<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! Surakhman, Awak Kapal Rombongan 5 Jurnalis Hilang Ditemukan</title><description>Teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Mayat tersebut ternyata Abah Surakhman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak bersama lima jurnalis di Selat Sunda sejak Senin 7 September 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243708/breaking-news-surakhman-awak-kapal-rombongan-5-jurnalis-hilang-ditemukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243708/breaking-news-surakhman-awak-kapal-rombongan-5-jurnalis-hilang-ditemukan"/><item><title>Breaking News! Surakhman, Awak Kapal Rombongan 5 Jurnalis Hilang Ditemukan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243708/breaking-news-surakhman-awak-kapal-rombongan-5-jurnalis-hilang-ditemukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243708/breaking-news-surakhman-awak-kapal-rombongan-5-jurnalis-hilang-ditemukan</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243708/lima_jurnalis_hilang-qwJk_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi pers pencarian lima jurnalis hilang (Foto: Tangkapan layar Youtube Polda Banten)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243708/lima_jurnalis_hilang-qwJk_large.jpg</image><title>Konferensi pers pencarian lima jurnalis hilang (Foto: Tangkapan layar Youtube Polda Banten)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Mayat tersebut ternyata Abah Surakhman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak bersama lima jurnalis di Selat Sunda sejak Senin 7 September 2026.&#13;
&#13;
Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Khayapu tersebut dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan yang identik.&#13;
&#13;
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, setelah mendapat informasi dari Polda Bengkulu terkait penemuan Mr X di Pulau Enggano, jenazah tersebut diamankan. Kemudian, dilakukan pengecekan DNA&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, operasi DVI Polri terhadap jenazah Mr X secara genetik, teridentifikasi sebagai Surakhman atau ABK kapal ayah biologis dari Tuan Yayat,&amp;quot; ujar Kapolda saat saat konferensi pers, Rabu (23/9/2026),&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penemuan Abah Surakhman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rombongan jurnalis diketahui ada delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Sementara Surakhman, dalam kehidupan sehari-hari, pria berusia 60 tahun asal Carita, Pandeglang ini dikenal sebagai sosok yang hangat serta menjadi tulang punggung utama keluarga yang dengan tulus merawat kakaknya yang menyandang tunanetra.&#13;
&#13;
Pihak berwenang menyampaikan rencana selanjutnya adalah melakukan proses penyerahan jenazah dari pihak Kepolisian/Polairud Bengkulu kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka. Penemuan posisi jasad Abah Surakhman di perairan Pulau Enggano kini menjadi petunjuk baru dan arah fokus krusial bagi keluarga korban lainnya yang hingga kini masih terus berikhtiar melakukan pencarian mandiri demi menemukan tujuh korban tersisa yang masih hilang.&#13;
&#13;
Berikut identitas lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut:&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
1. Warta (Kapten kapal), 55 tahun.&#13;
&#13;
2. Surakhman (ABK), 60 tahun.&#13;
&#13;
3. Heriyanto (Guide), 49 tahun.&#13;
&#13;
4. M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Antara).&#13;
&#13;
5. Arie Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com).&#13;
&#13;
6. Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id), 43 tahun.&#13;
&#13;
7. Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency).&#13;
&#13;
8. Donal Husni (Freelance).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Mayat tersebut ternyata Abah Surakhman (60), salah satu anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak bersama lima jurnalis di Selat Sunda sejak Senin 7 September 2026.&#13;
&#13;
Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Khayapu tersebut dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan yang identik.&#13;
&#13;
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, setelah mendapat informasi dari Polda Bengkulu terkait penemuan Mr X di Pulau Enggano, jenazah tersebut diamankan. Kemudian, dilakukan pengecekan DNA&#13;
&#13;
&amp;quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, operasi DVI Polri terhadap jenazah Mr X secara genetik, teridentifikasi sebagai Surakhman atau ABK kapal ayah biologis dari Tuan Yayat,&amp;quot; ujar Kapolda saat saat konferensi pers, Rabu (23/9/2026),&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Penemuan Abah Surakhman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Rombongan jurnalis diketahui ada delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Sementara Surakhman, dalam kehidupan sehari-hari, pria berusia 60 tahun asal Carita, Pandeglang ini dikenal sebagai sosok yang hangat serta menjadi tulang punggung utama keluarga yang dengan tulus merawat kakaknya yang menyandang tunanetra.&#13;
&#13;
Pihak berwenang menyampaikan rencana selanjutnya adalah melakukan proses penyerahan jenazah dari pihak Kepolisian/Polairud Bengkulu kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka. Penemuan posisi jasad Abah Surakhman di perairan Pulau Enggano kini menjadi petunjuk baru dan arah fokus krusial bagi keluarga korban lainnya yang hingga kini masih terus berikhtiar melakukan pencarian mandiri demi menemukan tujuh korban tersisa yang masih hilang.&#13;
&#13;
Berikut identitas lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut:&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
1. Warta (Kapten kapal), 55 tahun.&#13;
&#13;
2. Surakhman (ABK), 60 tahun.&#13;
&#13;
3. Heriyanto (Guide), 49 tahun.&#13;
&#13;
4. M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Antara).&#13;
&#13;
5. Arie Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com).&#13;
&#13;
6. Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id), 43 tahun.&#13;
&#13;
7. Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu Agency).&#13;
&#13;
8. Donal Husni (Freelance).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
