<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kritik Situasi Gaza, Macron Sebut Kredibilitas Komunitas Internasional Jadi Taruhan</title><description>Macron mengatakan bahwa hukum internasional sedang dilumpuhkan dan mendorong dilakukannya reformasi PBB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/18/3243722/kritik-situasi-gaza-macron-sebut-kredibilitas-komunitas-internasional-jadi-taruhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/23/18/3243722/kritik-situasi-gaza-macron-sebut-kredibilitas-komunitas-internasional-jadi-taruhan"/><item><title>Kritik Situasi Gaza, Macron Sebut Kredibilitas Komunitas Internasional Jadi Taruhan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/18/3243722/kritik-situasi-gaza-macron-sebut-kredibilitas-komunitas-internasional-jadi-taruhan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/23/18/3243722/kritik-situasi-gaza-macron-sebut-kredibilitas-komunitas-internasional-jadi-taruhan</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 14:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/18/3243722/presiden_prancis_emmanuel_macron-SB0b_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prancis Emmanuel Macron. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/18/3243722/presiden_prancis_emmanuel_macron-SB0b_large.jpg</image><title>Presiden Prancis Emmanuel Macron. </title></images><description>NEW YORK - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa &amp;quot;kredibilitas&amp;quot; komunitas internasional dipertaruhkan jika mereka tetap tidak bertindak terkait situasi di Jalur Gaza. Berbicara di depan Majelis Umum PBB pada Selasa (22/9/2026), Macron menyebut pembatasan berkelanjutan terhadap bantuan kemanusiaan sebagai tindakan yang &amp;quot;memalukan&amp;quot;, mengkritik klaim tentang perdamaian di Gaza.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada yang mengklaim bahwa perdamaian telah tercapai, namun hal ini tidak membuka jalan bagi penyaluran bantuan kemanusiaan. Situasi ini sungguh memalukan. Sungguh memalukan bagi kita semua,&amp;quot; ujar Macron.&#13;
&#13;
Ia mempertanyakan kredibilitas negara-negara yang mengakui Palestina namun gagal mengambil tindakan atas situasi kemanusiaan di Gaza.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, apa arti kredibilitas kita jika kita tetap diam dan tidak bertindak terkait Gaza?&amp;quot; tanyanya.&#13;
&#13;
Macron juga mengecam apa yang ia sebut sebagai pelanggaran berkelanjutan di wilayah pendudukan Tepi Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lihatlah apa yang terjadi di Tepi Barat; hari demi hari kita menyaksikan berbagai pelanggaran, dan demi alasan apa? Hamas tidak pernah terlalu aktif di Tepi Barat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan bahwa komunitas internasional harus menjunjung tinggi &amp;quot;hak-hak sah rakyat Palestina,&amp;quot; termasuk hak mereka untuk eksis, sembari menekankan komitmen Prancis terhadap keamanan Israel.&#13;
&#13;
Namun, Macron memperingatkan agar tidak ada argumen yang menyatakan bahwa keamanan Israel mengharuskan pelanggaran terhadap kedaulatan negara-negara tetangga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga mendesak penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon, seraya menyatakan bahwa Lebanon yang berdaulat penuh diperlukan untuk mengatasi keberadaan Hizbullah dan memulihkan keamanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kedaulatan bagi Lebanon dan rakyatnya. Kedaulatan bagi rakyat Palestina. Hak-hak mereka yang paling mendasar sekali lagi dilanggar,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Beralih ke Suriah, Macron menyatakan bahwa Prancis akan terus mendukung kedaulatan dan persatuan negara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Revolusi itu tidak boleh berakhir dengan kekecewaan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Hukum Internasional, Reformasi PBB&#13;
&#13;
