menyala kembali dikarenakan di lokasi terdapat banyak tumpukan kayu bekas pembukaan lahan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Peristiwa ini melanda kawasan Kelurahan Air Itam, Kecamatan Bukit Intan, pada Sabtu (19/9/2026).&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa api mulai membakar lahan sekitar pukul 11.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lahan seluas 10 hektare terdampak kejadian ini. BPBD masih melakukan pendataan luas area terdampak di lapangan,&amp;quot; kata Berton dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).&#13;
&#13;
Adapun hingga Sabtu (19/9/2026) petang, petugas gabungan berhasil memadamkan api di area seluas 9 hektare. Hingga saat ini, upaya pemadaman terhadap sisa titik api masih terus dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Petugas gabungan masih terus memadamkan api yang terkendala angin kencang dan asap pekat,&amp;quot; lanjut Berton.&#13;
&#13;
Ia juga melaporkan adanya potensi api kembali menyala. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh banyaknya tumpukan kayu bekas pembukaan lahan di lokasi kejadian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Petugas BPBD melaporkan api masih berpotensi menyala kembali dikarenakan di lokasi terdapat banyak tumpukan kayu bekas pembukaan lahan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
