<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>24 Duta Lingkungan Dilatih Kelola Sisa Makanan Lewat Budidaya Maggot</title><description>Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat BINAR MATAMU Tim Pengabdi Departemen Ilmu Gizi FKUI.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/22/338/3243421/24-duta-lingkungan-dilatih-kelola-sisa-makanan-lewat-budidaya-maggot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/22/338/3243421/24-duta-lingkungan-dilatih-kelola-sisa-makanan-lewat-budidaya-maggot"/><item><title>24 Duta Lingkungan Dilatih Kelola Sisa Makanan Lewat Budidaya Maggot</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/22/338/3243421/24-duta-lingkungan-dilatih-kelola-sisa-makanan-lewat-budidaya-maggot</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/22/338/3243421/24-duta-lingkungan-dilatih-kelola-sisa-makanan-lewat-budidaya-maggot</guid><pubDate>Selasa 22 September 2026 00:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/21/338/3243421/pelatihan_pengolahan_sampah_organik_melalui_budidaya_maggot-Lcrf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Pelatihan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot program BINAR MATAMU Tim Pengabdi Departemen Ilmu Gizi FKUI.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/21/338/3243421/pelatihan_pengolahan_sampah_organik_melalui_budidaya_maggot-Lcrf_large.jpg</image><title> Pelatihan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot program BINAR MATAMU Tim Pengabdi Departemen Ilmu Gizi FKUI.</title></images><description>BEKASI &amp;mdash; Sebanyak 24 Duta Lingkungan mengikuti pelatihan pengolahan sampah organik sisa makanan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Training of Trainer (ToT) program pengabdian masyarakat BINAR MATAMU (Bijak dan Benar, Makan Tanpa Mubazir) yang digagas oleh Tim Pengabdi Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).&#13;
&#13;
Program BINAR MATAMU dilaksanakan melalui sumber pendanaan Hibah Pengabdian Masyarakat Skema Penugasan, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia Tahun 2026 Nomor PKS-202/UN2.PPM/HKP.05.01/2026.&#13;
&#13;
Sebelum mengikuti praktik budidaya maggot, para peserta mendapatkan penyegaran materi mengenai 5 strategi mengurangi food waste yang telah diperkenalkan melalui program BINAR MATAMU sejak 2025. Sesi ini bertujuan menguatkan kembali pemahaman peserta mengenai upaya mencegah makanan terbuang, sebelum peserta masuk ke tahap lanjutan, yakni bagaimana mengelola sampah organik yang sudah terlanjur dihasilkan.&#13;
&#13;
Pelatihan melalui budidaya maggot BSF mencakup pengenalan maggot BSF, cara pemeliharaan, serta potensi pemanfaatan maggot dan produk turunannya. Tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, peserta juga diperkenalkan secara langsung pada praktik budidaya maggot yang didemonstrasikan oleh instruktur dari Magobox. Melalui demonstrasi tersebut, peserta mempelajari tahapan dasar pemeliharaan maggot BSF dan cara memanfaatkannya untuk mengelola sampah organik rumah tangga.&#13;
&#13;
Selanjutnya, masing-masing Duta Lingkungan mendapat alat praktik untuk digunakan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Praktik tersebut selanjutnya akan dipantau dan didampingi oleh tim pengabdi melalui kegiatan pendampingan dan pemantauan pada tahap berikutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tujuan dari budidaya maggot ini adalah untuk mengurangi sampah organik yang membebani planet kita hingga lebih dari 50 persen. Namun, manfaat dari produk maggot BSF juga banyak, seperti minyak dan tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Jadi tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,&amp;quot; ujar Muamar Hasan, Praktisi BSF dari Magobox.&#13;
&#13;
