<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Lengkap Temuan Jenazah di Enggano Dipastikan Surakhman Awak Kapal Jurnalis</title><description>Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara merupakan awak kapal Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda. Kapal ini dinaiki lima jurnalis bersama tiga awak ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/1/3243711/kronologi-lengkap-temuan-jenazah-di-enggano-dipastikan-surakhman-awak-kapal-jurnalis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/23/1/3243711/kronologi-lengkap-temuan-jenazah-di-enggano-dipastikan-surakhman-awak-kapal-jurnalis"/><item><title>Kronologi Lengkap Temuan Jenazah di Enggano Dipastikan Surakhman Awak Kapal Jurnalis</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/1/3243711/kronologi-lengkap-temuan-jenazah-di-enggano-dipastikan-surakhman-awak-kapal-jurnalis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/23/1/3243711/kronologi-lengkap-temuan-jenazah-di-enggano-dipastikan-surakhman-awak-kapal-jurnalis</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Zen Teguh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/1/3243711/krakatau-X7em_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memberikan keterangan pers tentang hasil identifikasi jenazah Surakhman, awak kapal Arupadhatu I, Rabu (23/9/2026).</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/1/3243711/krakatau-X7em_large.jpg</image><title>Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memberikan keterangan pers tentang hasil identifikasi jenazah Surakhman, awak kapal Arupadhatu I, Rabu (23/9/2026).</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara merupakan awak kapal Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda. Kapal ini dinaiki lima jurnalis bersama tiga awak ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).&#13;
&#13;
Kepastian itu diperoleh berdasarkan hasil Disaster Victim Identification (DVI) yang dilakukan biddokes Polri. &amp;ldquo;Bahwa secara genetik jenazah Mr X (di Pulau Enggano) teridentifikasi sebagai Surakhman, ABK Kapal Arupadhatu,&amp;rdquo; kata &amp;nbsp;Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam konfernsi pers, Rabu (23/9/2026)&#13;
&#13;
Lima jurnalis hilang kontak saat meliput Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Mereka yakni M Bagus Khoirunnas (pewarta foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (pewarta foto Merdeka), Yudistiro Pranoto (pewarta foto iNews.id), Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu Agency) dan Donal Husni, pewarta foto lepas atau freelance.&#13;
&#13;
Bersama para jurnalis terdapat tiga orang dalam kapal yakni Warta (55) sebagai nakhoda, Surakman (60) selaku ABK. Heriyanto (49) selaku pemandu perjalanan.&#13;
&#13;
Berikut kronologi lengkap penemuan awak kapal jurnalis&#13;
&#13;
Senin, 7 September 2026&#13;
- Lima jurnalis menuju Selat Sunda untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka menumpang speedboat KM Arupadhatu I yang diawaki tiga orang, berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten pada pukul 14.00 WIB.&#13;
- Pada pukul 14.42 WIB, salah satu anggota rombongan sempat membagikan lokasi melalui handphone (share location) kepada jurnalis di Lampung. Posisi terakhir tersebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.&#13;
- Pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus. Tim SAR selanjutnya menerima informasi hilang kontak KM Arupadhatu I.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selasa, 8 September 2026&#13;
Operasi pencarian mulai digelar tim SAR gabungan melibatkan kapal besar, kapal TNI AL, serta Rigid Inflatable Boat (RIB). Pencairan dibagi dalam empat sektor dari wilayah Banten dan Lampung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kamis, 10 September&#13;
Tim SAR gabungan menemukan sebuah pelampung dan botol. Namun belum dapat dipastikan apakan pelampung tersebut yang digunakan jurnalis hilang kontak. Polisi lakukan identifikasi.&#13;
&#13;
Sabtu, 12 September&#13;
Kantor SAR Bengkulu menerima laporan penemuan jenazah tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Jenazah berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan tinggi badan 163 cm. Polisi melakukan pencocokan data untuk mengungkap identitas korban.&#13;
