<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemprov DKI Terus Kebut Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global</title><description>Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan mitra internasional untuk mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/338/3243839/pemprov-dki-terus-kebut-wujudkan-jakarta-sebagai-kota-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/23/338/3243839/pemprov-dki-terus-kebut-wujudkan-jakarta-sebagai-kota-global"/><item><title>Pemprov DKI Terus Kebut Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/23/338/3243839/pemprov-dki-terus-kebut-wujudkan-jakarta-sebagai-kota-global</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/23/338/3243839/pemprov-dki-terus-kebut-wujudkan-jakarta-sebagai-kota-global</guid><pubDate>Rabu 23 September 2026 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/23/338/3243839/monas-RkVv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tugu Monumen Nasional (Foto: Instagram monumen Nasional)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/23/338/3243839/monas-RkVv_large.jpg</image><title>Tugu Monumen Nasional (Foto: Instagram monumen Nasional)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan mitra internasional untuk mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.&#13;
&#13;
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania menyatakan, pembangunan kota tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah.&#13;
&#13;
Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk merumuskan kebijakan dan solusi yang mampu menjawab berbagai tantangan perkotaan secara berkelanjutan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Atika dalam agenda Sampoerna University dan PRID Bappeda DKI Jakarta bertajuk Dorong Kolaborasi Strategis Lintas Sektor Menuju Jakarta 500, Selasa 22 September 2026.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Atika juga membuka secara resmi simposium internasional Advancing Urban Sustainability.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atika menjelaskan, Jakarta tengah menjalani transformasi signifikan sebagai salah satu pusat ekonomi utama Indonesia sekaligus kawasan metropolitan penting di Asia Tenggara.&#13;
&#13;
Dengan posisi tersebut, Jakarta memiliki tanggung jawab pembangunan yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemprov DKI Jakarta memiliki aspirasi untuk membangun kota yang terhubung secara global, dinamis secara ekonomi, berkelanjutan dari sisi lingkungan, inklusif secara sosial, dan tangguh bagi generasi mendatang,&amp;rdquo; ujar Atika dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Arah pembangunan tersebut tercermin dalam visi pembangunan jangka panjang Jakarta 2025-2045 yang menempatkan Jakarta pada jalur menuju kota global yang kompetitif, berkelanjutan, dan sejahtera.&#13;
&#13;
Selain itu, Jakarta juga memiliki ambisi jangka panjang melalui agenda Jakarta Rise to 20, yakni masuk dalam jajaran 20 kota global teratas di dunia pada 2045.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menegaskan, target tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bukan sekadar target untuk meningkatkan posisi kita dalam pemeringkatan global. Ini merupakan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian, memperluas peluang, meningkatkan konektivitas, dan memastikan pertumbuhan berjalan seiring dengan keberlanjutan serta inklusi,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Dekan Faculty of Engineering and Technology Sampoerna University sekaligus Symposium Chair, Dr. Farid Triawan, mengatakan perguruan tinggi memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pengetahuan, riset, dan perspektif akademik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampoerna University merupakan bagian dari Jakarta, sehingga kami ingin turut berperan dalam menjawab tantangan dan membangun masa depan kota ini. Kami melihat perguruan tinggi memiliki kesempatan untuk mengambil langkah proaktif melalui pengetahuan, riset, dan perspektif akademik yang dimilikinya,&amp;rdquo; kata Farid.&#13;
&#13;
Menurutnya, simposium tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mempelajari berbagai perspektif mengenai pembangunan kota.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap keahlian dan riset yang kami bawa dapat memperkaya pembahasan serta menghasilkan *insight* yang relevan bagi pembangunan Jakarta, sekaligus mendukung cita-cita Jakarta menjadi kota global yang mampu menarik talenta terbaik,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan mitra internasional untuk mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.&#13;
&#13;
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania menyatakan, pembangunan kota tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah.&#13;
&#13;
Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan untuk merumuskan kebijakan dan solusi yang mampu menjawab berbagai tantangan perkotaan secara berkelanjutan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hal tersebut disampaikan Atika dalam agenda Sampoerna University dan PRID Bappeda DKI Jakarta bertajuk Dorong Kolaborasi Strategis Lintas Sektor Menuju Jakarta 500, Selasa 22 September 2026.&#13;
&#13;
Dalam kesempatan tersebut, Atika juga membuka secara resmi simposium internasional Advancing Urban Sustainability.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Atika menjelaskan, Jakarta tengah menjalani transformasi signifikan sebagai salah satu pusat ekonomi utama Indonesia sekaligus kawasan metropolitan penting di Asia Tenggara.&#13;
&#13;
Dengan posisi tersebut, Jakarta memiliki tanggung jawab pembangunan yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemprov DKI Jakarta memiliki aspirasi untuk membangun kota yang terhubung secara global, dinamis secara ekonomi, berkelanjutan dari sisi lingkungan, inklusif secara sosial, dan tangguh bagi generasi mendatang,&amp;rdquo; ujar Atika dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Arah pembangunan tersebut tercermin dalam visi pembangunan jangka panjang Jakarta 2025-2045 yang menempatkan Jakarta pada jalur menuju kota global yang kompetitif, berkelanjutan, dan sejahtera.&#13;
&#13;
Selain itu, Jakarta juga memiliki ambisi jangka panjang melalui agenda Jakarta Rise to 20, yakni masuk dalam jajaran 20 kota global teratas di dunia pada 2045.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menegaskan, target tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bukan sekadar target untuk meningkatkan posisi kita dalam pemeringkatan global. Ini merupakan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat perekonomian, memperluas peluang, meningkatkan konektivitas, dan memastikan pertumbuhan berjalan seiring dengan keberlanjutan serta inklusi,&amp;rdquo; ujarnya, dikutip Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Dekan Faculty of Engineering and Technology Sampoerna University sekaligus Symposium Chair, Dr. Farid Triawan, mengatakan perguruan tinggi memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pengetahuan, riset, dan perspektif akademik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampoerna University merupakan bagian dari Jakarta, sehingga kami ingin turut berperan dalam menjawab tantangan dan membangun masa depan kota ini. Kami melihat perguruan tinggi memiliki kesempatan untuk mengambil langkah proaktif melalui pengetahuan, riset, dan perspektif akademik yang dimilikinya,&amp;rdquo; kata Farid.&#13;
&#13;
Menurutnya, simposium tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mempelajari berbagai perspektif mengenai pembangunan kota.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami berharap keahlian dan riset yang kami bawa dapat memperkaya pembahasan serta menghasilkan *insight* yang relevan bagi pembangunan Jakarta, sekaligus mendukung cita-cita Jakarta menjadi kota global yang mampu menarik talenta terbaik,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
