<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebakaran Permukiman di Kebayoran Lama Jaksel, 180 Jiwa Terdampak</title><description>Sebanyak 180 jiwa terdampak kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk, di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa 22 September 2026 malam.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/338/3243642/kebakaran-permukiman-di-kebayoran-lama-jaksel-180-jiwa-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/23/338/3243642/kebakaran-permukiman-di-kebayoran-lama-jaksel-180-jiwa-terdampak"/><item><title>Kebakaran Permukiman di Kebayoran Lama Jaksel, 180 Jiwa Terdampak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/338/3243642/kebakaran-permukiman-di-kebayoran-lama-jaksel-180-jiwa-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/23/338/3243642/kebakaran-permukiman-di-kebayoran-lama-jaksel-180-jiwa-terdampak</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 07:53 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/338/3243642/kebakaran_permukiman_di_kebayoran_lama_jaksel-oiAn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran Permukiman di Kebayoran Lama Jaksel (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/338/3243642/kebakaran_permukiman_di_kebayoran_lama_jaksel-oiAn_large.jpg</image><title>Kebakaran Permukiman di Kebayoran Lama Jaksel (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sebanyak 180 jiwa terdampak kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk, di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa 22 September 2026 malam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jumlah jiwa yang terdampak 180 jiwa, dan 60 kepala keluarga (KK),&amp;rdquo; kata Kasi Ops Gulkarmat Jakarta Selatan, Sjukri, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Dia menerangkan, kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik dari salah satu tempat usaha makanan yang berada di sana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Api berawal dari warteg dan menjalar ke bengkel ban,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kejadian bermula saat Nanang, pemilik warteg, sedang berjualan. Ia mendapat laporan warga mengenai kebakaran di bagian atas kontrakan. Kemudian, Nanang dibantu warga mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun gagal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga berusaha memadamkan api menggunakan APAR namun gagal,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Alhasil, warga melapor kepada petugas pemadam. Sebanyak 24 unit mobil pemadam dengan 128 personel dikerahkan ke lokasi. Petugas tiba pertama kali pukul 20.39 WIB dan mulai melakukan pemadaman pukul 20.41 WIB.&#13;
&#13;
Api berhasil dilokalisir pukul 21.20 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan mulai pukul 21.33 WIB. Ia memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sebanyak 180 jiwa terdampak kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk, di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa 22 September 2026 malam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jumlah jiwa yang terdampak 180 jiwa, dan 60 kepala keluarga (KK),&amp;rdquo; kata Kasi Ops Gulkarmat Jakarta Selatan, Sjukri, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Dia menerangkan, kebakaran tersebut diduga akibat korsleting listrik dari salah satu tempat usaha makanan yang berada di sana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Api berawal dari warteg dan menjalar ke bengkel ban,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kejadian bermula saat Nanang, pemilik warteg, sedang berjualan. Ia mendapat laporan warga mengenai kebakaran di bagian atas kontrakan. Kemudian, Nanang dibantu warga mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), namun gagal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Warga berusaha memadamkan api menggunakan APAR namun gagal,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Alhasil, warga melapor kepada petugas pemadam. Sebanyak 24 unit mobil pemadam dengan 128 personel dikerahkan ke lokasi. Petugas tiba pertama kali pukul 20.39 WIB dan mulai melakukan pemadaman pukul 20.41 WIB.&#13;
&#13;
Api berhasil dilokalisir pukul 21.20 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan mulai pukul 21.33 WIB. Ia memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
