<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerindra: Prabowo Ingin Jadikan Indonesia Petarung Global</title><description>Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai petarung global di tengah perubahan tata dunia yang semakin kompetitif.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/22/337/3243620/gerindra-prabowo-ingin-jadikan-indonesia-petarung-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/22/337/3243620/gerindra-prabowo-ingin-jadikan-indonesia-petarung-global"/><item><title>Gerindra: Prabowo Ingin Jadikan Indonesia Petarung Global</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/22/337/3243620/gerindra-prabowo-ingin-jadikan-indonesia-petarung-global</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/22/337/3243620/gerindra-prabowo-ingin-jadikan-indonesia-petarung-global</guid><pubDate>Selasa 22 September 2026 21:49 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/22/337/3243620/partai_gerindra-XQEz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jubir Gerindra Sugiat Santoso (Foto: Tangkapan layar iNews TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/22/337/3243620/partai_gerindra-XQEz_large.jpg</image><title>Jubir Gerindra Sugiat Santoso (Foto: Tangkapan layar iNews TV)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai petarung global di tengah perubahan tata dunia yang semakin kompetitif.&#13;
&#13;
Menurut Sugiat, cara pandang Prabowo berangkat dari pembacaan terhadap kondisi global yang kini semakin multipolar, yakni setiap negara lebih mengutamakan kepentingannya masing-masing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu cara berpikir Pak Prabowo. Bahwa ada situasi global yang itu harus kita sikapi sebagai sebuah bangsa,&amp;quot; kata Sugiat dalam program Rakyat Bersuara bertajuk &amp;quot;Isu Panas Program Prioritas&amp;quot; di iNews, Selasa (22/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menilai, karena kondisi tersebut, Indonesia harus memperkuat fondasi nasional agar mampu bersaing di tingkat internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, apa yang akan dilakukan Pak Prabowo terkait ketika dia menjadi pemimpin Indonesia di 2024? Dia ingin Indonesia ini menjadi petarung global,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sugiat menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan Prabowo adalah memperkuat ketahanan pangan. Menurut dia, Indonesia sebelumnya masih bergantung pada impor sejumlah komoditas pangan sehingga rentan menghadapi krisis global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama harus diamankan oleh sebuah negara konsolidasi pangan. Sementara sebelum Pak Prabowo menjadi presiden, kita tergantung ke impor, bahkan beras pun kita tergantung ke Vietnam sama Cina,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dia menilai ketergantungan impor pangan dapat menjadi persoalan ketika dunia menghadapi krisis pangan. &amp;quot;Bagaimana mungkin ketika nanti suatu saat ada terjadi krisis pangan global, kita masih tergantung dengan impor dalam konteks pangan, bagaimana nasib rakyat Indonesia?&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang dalam 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo yang itu seharusnya waktunya agak lebih lama, tapi alhamdulillah kita sudah menuntaskan satu per satu yang menjadi syarat Indonesia menjadi negara maju,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Selain pangan, Sugiat menyebut ketahanan energi menjadi syarat penting agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Dia mencontohkan pengembangan energi alternatif melalui program B50.&#13;
&#13;
Adapun B50 adalah bahan bakar nabati campuran solar yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (FAME) dan 50 persen solar fosil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Begitu juga dengan ketahanan energi. Lucu sekali misalnya Indonesia adalah negara yang paling luas kebun sawitnya, tapi kita bisa kelangkaan minyak goreng, kita bisa kelangkaan energi. Sementara ada alternatif energi yang bisa kita manfaatkan, itulah program B50,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sugiat juga menyoroti hilirisasi sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing nasional. Selain itu, pembangunan infrastruktur disebut tidak lagi hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga menyentuh infrastruktur sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau selama ini infrastrukturnya tidak menyangkut infrastruktur sosial seperti yang dijelaskan oleh Bang Dahnil tadi, berapa banyak misalnya renovasi sekolah, rumah