<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Catat Karhutla di 5 Daerah, Minahasa Utara Terluas Capai 60 Hektare</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih terjadi di lima daerah di Indonesia pada periode 20-21 September 2026 hingga pukul 07.00 WIB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/22/340/3243353/bnpb-catat-karhutla-di-5-daerah-minahasa-utara-terluas-capai-60-hektare</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/22/340/3243353/bnpb-catat-karhutla-di-5-daerah-minahasa-utara-terluas-capai-60-hektare"/><item><title>BNPB Catat Karhutla di 5 Daerah, Minahasa Utara Terluas Capai 60 Hektare</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/22/340/3243353/bnpb-catat-karhutla-di-5-daerah-minahasa-utara-terluas-capai-60-hektare</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/22/340/3243353/bnpb-catat-karhutla-di-5-daerah-minahasa-utara-terluas-capai-60-hektare</guid><pubDate>Selasa 22 September 2026 06:10 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/21/340/3243353/karhutla-gTXe_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karhutla (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/21/340/3243353/karhutla-gTXe_large.jpg</image><title>Karhutla (foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih terjadi di lima daerah di Indonesia pada periode 20-21 September 2026 hingga pukul 07.00 WIB.&#13;
&#13;
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengingatkan, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di tengah kondisi musim kemarau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,&amp;rdquo; kata Berton, Senin (21/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berton menegaskan, kondisi musim kemarau dan angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengingat kondisi musim kemarau dan angin kencang sangat berpotensi memicu kebakaran,&amp;rdquo; kata Berton.&#13;
&#13;
Karhutla dengan luas lahan terbesar terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kebakaran melanda kawasan Kaki Gunung Klabat, Desa Klabat, Kecamatan Airmadidi, pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 09.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Luas lahan yang terbakar mencapai 60 hektare. Angin kencang membuat api menyebar dengan cepat. Hingga Minggu (20/9), sekitar 10 hektare lahan masih belum padam dan proses pemadaman dilakukan oleh satgas darat.&#13;
&#13;
BPBD Kabupaten Minahasa Utara bersama unsur gabungan melakukan pemadaman menggunakan tiga unit mobil BPBD, empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Minahasa Utara, dan satu unit Damkar TNI.&#13;
&#13;
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kebakaran di Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, pada Sabtu (19/9) menghanguskan sekitar 4 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (20/9).&#13;
&#13;
Di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kebakaran lahan gambut terjadi di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 12.10 WIB. Sebanyak 2 hektare lahan terbakar. Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang.&#13;
&#13;
Sementara itu, di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, karhutla terjadi di Desa Buyuntaripa, Kecamatan Tojo, dan Desa Sansarino, Kecamatan Ampana. Masing-masing wilayah mengalami kebakaran seluas 1 hektare. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kebakaran terjadi di Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, pada Minggu (20/9). Kebakaran diduga terjadi setelah warga membakar sampah.&#13;
&#13;
Kondisi kemarau dan angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar hingga membakar sekitar 5 hektare lahan.&#13;
&#13;
Berton meminta pemerintah daerah turut meningkatkan pengawasan di wilayah yang rawan terjadi karhutla.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sementara itu pemerintah daerah untuk terus melakukan monitoring di wilayah rawan karhutla, memastikan kesiapan sarpras pemadaman, serta melakukan sosialisasi dan patroli terpadu bersama unsur terkait,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kepulan asap segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera dilakukan penanganan cepat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masih terjadi di lima daerah di Indonesia pada periode 20-21 September 2026 hingga pukul 07.00 WIB.&#13;
&#13;
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengingatkan, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di tengah kondisi musim kemarau.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,&amp;rdquo; kata Berton, Senin (21/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berton menegaskan, kondisi musim kemarau dan angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mengingat kondisi musim kemarau dan angin kencang sangat berpotensi memicu kebakaran,&amp;rdquo; kata Berton.&#13;
&#13;
Karhutla dengan luas lahan terbesar terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kebakaran melanda kawasan Kaki Gunung Klabat, Desa Klabat, Kecamatan Airmadidi, pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 09.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Luas lahan yang terbakar mencapai 60 hektare. Angin kencang membuat api menyebar dengan cepat. Hingga Minggu (20/9), sekitar 10 hektare lahan masih belum padam dan proses pemadaman dilakukan oleh satgas darat.&#13;
&#13;
BPBD Kabupaten Minahasa Utara bersama unsur gabungan melakukan pemadaman menggunakan tiga unit mobil BPBD, empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Minahasa Utara, dan satu unit Damkar TNI.&#13;
&#13;
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kebakaran di Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, pada Sabtu (19/9) menghanguskan sekitar 4 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (20/9).&#13;
&#13;
Di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, kebakaran lahan gambut terjadi di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 12.10 WIB. Sebanyak 2 hektare lahan terbakar. Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang.&#13;
&#13;
Sementara itu, di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, karhutla terjadi di Desa Buyuntaripa, Kecamatan Tojo, dan Desa Sansarino, Kecamatan Ampana. Masing-masing wilayah mengalami kebakaran seluas 1 hektare. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kebakaran terjadi di Desa Kemangguan, Kecamatan Alian, pada Minggu (20/9). Kebakaran diduga terjadi setelah warga membakar sampah.&#13;
&#13;
Kondisi kemarau dan angin yang cukup kencang membuat api cepat menyebar hingga membakar sekitar 5 hektare lahan.&#13;
&#13;
Berton meminta pemerintah daerah turut meningkatkan pengawasan di wilayah yang rawan terjadi karhutla.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sementara itu pemerintah daerah untuk terus melakukan monitoring di wilayah rawan karhutla, memastikan kesiapan sarpras pemadaman, serta melakukan sosialisasi dan patroli terpadu bersama unsur terkait,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kepulan asap segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera dilakukan penanganan cepat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
