<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masjid Berusia 1.300 Tahun dengan Inskripsi Masa Islam Awal Ditemukan di Arab Saudi</title><description>Inskripsi di masjid tersebut memuat doa-doa dan kutipan ayat Al-Qur&amp;#39;an.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/21/18/3243208/masjid-berusia-1-300-tahun-dengan-inskripsi-masa-islam-awal-ditemukan-di-arab-saudi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/21/18/3243208/masjid-berusia-1-300-tahun-dengan-inskripsi-masa-islam-awal-ditemukan-di-arab-saudi"/><item><title>Masjid Berusia 1.300 Tahun dengan Inskripsi Masa Islam Awal Ditemukan di Arab Saudi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/21/18/3243208/masjid-berusia-1-300-tahun-dengan-inskripsi-masa-islam-awal-ditemukan-di-arab-saudi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/21/18/3243208/masjid-berusia-1-300-tahun-dengan-inskripsi-masa-islam-awal-ditemukan-di-arab-saudi</guid><pubDate>Senin 21 September 2026 05:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/20/18/3243208/pemandangan_udara_masjid_dari_abad_pertama_hijriah_yang_ditemukan_di_al_mamala_arab_saudi-n7ye_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemandangan udara masjid dari abad pertama Hijriah yang ditemukan di Al-Ma&amp;#039;mala, wilayah Al-Baha, Arab Saudi. (Foto: SPA / Komisi Warisan Budaya Saudi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/20/18/3243208/pemandangan_udara_masjid_dari_abad_pertama_hijriah_yang_ditemukan_di_al_mamala_arab_saudi-n7ye_large.jpg</image><title>Pemandangan udara masjid dari abad pertama Hijriah yang ditemukan di Al-Ma&amp;#039;mala, wilayah Al-Baha, Arab Saudi. (Foto: SPA / Komisi Warisan Budaya Saudi)</title></images><description>JAKARTA - Para arkeolog yang bekerja di situs Al-Ma&amp;#39;malah di barat daya Arab Saudi telah menemukan sebuah masjid yang berasal dari abad pertama kalender Hijriah, sekitar 1.300 tahun yang lalu. Temuan ini menempatkan bangunan tersebut sebagai salah satu contoh paling awal arsitektur Islam di Semenanjung Arab.&#13;
&#13;
Dilansir Arkeonews, masjid ini dibangun menggunakan batu granit yang dipahat dan menyimpan berbagai inskripsi, sisa-sisa plester dinding, serta elemen arsitektur bangunan keagamaan. Penemuan tersebut diumumkan menyusul musim penggalian keempat di Al-Ma&amp;#39;malah, sebuah situs arkeologi di wilayah Al-Baha dekat Al-Aqiq.&#13;
&#13;
Komisi Warisan Budaya Arab Saudi memperkirakan masjid tersebut berasal dari abad pertama Hijriah, yang secara umum bertepatan dengan abad ketujuh dan awal abad kedelapan Masehi.&#13;
&#13;
Masjid ini menempati sisi barat permukiman dan berukuran sekitar 16 meter dari utara ke selatan serta 10 meter dari timur ke barat. Dindingnya dibangun menggunakan blok-blok batu granit dan sisa-sisa lapisan gipsum yang menunjukkan interiornya kemungkinan memiliki permukaan akhir yang halus.&#13;
&#13;
Bangunan ini dilengkapi dengan mihrab yang menandai arah kiblat serta tiga pintu masuk yang terletak di sisi timur, barat, dan selatan. Para arkeolog juga mengidentifikasi sebuah struktur berbentuk persegi di bagian tenggara kompleks yang ditafsirkan sebagai menara masjid. Delapan ruangan yang saling terhubung tampaknya berfungsi mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan masjid maupun permukiman di sekitarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu ciri paling khas dari penemuan ini adalah serangkaian inskripsi berbahasa Arab yang terpelihara pada batu-batu yang berkaitan dengan masjid tersebut. Menurut Komisi Warisan Budaya Arab Saudi, inskripsi-inskripsi tersebut terdapat baik di bagian dalam bangunan maupun pada dinding luarnya, serta memuat doa-doa keagamaan dan kutipan ayat Al-Qur&amp;#39;an.&#13;
