<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Ungkap Bupati Bolmut Ditangkap di Hotel Jakarta, Ditemukan Uang Rp130 Juta</title><description>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena di hotal yang berada di wilayah Jakarta. Kala itu, KPK turut mengamalkan uang ratusan juta rupiah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/22/337/3243591/kpk-ungkap-bupati-bolmut-ditangkap-di-hotel-jakarta-ditemukan-uang-rp130-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/22/337/3243591/kpk-ungkap-bupati-bolmut-ditangkap-di-hotel-jakarta-ditemukan-uang-rp130-juta"/><item><title>KPK Ungkap Bupati Bolmut Ditangkap di Hotel Jakarta, Ditemukan Uang Rp130 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/22/337/3243591/kpk-ungkap-bupati-bolmut-ditangkap-di-hotel-jakarta-ditemukan-uang-rp130-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/22/337/3243591/kpk-ungkap-bupati-bolmut-ditangkap-di-hotel-jakarta-ditemukan-uang-rp130-juta</guid><pubDate>Selasa 22 September 2026 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Khabibi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/22/337/3243591/bupati_bolmut-GSCe_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Bolmut Sirajudin Lasena (Foto: Isra T/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/22/337/3243591/bupati_bolmut-GSCe_large.jpg</image><title>Bupati Bolmut Sirajudin Lasena (Foto: Isra T/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena di hotel yang berada di wilayah Jakarta. Kala itu, KPK turut mengamankan uang ratusan juta rupiah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein menyatakan, Sirajudin berada di hotel bersama stafnya dengan kamar terpisah. Uang ratusan juta itu ditemukan di kamar Sirajudin dan stafnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Di kamarnya yang bersangkutan dengan ada satu kamar lagi di satu lantai yang sama, itu diisi oleh staf asisten pribadinya. Jadi Rp130 (juta) tadi yang ditampilkan adalah keseluruhan. Jadi ada Rp30 (juta) di kamarnya Bupati dan Rp100 (juta) di kamarnya asisten pribadi,&amp;quot; kata Taufik saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (22/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Taufik mengungkapkan, tujuan Sirajudin datang ke Jakarta murni dengan tujuan bertemu dengan pihak swasta. Menurutnya, pihaknya masih mendalami kegiatannya di Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi memang yang kita temukan faktanya bahwa ada sebelum kejadian ada komunikasi-komunikasi antara Bupati dengan beberapa pihak untuk ketemu di Jakarta gitu,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, dalam operasi senyap ini KPK menangkap 14 orang di Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Dari jumlah tersebut, KPK hanya menetapkan Sirajudin sebagai tersangka terkait dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Pemkab Bolmut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam konstruksinya, Sirajudin mematok fee proyek sebesar 10 persen dari pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang diadakan di lingkungan Kabupaten Bolmut, dan menentukan fee proyek sebesar 4 persen untuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bolmut, serta 1 persen untuk Kelompok Kerja (Pokja) PBJ. Selain itu, KPK juga menduga Sirajudin menerima gratifikasi dengan nilai total Rp11,14 miliar dalam kurun waktu 2023-2026.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena di hotel yang berada di wilayah Jakarta. Kala itu, KPK turut mengamankan uang ratusan juta rupiah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein menyatakan, Sirajudin berada di hotel bersama stafnya dengan kamar terpisah. Uang ratusan juta itu ditemukan di kamar Sirajudin dan stafnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Di kamarnya yang bersangkutan dengan ada satu kamar lagi di satu lantai yang sama, itu diisi oleh staf asisten pribadinya. Jadi Rp130 (juta) tadi yang ditampilkan adalah keseluruhan. Jadi ada Rp30 (juta) di kamarnya Bupati dan Rp100 (juta) di kamarnya asisten pribadi,&amp;quot; kata Taufik saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (22/9/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Taufik mengungkapkan, tujuan Sirajudin datang ke Jakarta murni dengan tujuan bertemu dengan pihak swasta. Menurutnya, pihaknya masih mendalami kegiatannya di Jakarta.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi memang yang kita temukan faktanya bahwa ada sebelum kejadian ada komunikasi-komunikasi antara Bupati dengan beberapa pihak untuk ketemu di Jakarta gitu,&amp;quot; ujarnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Diketahui, dalam operasi senyap ini KPK menangkap 14 orang di Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Dari jumlah tersebut, KPK hanya menetapkan Sirajudin sebagai tersangka terkait dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Pemkab Bolmut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Dalam konstruksinya, Sirajudin mematok fee proyek sebesar 10 persen dari pengadaan barang dan jasa (PBJ) yang diadakan di lingkungan Kabupaten Bolmut, dan menentukan fee proyek sebesar 4 persen untuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bolmut, serta 1 persen untuk Kelompok Kerja (Pokja) PBJ. Selain itu, KPK juga menduga Sirajudin menerima gratifikasi dengan nilai total Rp11,14 miliar dalam kurun waktu 2023-2026.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
