<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenazah Surakhman ABK Rombongan 5 Jurnalis Bakal Diterbangkan ke Banten Besok</title><description>Jenazah Surakhman yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, bakal diterbangkan ke Banten besok, Kamis 24 September 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243712/jenazah-surakhman-abk-rombongan-5-jurnalis-bakal-diterbangkan-ke-banten-besok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243712/jenazah-surakhman-abk-rombongan-5-jurnalis-bakal-diterbangkan-ke-banten-besok"/><item><title>Jenazah Surakhman ABK Rombongan 5 Jurnalis Bakal Diterbangkan ke Banten Besok</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243712/jenazah-surakhman-abk-rombongan-5-jurnalis-bakal-diterbangkan-ke-banten-besok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243712/jenazah-surakhman-abk-rombongan-5-jurnalis-bakal-diterbangkan-ke-banten-besok</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243712/polda_banten-RSOZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Banten Irjen Hengki (Foto: Tangkapan layar Youtube Polda Banten)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243712/polda_banten-RSOZ_large.jpg</image><title>Kapolda Banten Irjen Hengki (Foto: Tangkapan layar Youtube Polda Banten)</title></images><description>JAKARTA - Jenazah Surakhman yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, bakal diterbangkan ke Banten besok, Kamis 24 September 2026. Jasad Surakhman berhasil teridentifikasi setelah ditemukannya jasad di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jenazah akan dikirim, diberangkatkan besok dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Akan diterima bersama Gubernur, Basarnas, tim terpadu menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soetta,&amp;quot; kata Kapolda Banten Irjen Hengki dalam jumpa pers, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, Hengki belum memaparkan detail soal waktu pemulangan jenazah tersebut. Hingga kini, jenazah masih dilakukan persiapan di Bengkulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Besok kita tinggal lihat jam, waktu masih dilakukan persiapan di Bengkulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Tim kedokteran forensik kepolisian resmi mengumumkan bahwa jasad tersebut identik dengan Abah Surakman (60), salah satu ABK KM Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026 lalu.&#13;
&#13;
Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Kahyapu tersebut dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan yang identik.&#13;
&#13;
Penemuan Abah Surakhman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu. Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan delapan orang, terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu, yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakmman (60) selaku anak buah kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Arie Basuki (jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (jurnalis iNews), Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Jenazah Surakhman yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, bakal diterbangkan ke Banten besok, Kamis 24 September 2026. Jasad Surakhman berhasil teridentifikasi setelah ditemukannya jasad di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jenazah akan dikirim, diberangkatkan besok dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Akan diterima bersama Gubernur, Basarnas, tim terpadu menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soetta,&amp;quot; kata Kapolda Banten Irjen Hengki dalam jumpa pers, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, Hengki belum memaparkan detail soal waktu pemulangan jenazah tersebut. Hingga kini, jenazah masih dilakukan persiapan di Bengkulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Besok kita tinggal lihat jam, waktu masih dilakukan persiapan di Bengkulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Tim kedokteran forensik kepolisian resmi mengumumkan bahwa jasad tersebut identik dengan Abah Surakman (60), salah satu ABK KM Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026 lalu.&#13;
&#13;
Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Kahyapu tersebut dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan yang identik.&#13;
&#13;
Penemuan Abah Surakhman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu. Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan delapan orang, terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu, yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakmman (60) selaku anak buah kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Arie Basuki (jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (jurnalis iNews), Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