&#13;
Sebuah inskripsi pada dinding kiblat memuat doa yang memohonkan keberkahan bagi Muhammad bin Abdullah, yang memberikan bukti langsung mengenai bahasa keagamaan yang digunakan masyarakat yang pernah menempati wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Al-Ma&amp;#39;malah bukanlah permukiman yang dikenal sebagai pusat keagamaan. Bukti ekskavasi sebelumnya menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki kegiatan eksploitasi dan pengolahan sumber daya mineral, khususnya emas, perak, dan tembaga. Struktur huniannya menunjukkan Al-Ma&amp;#39;malah sebagai daerah pertambangan yang memiliki kegiatan produksi kerajinan.&#13;
&#13;
Analisis ilmiah terhadap sampel yang diperoleh selama penggalian terdahulu mengindikasikan bahwa aktivitas pertambangan telah dimulai sebelum masa Islam dan berlangsung sangat intensif antara akhir abad ke-6 hingga abad ke-9 Masehi. Kronologi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat setempat menjadi saksi transisi sejarah yang penting, yakni peralihan dari masa-masa terakhir sebelum Islam menuju masa perkembangan masyarakat Islam awal.&#13;
&#13;
Konteks yang lebih luas inilah yang menjadikan masjid yang baru teridentifikasi tersebut memiliki arti penting. Alih-alih sekadar menjadi monumen keagamaan yang berdiri sendiri, masjid ini menjadi bukti adanya kegiatan ibadah di tengah permukiman yang aktif secara ekonomi, di mana penduduknya menggantungkan hidup pada kegiatan pertambangan, pengolahan, dan perdagangan regional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lokasi Al-Ma&amp;#39;malah yang terletak di sisi jalur penting turut menjelaskan perkembangannya. Penelitian terdahulu menempatkan Al-Ma&amp;#39;malah sekitar 13 kilometer di sebelah timur Al-Aqiq dan kira-kira 45 kilometer dari Al-Baha, dekat dengan jalur kuno Darb Al-Feel, atau &amp;quot;Jalan Gajah&amp;quot;. Jalur tersebut pernah menghubungkan wilayah Arab bagian selatan dengan daerah-daerah yang lebih jauh ke utara, dan kemudian menjadi bagian dari jaringan yang digunakan oleh para musafir serta peziarah pada masa Islam.&#13;
&#13;
Komisi Warisan Budaya menyatakan bahwa penyelidikan arkeologis di situs ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari program yang lebih luas untuk mendokumentasikan dan melindungi peninggalan arkeologis di seluruh Arab Saudi. Penggalian di masa mendatang diharapkan dapat memperjelas kapan masjid tersebut pertama kali dibangun, berapa lama masjid itu digunakan, serta bagaimana perannya berubah seiring dengan berkembangnya ekonomi pertambangan di Al-Ma&amp;#39;malah.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Para arkeolog yang bekerja di situs Al-Ma&amp;#39;malah di barat daya Arab Saudi telah menemukan sebuah masjid yang berasal dari abad pertama kalender Hijriah, sekitar 1.300 tahun yang lalu. Temuan ini menempatkan bangunan tersebut sebagai salah satu contoh paling awal arsitektur Islam di Semenanjung Arab.&#13;
&#13;
Dilansir Arkeonews, masjid ini dibangun menggunakan batu granit yang dipahat dan menyimpan berbagai inskripsi, sisa-sisa plester dinding, serta elemen arsitektur bangunan keagamaan. Penemuan tersebut diumumkan menyusul musim penggalian keempat di Al-Ma&amp;#39;malah, sebuah situs arkeologi di wilayah Al-Baha dekat Al-Aqiq.&#13;
&#13;
Komisi Warisan Budaya Arab Saudi memperkirakan masjid tersebut berasal dari abad pertama Hijriah, yang secara umum bertepatan dengan abad ketujuh dan awal abad kedelapan Masehi.&#13;
&#13;