Macron juga memperingatkan bahwa hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa sedang menghadapi tantangan serius di tengah berbagai konflik di seluruh dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejahatan perang telah dilakukan secara sistematis dan masif. Kita telah menyaksikan penghancuran infrastruktur sipil serta pelanggaran hak asasi manusia. Ini adalah era baru tindakan barbar,&amp;quot; ujarnya. &amp;quot;Konvensi Jenewa menawarkan kerangka perlindungan, namun kini kerangka itu sedang dilumpuhkan.&amp;quot;&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan kembali dukungan Prancis terhadap Mahkamah Internasional (ICJ), seraya menyatakan bahwa Paris akan terus mendukung &amp;quot;peran sentral&amp;quot; lembaga tersebut. &amp;quot;Kita tidak bisa begitu saja menerima tatanan baru impunitas yang coba dibangun oleh sebagian pihak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pemimpin Prancis itu juga mendesak reformasi Dewan Keamanan PBB, seraya menyatakan bahwa Prancis mendukung langkah-langkah yang bertujuan menjadikan badan tersebut lebih efektif. &amp;quot;Kita harus membuka diri terhadap anggota baru dan kawasan baru.&amp;quot;&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>NEW YORK - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa &amp;quot;kredibilitas&amp;quot; komunitas internasional dipertaruhkan jika mereka tetap tidak bertindak terkait situasi di Jalur Gaza. Berbicara di depan Majelis Umum PBB pada Selasa (22/9/2026), Macron menyebut pembatasan berkelanjutan terhadap bantuan kemanusiaan sebagai tindakan yang &amp;quot;memalukan&amp;quot;, mengkritik klaim tentang perdamaian di Gaza.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada yang mengklaim bahwa perdamaian telah tercapai, namun hal ini tidak membuka jalan bagi penyaluran bantuan kemanusiaan. Situasi ini sungguh memalukan. Sungguh memalukan bagi kita semua,&amp;quot; ujar Macron.&#13;
&#13;
Ia mempertanyakan kredibilitas negara-negara yang mengakui Palestina namun gagal mengambil tindakan atas situasi kemanusiaan di Gaza.&#13;
&#13;
&amp;quot;Namun, apa arti kredibilitas kita jika kita tetap diam dan tidak bertindak terkait Gaza?&amp;quot; tanyanya.&#13;
&#13;
Macron juga mengecam apa yang ia sebut sebagai pelanggaran berkelanjutan di wilayah pendudukan Tepi Barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Lihatlah apa yang terjadi di Tepi Barat; hari demi hari kita menyaksikan berbagai pelanggaran, dan demi alasan apa? Hamas tidak pernah terlalu aktif di Tepi Barat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menegaskan bahwa komunitas internasional harus menjunjung tinggi &amp;quot;hak-hak sah rakyat Palestina,&amp;quot; termasuk hak mereka untuk eksis, sembari menekankan komitmen Prancis terhadap keamanan Israel.&#13;
&#13;
Namun, Macron memperingatkan agar tidak ada argumen yang menyatakan bahwa keamanan Israel mengharuskan pelanggaran terhadap kedaulatan negara-negara tetangga.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga mendesak penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon, seraya menyatakan bahwa Lebanon yang berdaulat penuh diperlukan untuk mengatasi keberadaan Hizbullah dan memulihkan keamanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kedaulatan bagi Lebanon dan rakyatnya. Kedaulatan bagi rakyat Palestina. Hak-hak mereka yang paling mendasar sekali lagi dilanggar,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Beralih ke Suriah, Macron menyatakan bahwa Prancis akan terus mendukung kedaulatan dan persatuan negara tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Revolusi itu tidak boleh berakhir dengan kekecewaan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Hukum Internasional, Reformasi PBB&#13;
&#13;
Macron juga memperingatkan bahwa hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa sedang menghadapi tantangan serius di tengah berbagai konflik di seluruh dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kejahatan perang telah dilakukan secara sistematis dan masif. Kita telah menyaksikan penghancuran infrastruktur sipil serta pelanggaran hak asasi manusia. Ini adalah era baru tindakan barbar,&amp;quot; ujarnya. &amp;quot;Konvensi Jenewa menawarkan kerangka perlindungan, namun kini kerangka itu sedang dilumpuhkan.&amp;quot;&#13;
&#13;
Ia juga menegaskan kembali dukungan Prancis terhadap Mahkamah Internasional (ICJ), seraya menyatakan bahwa Paris akan terus mendukung &amp;quot;peran sentral&amp;quot; lembaga tersebut. &amp;quot;Kita tidak bisa begitu saja menerima tatanan baru impunitas yang coba dibangun oleh sebagian pihak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Pemimpin Prancis itu juga mendesak reformasi Dewan Keamanan PBB, seraya menyatakan bahwa Prancis mendukung langkah-langkah yang bertujuan menjadikan badan tersebut lebih efektif. &amp;quot;Kita harus membuka diri terhadap anggota baru dan kawasan baru.&amp;quot;&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
