<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jasad ABK Rombongan Jurnalis Teridentifikasi Lewat Tes DNA</title><description>Polri menyatakan bahwa jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman, yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, teridentifikasi melalui tes DNA pihak keluarga.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243723/jasad-abk-rombongan-jurnalis-teridentifikasi-lewat-tes-dna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243723/jasad-abk-rombongan-jurnalis-teridentifikasi-lewat-tes-dna"/><item><title>Jasad ABK Rombongan Jurnalis Teridentifikasi Lewat Tes DNA</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243723/jasad-abk-rombongan-jurnalis-teridentifikasi-lewat-tes-dna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243723/jasad-abk-rombongan-jurnalis-teridentifikasi-lewat-tes-dna</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243723/kapolda_banten_irjen_pol_hengki-mou5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat jumpa pers 5 jurnalis hilang (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243723/kapolda_banten_irjen_pol_hengki-mou5_large.jpg</image><title>Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat jumpa pers 5 jurnalis hilang (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polri menyatakan bahwa jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman, yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, teridentifikasi melalui tes DNA pihak keluarga.&#13;
&#13;
Kapolda Banten, Irjen Hengki mengungkapkan, jasad tersebut dicocokkan dengan sampel antemortem atau DNA dari keluarga delapan orang dalam rombongan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu jalan dari antemortem keluarga korban dicocokkan dengan jenazah, maka hasil pemeriksaan DNA dinyatakan identik dari Pak Surakman dan ayah biologis Tuan Yayat,&amp;quot; kata Hengki, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Hengki, dalam proses identifikasi jasad, tim DVI selalu menghadapi kesulitan yang berbeda-beda. Salah satunya apabila kondisi jasad sudah mengalami kerusakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemeriksaan DNA banyak kendala, contoh wajah tidak ada, habis dimakan ikan atau karena lama di dasar laut. Karena itu, si pemeriksa DNA itu yang menjadi tugas Kabid Dokkes tes DNA,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hengki menegaskan, proses identifikasi tersebut dilakukan secara profesional oleh ahli di bidangnya. Oleh karena itu, Hengki memastikan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara keahlian dari Biddokkes Polri yang lakukan DNA dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,&amp;quot; kata Hengki dalam jumpa pers, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Hengki menyebut, jenazah Surakman akan dibawa ke Banten dari Bengkulu pada Kamis, 24 September 2026. Rencananya, Surakman akan diterbangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).&#13;
&#13;
&amp;quot;Jenazah akan dikirim, diberangkatkan besok dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), akan diterima bersama Gubernur, Basarnas, tim terpadu menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soetta,&amp;quot; ujar Hengki.&#13;
&#13;
Namun, Hengki belum memaparkan detail waktu pemulangan jenazah tersebut. Hingga kini, jenazah masih dalam proses persiapan di Bengkulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Besok kita tinggal lihat jam, waktu masih dilakukan persiapan di Bengkulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Tim kedokteran forensik kepolisian resmi mengumumkan bahwa jasad tersebut identik dengan Abah Surakman (60), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026.&#13;
&#13;
Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Kahyapu dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan identik.&#13;
&#13;
Penemuan Abah Surakman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku Anak Buah Kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Arie Basuki (jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (jurnalis iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polri menyatakan bahwa jasad Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I, Surakman, yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, teridentifikasi melalui tes DNA pihak keluarga.&#13;
&#13;
Kapolda Banten, Irjen Hengki mengungkapkan, jasad tersebut dicocokkan dengan sampel antemortem atau DNA dari keluarga delapan orang dalam rombongan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Salah satu jalan dari antemortem keluarga korban dicocokkan dengan jenazah, maka hasil pemeriksaan DNA dinyatakan identik dari Pak Surakman dan ayah biologis Tuan Yayat,&amp;quot; kata Hengki, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Hengki, dalam proses identifikasi jasad, tim DVI selalu menghadapi kesulitan yang berbeda-beda. Salah satunya apabila kondisi jasad sudah mengalami kerusakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemeriksaan DNA banyak kendala, contoh wajah tidak ada, habis dimakan ikan atau karena lama di dasar laut. Karena itu, si pemeriksa DNA itu yang menjadi tugas Kabid Dokkes tes DNA,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hengki menegaskan, proses identifikasi tersebut dilakukan secara profesional oleh ahli di bidangnya. Oleh karena itu, Hengki memastikan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.&#13;
&#13;
&amp;quot;Secara keahlian dari Biddokkes Polri yang lakukan DNA dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,&amp;quot; kata Hengki dalam jumpa pers, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Hengki menyebut, jenazah Surakman akan dibawa ke Banten dari Bengkulu pada Kamis, 24 September 2026. Rencananya, Surakman akan diterbangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).&#13;
&#13;
&amp;quot;Jenazah akan dikirim, diberangkatkan besok dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), akan diterima bersama Gubernur, Basarnas, tim terpadu menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soetta,&amp;quot; ujar Hengki.&#13;
&#13;
Namun, Hengki belum memaparkan detail waktu pemulangan jenazah tersebut. Hingga kini, jenazah masih dalam proses persiapan di Bengkulu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Besok kita tinggal lihat jam, waktu masih dilakukan persiapan di Bengkulu,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, teka-teki penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terkuak. Tim kedokteran forensik kepolisian resmi mengumumkan bahwa jasad tersebut identik dengan Abah Surakman (60), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang hilang kontak di Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026.&#13;
&#13;
Kepastian ini didapatkan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes melakukan proses pencocokan DNA dari jasad yang ditemukan warga di pesisir Desa Kahyapu dengan sampel DNA pihak keluarga yang diserahkan melalui posko kepolisian. Hasil pengujian laboratorium menyatakan bahwa kedua sampel memiliki kecocokan identik.&#13;
&#13;
Penemuan Abah Surakman di perairan Bengkulu menjadi titik terang pertama sekaligus kabar duka yang mendalam setelah Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian massal beberapa waktu lalu.&#13;
&#13;
Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu yang dilaporkan hilang saat hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku Anak Buah Kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Arie Basuki (jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (jurnalis iNews), Anadolu Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (freelance).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