Masjid ini menempati sisi barat permukiman dan berukuran sekitar 16 meter dari utara ke selatan serta 10 meter dari timur ke barat. Dindingnya dibangun menggunakan blok-blok batu granit dan sisa-sisa lapisan gipsum yang menunjukkan interiornya kemungkinan memiliki permukaan akhir yang halus.&#13;
&#13;
Bangunan ini dilengkapi dengan mihrab yang menandai arah kiblat serta tiga pintu masuk yang terletak di sisi timur, barat, dan selatan. Para arkeolog juga mengidentifikasi sebuah struktur berbentuk persegi di bagian tenggara kompleks yang ditafsirkan sebagai menara masjid. Delapan ruangan yang saling terhubung tampaknya berfungsi mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan masjid maupun permukiman di sekitarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Salah satu ciri paling khas dari penemuan ini adalah serangkaian inskripsi berbahasa Arab yang terpelihara pada batu-batu yang berkaitan dengan masjid tersebut. Menurut Komisi Warisan Budaya Arab Saudi, inskripsi-inskripsi tersebut terdapat baik di bagian dalam bangunan maupun pada dinding luarnya, serta memuat doa-doa keagamaan dan kutipan ayat Al-Qur&amp;#39;an.&#13;
&#13;
Sebuah inskripsi pada dinding kiblat memuat doa yang memohonkan keberkahan bagi Muhammad bin Abdullah, yang memberikan bukti langsung mengenai bahasa keagamaan yang digunakan masyarakat yang pernah menempati wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Al-Ma&amp;#39;malah bukanlah permukiman yang dikenal sebagai pusat keagamaan. Bukti ekskavasi sebelumnya menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki kegiatan eksploitasi dan pengolahan sumber daya mineral, khususnya emas, perak, dan tembaga. Struktur huniannya menunjukkan Al-Ma&amp;#39;malah sebagai daerah pertambangan yang memiliki kegiatan produksi kerajinan.&#13;
&#13;
Analisis ilmiah terhadap sampel yang diperoleh selama penggalian terdahulu mengindikasikan bahwa aktivitas pertambangan telah dimulai sebelum masa Islam dan berlangsung sangat intensif antara akhir abad ke-6 hingga abad ke-9 Masehi. Kronologi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat setempat menjadi saksi transisi sejarah yang penting, yakni peralihan dari masa-masa terakhir sebelum Islam menuju masa perkembangan masyarakat Islam awal.&#13;
&#13;
Konteks yang lebih luas inilah yang menjadikan masjid yang baru teridentifikasi tersebut memiliki arti penting. Alih-alih sekadar menjadi monumen keagamaan yang berdiri sendiri, masjid ini menjadi bukti adanya kegiatan ibadah di tengah permukiman yang aktif secara ekonomi, di mana penduduknya menggantungkan hidup pada kegiatan pertambangan, pengolahan, dan perdagangan regional.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lokasi Al-Ma&amp;#39;malah yang terletak di sisi jalur penting turut menjelaskan perkembangannya. Penelitian terdahulu menempatkan Al-Ma&amp;#39;malah sekitar 13 kilometer di sebelah timur Al-Aqiq dan kira-kira 45 kilometer dari Al-Baha, dekat dengan jalur kuno Darb Al-Feel, atau &amp;quot;Jalan Gajah&amp;quot;. Jalur tersebut pernah menghubungkan wilayah Arab bagian selatan dengan daerah-daerah yang lebih jauh ke utara, dan kemudian menjadi bagian dari jaringan yang digunakan oleh para musafir serta peziarah pada masa Islam.&#13;
&#13;
Komisi Warisan Budaya menyatakan bahwa penyelidikan arkeologis di situs ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari program yang lebih luas untuk mendokumentasikan dan melindungi peninggalan arkeologis di seluruh Arab Saudi. Penggalian di masa mendatang diharapkan dapat memperjelas kapan masjid tersebut pertama kali dibangun, berapa lama masjid itu digunakan, serta bagaimana perannya berubah seiring dengan berkembangnya ekonomi pertambangan di Al-Ma&amp;#39;malah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
