<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Kuliah Gratis di PTN</title><description>Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus untuk mengkaji rencana menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN). Kajian tersebut akan dipimpin Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243808/prabowo-bentuk-tim-khusus-kaji-rencana-kuliah-gratis-di-ptn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243808/prabowo-bentuk-tim-khusus-kaji-rencana-kuliah-gratis-di-ptn"/><item><title>Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Kuliah Gratis di PTN</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243808/prabowo-bentuk-tim-khusus-kaji-rencana-kuliah-gratis-di-ptn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/23/337/3243808/prabowo-bentuk-tim-khusus-kaji-rencana-kuliah-gratis-di-ptn</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243808/prabowo-AeOq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto (Foto: Binti M/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/337/3243808/prabowo-AeOq_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto (Foto: Binti M/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus untuk mengkaji rencana menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN). Kajian tersebut akan dipimpin Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.&#13;
&#13;
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, tim khusus dibentuk setelah rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut Brian, Prabowo meminta penghitungan mengenai rencana kuliah gratis dilakukan secara lebih mendalam, termasuk terkait kebutuhan anggaran dan tahapan pelaksanaannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaah lebih dalam lagi. Dibentuk tim khusus yang dipimpin Pak Menko PMK untuk men-breakdown lagi hitungan-hitungan,&amp;quot; kata Brian.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tim tersebut tidak hanya melibatkan Pratikno dan Brian. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya juga akan dilibatkan.&#13;
&#13;
Kajian ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua pekan hingga satu bulan. Hasilnya kemudian akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo sebagai bahan untuk menentukan langkah selanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nantinya kita akan melaporkan kembali kepada Bapak Presiden, dipimpin oleh Pak Menko, untuk menetapkan bagaimana langkah-langkah dan tahapan-tahapannya, sehingga keinginan dan arahan Bapak Presiden untuk menggratiskan perguruan tinggi negeri ini dapat dilakukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Brian menuturkan, Kemendiktisaintek sebelumnya telah melakukan kajian awal mengenai kebutuhan anggaran untuk menjalankan program kuliah gratis. Perhitungan tersebut antara lain mencakup uang kuliah tunggal (UKT), iuran pengembangan institusi (IPI), serta komponen pendapatan lain yang digunakan perguruan tinggi untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan.&#13;
&#13;
Kemendiktisaintek juga telah memiliki data mengenai kebutuhan biaya setiap mahasiswa berdasarkan program studi. Namun, berbagai perhitungan tersebut masih akan dibahas kembali dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapannya, tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan. Namun, tentu kita akan melalui tahapan-tahapan, tidak langsung,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membentuk tim khusus untuk mengkaji rencana menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN). Kajian tersebut akan dipimpin Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.&#13;
&#13;
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan, tim khusus dibentuk setelah rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut Brian, Prabowo meminta penghitungan mengenai rencana kuliah gratis dilakukan secara lebih mendalam, termasuk terkait kebutuhan anggaran dan tahapan pelaksanaannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaah lebih dalam lagi. Dibentuk tim khusus yang dipimpin Pak Menko PMK untuk men-breakdown lagi hitungan-hitungan,&amp;quot; kata Brian.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tim tersebut tidak hanya melibatkan Pratikno dan Brian. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya juga akan dilibatkan.&#13;
&#13;
Kajian ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua pekan hingga satu bulan. Hasilnya kemudian akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo sebagai bahan untuk menentukan langkah selanjutnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nantinya kita akan melaporkan kembali kepada Bapak Presiden, dipimpin oleh Pak Menko, untuk menetapkan bagaimana langkah-langkah dan tahapan-tahapannya, sehingga keinginan dan arahan Bapak Presiden untuk menggratiskan perguruan tinggi negeri ini dapat dilakukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Brian menuturkan, Kemendiktisaintek sebelumnya telah melakukan kajian awal mengenai kebutuhan anggaran untuk menjalankan program kuliah gratis. Perhitungan tersebut antara lain mencakup uang kuliah tunggal (UKT), iuran pengembangan institusi (IPI), serta komponen pendapatan lain yang digunakan perguruan tinggi untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan.&#13;
&#13;
Kemendiktisaintek juga telah memiliki data mengenai kebutuhan biaya setiap mahasiswa berdasarkan program studi. Namun, berbagai perhitungan tersebut masih akan dibahas kembali dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).&#13;
&#13;
&amp;quot;Harapannya, tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan. Namun, tentu kita akan melalui tahapan-tahapan, tidak langsung,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