sakit, jembatan desa, dan lain sebagainya, itu angka-angka yang sangat spektakuler,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Di samping itu, pembangunan sumber daya manusia juga disebut menjadi perhatian utama Prabowo. Menurut Sugiat, pembangunan manusia menjadi fondasi agar Indonesia mampu memenangkan persaingan global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa Indonesia berdiri untuk membangun manusia, bukan membangun walaupun itu bagian dari kebutuhan kita kenapa tidak membangun jalannya, membangun gedungnya, tapi membangun jiwanya dan membangun badannya,&amp;quot; kata Sugiat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai petarung global di tengah perubahan tata dunia yang semakin kompetitif.&#13;
&#13;
Menurut Sugiat, cara pandang Prabowo berangkat dari pembacaan terhadap kondisi global yang kini semakin multipolar, yakni setiap negara lebih mengutamakan kepentingannya masing-masing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu cara berpikir Pak Prabowo. Bahwa ada situasi global yang itu harus kita sikapi sebagai sebuah bangsa,&amp;quot; kata Sugiat dalam program Rakyat Bersuara bertajuk &amp;quot;Isu Panas Program Prioritas&amp;quot; di iNews, Selasa (22/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menilai, karena kondisi tersebut, Indonesia harus memperkuat fondasi nasional agar mampu bersaing di tingkat internasional.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oleh karena itu, apa yang akan dilakukan Pak Prabowo terkait ketika dia menjadi pemimpin Indonesia di 2024? Dia ingin Indonesia ini menjadi petarung global,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sugiat menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan Prabowo adalah memperkuat ketahanan pangan. Menurut dia, Indonesia sebelumnya masih bergantung pada impor sejumlah komoditas pangan sehingga rentan menghadapi krisis global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama harus diamankan oleh sebuah negara konsolidasi pangan. Sementara sebelum Pak Prabowo menjadi presiden, kita tergantung ke impor, bahkan beras pun kita tergantung ke Vietnam sama Cina,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Dia menilai ketergantungan impor pangan dapat menjadi persoalan ketika dunia menghadapi krisis pangan. &amp;quot;Bagaimana mungkin ketika nanti suatu saat ada terjadi krisis pangan global, kita masih tergantung dengan impor dalam konteks pangan, bagaimana nasib rakyat Indonesia?&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sekarang dalam 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo yang itu seharusnya waktunya agak lebih lama, tapi alhamdulillah kita sudah menuntaskan satu per satu yang menjadi syarat Indonesia menjadi negara maju,&amp;quot; lanjutnya.&#13;
&#13;
Selain pangan, Sugiat menyebut ketahanan energi menjadi syarat penting agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Dia mencontohkan pengembangan energi alternatif melalui program B50.&#13;
&#13;
Adapun B50 adalah bahan bakar nabati campuran solar yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (FAME) dan 50 persen solar fosil.&#13;
&#13;
&amp;quot;Begitu juga dengan ketahanan energi. Lucu sekali misalnya Indonesia adalah negara yang paling luas kebun sawitnya, tapi kita bisa kelangkaan minyak goreng, kita bisa kelangkaan energi. Sementara ada alternatif energi yang bisa kita manfaatkan, itulah program B50,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Sugiat juga menyoroti hilirisasi sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing nasional. Selain itu, pembangunan infrastruktur disebut tidak lagi hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga menyentuh infrastruktur sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau selama ini infrastrukturnya tidak menyangkut infrastruktur sosial seperti yang dijelaskan oleh Bang Dahnil tadi, berapa banyak misalnya renovasi sekolah, rumah sakit, jembatan desa, dan lain sebagainya, itu angka-angka yang sangat spektakuler,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Di samping itu, pembangunan sumber daya manusia juga disebut menjadi perhatian utama Prabowo. Menurut Sugiat, pembangunan manusia menjadi fondasi agar Indonesia mampu memenangkan persaingan global.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa Indonesia berdiri untuk membangun manusia, bukan membangun walaupun itu bagian dari kebutuhan kita kenapa tidak membangun jalannya, membangun gedungnya, tapi membangun jiwanya dan membangun badannya,&amp;quot; kata Sugiat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