&#13;
Rabu, 16 September&#13;
Kepolisian sempat menyatakan jenazah di Pulau Enggano belum memiliki keterkaitan dengan lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda.&#13;
&#13;
Senin, 14 September&#13;
Setelah melakukan pencarian tujuh hari tanpa hasil, Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari.&#13;
&#13;
Kamis, 17 September&#13;
Setelah 10 hari berjalan tanpa mendapatkan hasil, operasi pencarian terhadap 5 jurnalis dan 3 penumpang kapal resmi dihentikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rabu, 23 September&#13;
Poldo Banten memastikan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano merupakan jasad Surakhman, salah satu awak kapal KM Arupadhatu I yang dinaiki jurnalis.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara merupakan awak kapal Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda. Kapal ini dinaiki lima jurnalis bersama tiga awak ketika meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).&#13;
&#13;
Kepastian itu diperoleh berdasarkan hasil Disaster Victim Identification (DVI) yang dilakukan biddokes Polri. &amp;ldquo;Bahwa secara genetik jenazah Mr X (di Pulau Enggano) teridentifikasi sebagai Surakhman, ABK Kapal Arupadhatu,&amp;rdquo; kata &amp;nbsp;Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam konfernsi pers, Rabu (23/9/2026)&#13;
&#13;
Lima jurnalis hilang kontak saat meliput Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Mereka yakni M Bagus Khoirunnas (pewarta foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (pewarta foto Merdeka), Yudistiro Pranoto (pewarta foto iNews.id), Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu Agency) dan Donal Husni, pewarta foto lepas atau freelance.&#13;
&#13;
Bersama para jurnalis terdapat tiga orang dalam kapal yakni Warta (55) sebagai nakhoda, Surakman (60) selaku ABK. Heriyanto (49) selaku pemandu perjalanan.&#13;
&#13;
Berikut kronologi lengkap penemuan awak kapal jurnalis&#13;
&#13;
Senin, 7 September 2026&#13;
- Lima jurnalis menuju Selat Sunda untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Mereka menumpang speedboat KM Arupadhatu I yang diawaki tiga orang, berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten pada pukul 14.00 WIB.&#13;
- Pada pukul 14.42 WIB, salah satu anggota rombongan sempat membagikan lokasi melalui handphone (share location) kepada jurnalis di Lampung. Posisi terakhir tersebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.&#13;
- Pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan terputus. Tim SAR selanjutnya menerima informasi hilang kontak KM Arupadhatu I.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selasa, 8 September 2026&#13;
Operasi pencarian mulai digelar tim SAR gabungan melibatkan kapal besar, kapal TNI AL, serta Rigid Inflatable Boat (RIB). Pencairan dibagi dalam empat sektor dari wilayah Banten dan Lampung.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Kamis, 10 September&#13;
Tim SAR gabungan menemukan sebuah pelampung dan botol. Namun belum dapat dipastikan apakan pelampung tersebut yang digunakan jurnalis hilang kontak. Polisi lakukan identifikasi.&#13;
&#13;
Sabtu, 12 September&#13;
Kantor SAR Bengkulu menerima laporan penemuan jenazah tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Jenazah berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan tinggi badan 163 cm. Polisi melakukan pencocokan data untuk mengungkap identitas korban.&#13;
&#13;
Rabu, 16 September&#13;
Kepolisian sempat menyatakan jenazah di Pulau Enggano belum memiliki keterkaitan dengan lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di perairan Selat Sunda.&#13;
&#13;
Senin, 14 September&#13;
Setelah melakukan pencarian tujuh hari tanpa hasil, Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari.&#13;
&#13;
Kamis, 17 September&#13;
Setelah 10 hari berjalan tanpa mendapatkan hasil, operasi pencarian terhadap 5 jurnalis dan 3 penumpang kapal resmi dihentikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Rabu, 23 September&#13;
Poldo Banten memastikan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano merupakan jasad Surakhman, salah satu awak kapal KM Arupadhatu I yang dinaiki jurnalis.&amp;nbsp;&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