Ketua Tim Pengabdi BINAR MATAMU, dr. Wiji Lestari, M.Gizi, SpGK(K), mengatakan pelatihan budidaya maggot menjadi bagian penting dalam melengkapi upaya pengelolaan food waste yang telah dibangun bersama masyarakat Kelurahan Bojong Menteng sejak tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Duta lingkungan yang mewakili tiap RW di Kelurahan Bojong Menteng diharapkan dapat mengajak warga menerapkan strategi-strategi pencegahan dalam rangka mengurangi produksi sampah makanan. Untuk sampah makanan yang tidak dapat dihindari tetap bisa dicegah berakhir di tempat pembuangan sampah dengan mendaurnya menjadi hal lain yang berguna, salah satunya dengan budidaya maggot ini,&amp;quot; ujar dr. Wiji Lestari.&#13;
&#13;
Ke-24 peserta yang mengikuti pelatihan merupakan Duta Lingkungan yang menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ToT, mereka diharapkan tidak hanya memahami cara mengurangi food waste, tetapi juga mampu membagikan pengetahuan dan pengalaman praktik pengelolaan sampah organik, termasuk budidaya maggot, kepada warga di sekitar tempat tinggalnya.&#13;
</description><content:encoded>BEKASI &amp;mdash; Sebanyak 24 Duta Lingkungan mengikuti pelatihan pengolahan sampah organik sisa makanan melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Training of Trainer (ToT) program pengabdian masyarakat BINAR MATAMU (Bijak dan Benar, Makan Tanpa Mubazir) yang digagas oleh Tim Pengabdi Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).&#13;
&#13;
Program BINAR MATAMU dilaksanakan melalui sumber pendanaan Hibah Pengabdian Masyarakat Skema Penugasan, Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia Tahun 2026 Nomor PKS-202/UN2.PPM/HKP.05.01/2026.&#13;
&#13;
Sebelum mengikuti praktik budidaya maggot, para peserta mendapatkan penyegaran materi mengenai 5 strategi mengurangi food waste yang telah diperkenalkan melalui program BINAR MATAMU sejak 2025. Sesi ini bertujuan menguatkan kembali pemahaman peserta mengenai upaya mencegah makanan terbuang, sebelum peserta masuk ke tahap lanjutan, yakni bagaimana mengelola sampah organik yang sudah terlanjur dihasilkan.&#13;
&#13;
Pelatihan melalui budidaya maggot BSF mencakup pengenalan maggot BSF, cara pemeliharaan, serta potensi pemanfaatan maggot dan produk turunannya. Tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, peserta juga diperkenalkan secara langsung pada praktik budidaya maggot yang didemonstrasikan oleh instruktur dari Magobox. Melalui demonstrasi tersebut, peserta mempelajari tahapan dasar pemeliharaan maggot BSF dan cara memanfaatkannya untuk mengelola sampah organik rumah tangga.&#13;
&#13;
Selanjutnya, masing-masing Duta Lingkungan mendapat alat praktik untuk digunakan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Praktik tersebut selanjutnya akan dipantau dan didampingi oleh tim pengabdi melalui kegiatan pendampingan dan pemantauan pada tahap berikutnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tujuan dari budidaya maggot ini adalah untuk mengurangi sampah organik yang membebani planet kita hingga lebih dari 50 persen. Namun, manfaat dari produk maggot BSF juga banyak, seperti minyak dan tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak. Jadi tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,&amp;quot; ujar Muamar Hasan, Praktisi BSF dari Magobox.&#13;
&#13;
Ketua Tim Pengabdi BINAR MATAMU, dr. Wiji Lestari, M.Gizi, SpGK(K), mengatakan pelatihan budidaya maggot menjadi bagian penting dalam melengkapi upaya pengelolaan food waste yang telah dibangun bersama masyarakat Kelurahan Bojong Menteng sejak tahun sebelumnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Duta lingkungan yang mewakili tiap RW di Kelurahan Bojong Menteng diharapkan dapat mengajak warga menerapkan strategi-strategi pencegahan dalam rangka mengurangi produksi sampah makanan. Untuk sampah makanan yang tidak dapat dihindari tetap bisa dicegah berakhir di tempat pembuangan sampah dengan mendaurnya menjadi hal lain yang berguna, salah satunya dengan budidaya maggot ini,&amp;quot; ujar dr. Wiji Lestari.&#13;
&#13;
Ke-24 peserta yang mengikuti pelatihan merupakan Duta Lingkungan yang menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ToT, mereka diharapkan tidak hanya memahami cara mengurangi food waste, tetapi juga mampu membagikan pengetahuan dan pengalaman praktik pengelolaan sampah organik, termasuk budidaya maggot, kepada warga di sekitar tempat tinggalnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
