<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ABK Rombongan Jurnalis Teridentifikasi, Polisi: Dapat Dipertanggungjawabkan</title><description>Polri resmi mengumumkan telah menemukan jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman, yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243715/abk-rombongan-jurnalis-teridentifikasi-polisi-dapat-dipertanggungjawabkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243715/abk-rombongan-jurnalis-teridentifikasi-polisi-dapat-dipertanggungjawabkan"/><item><title>ABK Rombongan Jurnalis Teridentifikasi, Polisi: Dapat Dipertanggungjawabkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243715/abk-rombongan-jurnalis-teridentifikasi-polisi-dapat-dipertanggungjawabkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243715/abk-rombongan-jurnalis-teridentifikasi-polisi-dapat-dipertanggungjawabkan</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243715/polda_banten-oaOq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Banten, Irjen Hengki (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243715/polda_banten-oaOq_large.jpg</image><title>Kapolda Banten, Irjen Hengki (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polri resmi mengumumkan telah menemukan jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman, yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Kapolda Banten, Irjen Hengki mengungkapkan, penemuan jasad tersebut bermula dari ditemukannya sesosok mayat di perairan Enggano, Bengkulu. Identifikasi tersebut berhasil setelah dilakukan pencocokan DNA keluarga delapan orang dalam rombongan tersebut.&#13;
&#13;
Hengki menegaskan, proses identifikasi dilakukan secara profesional oleh ahli di bidangnya. Oleh karena itu, Hengki memastikan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara keahlian dari Biddokkes Polri yang melakukan DNA dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,&amp;quot; kata Hengki dalam jumpa pers, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hengki menyebut, jenazah Surakman akan dibawa ke Banten dari Bengkulu pada Kamis (24/9/2026). Rencananya, Surakman akan diterbangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).&#13;
&#13;
&amp;quot;Jenazah akan dikirim, diberangkatkan besok dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Akan diterima bersama Gubernur, Basarnas, tim terpadu menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soetta,&amp;quot; ujar Hengki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, Hengki belum memaparkan detail waktu pemulangan jenazah tersebut. Hingga kini, jenazah masih dalam proses persiapan di Bengkulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Besok kita tinggal lihat jam, waktu masih dilakukan persiapan di Bengkulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Tim kedokteran forensik kepolisian resmi mengumumkan bahwa jasad tersebut identik dengan Abah Surakman (60), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026.&#13;
&#13;
Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Kahyapu dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan identik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penemuan Abah Surakman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku Anak Buah Kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Arie Basuki (jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (jurnalis iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polri resmi mengumumkan telah menemukan jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman, yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Kapolda Banten, Irjen Hengki mengungkapkan, penemuan jasad tersebut bermula dari ditemukannya sesosok mayat di perairan Enggano, Bengkulu. Identifikasi tersebut berhasil setelah dilakukan pencocokan DNA keluarga delapan orang dalam rombongan tersebut.&#13;
&#13;
Hengki menegaskan, proses identifikasi dilakukan secara profesional oleh ahli di bidangnya. Oleh karena itu, Hengki memastikan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara keahlian dari Biddokkes Polri yang melakukan DNA dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,&amp;quot; kata Hengki dalam jumpa pers, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hengki menyebut, jenazah Surakman akan dibawa ke Banten dari Bengkulu pada Kamis (24/9/2026). Rencananya, Surakman akan diterbangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).&#13;
&#13;
&amp;quot;Jenazah akan dikirim, diberangkatkan besok dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Akan diterima bersama Gubernur, Basarnas, tim terpadu menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soetta,&amp;quot; ujar Hengki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, Hengki belum memaparkan detail waktu pemulangan jenazah tersebut. Hingga kini, jenazah masih dalam proses persiapan di Bengkulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Besok kita tinggal lihat jam, waktu masih dilakukan persiapan di Bengkulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Tim kedokteran forensik kepolisian resmi mengumumkan bahwa jasad tersebut identik dengan Abah Surakman (60), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026.&#13;
&#13;
Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Kahyapu dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan identik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penemuan Abah Surakman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku Anak Buah Kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Arie Basuki (jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (jurnalis iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
