<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkuat Kerja Sama, Indonesia Jalin Perjanjian Bebas Visa Diplomatik dan Dinas dengan 3 Negara</title><description>Langkah ini merupakan upaya konkret memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dengan ketiga negara tersebut. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/24/18/3244015/perkuat-kerja-sama-indonesia-jalin-perjanjian-bebas-visa-diplomatik-dan-dinas-dengan-3-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/24/18/3244015/perkuat-kerja-sama-indonesia-jalin-perjanjian-bebas-visa-diplomatik-dan-dinas-dengan-3-negara"/><item><title>Perkuat Kerja Sama, Indonesia Jalin Perjanjian Bebas Visa Diplomatik dan Dinas dengan 3 Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/24/18/3244015/perkuat-kerja-sama-indonesia-jalin-perjanjian-bebas-visa-diplomatik-dan-dinas-dengan-3-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/24/18/3244015/perkuat-kerja-sama-indonesia-jalin-perjanjian-bebas-visa-diplomatik-dan-dinas-dengan-3-negara</guid><pubDate>Kamis 24 September 2026 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/24/18/3244015/menteri_luar_negeri_ri_sugiono-Tegi_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri RI Sugiono menandatangani perjanjian bebas visa diplomatik dan dinas dengan tiga negara. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/24/18/3244015/menteri_luar_negeri_ri_sugiono-Tegi_large.jpeg</image><title>Menteri Luar Negeri RI Sugiono menandatangani perjanjian bebas visa diplomatik dan dinas dengan tiga negara. </title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Pemerintah Indonesia resmi menjalin Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD) dengan tiga negara: Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika. Perjanjian ini ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di sela-sela rangkaian High-Level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026) waktu setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penandatanganan ketiga perjanjian tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan interaksi antara Indonesia dan ketiga negara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas,&amp;quot; demikian keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (24/9/2026).&#13;
&#13;
Pemerintah berharap kesepakatan fasilitas diplomasi ini dapat menjadi pijakan awal guna mendorong pemberian bebas visa bagi masyarakat Indonesia secara umum yang hendak berkunjung ke tiga negara tersebut.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan bilateral dan penandatanganan perjanjian bersama Menlu dan Emigran Lebanon, Yousef Raggi, Menlu Sugiono turut membahas penguatan kerja sama ekonomi dan pembangunan, serta bertukar pandangan mengenai dinamika kawasan, khususnya isu Palestina.&#13;
&#13;
Isu Palestina menjadi salah satu fokus utama diplomasi Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Indonesia juga aktif menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, salah satunya melalui penempatan ratusan personel TNI dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).&#13;
&#13;
Atas peran aktif tersebut, Menlu Lebanon menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi konsisten Indonesia bagi stabilitas keamanan di Lebanon melalui partisipasi misi UNIFIL sejak 2006.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam agenda penandatanganan PBVDD bersama Menlu, Perdagangan Luar Negeri, Investasi Asing, dan Urusan Diaspora Saint Vincent dan Grenadines, Dwight Fitzgerald Bramble, kedua negara membahas potensi kerja sama pembangunan. Salah satunya lewat program peningkatan kapasitas diversifikasi produk hasil pertanian berupa mangga dan sukun.&#13;
&#13;
Pada kesempatan terpisah, Sugiono bersama Menlu Republik Dominika, V&amp;iacute;ctor Orlando Bison&amp;oacute; Haza, menegaskan bahwa kesepakatan PBVDD akan mendorong mobilitas pejabat serta mempererat rasa saling percaya antarnegara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kedua Menlu juga mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum,&amp;quot; lanjut keterangan resmi Kemlu.&#13;
&#13;
Forum ekonomi tahunan yang diinisiasi Kemlu sejak 2019 tersebut bertujuan memperkuat kemitraan perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar), sekaligus memperluas pasar ekspor komoditas nontradisional Indonesia.&#13;
&#13;
Di samping isu ikatan bilateral, rangkaian pertemuan diplomasi dengan ketiga negara sahabat ini juga dimanfaatkan Sugiono untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029&amp;ndash;2030.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penandatanganan ketiga PBVDD tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas serta memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat, sekaligus menerjemahkan hubungan bilateral menjadi kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan,&amp;quot; tutup keterangan Kemlu.&#13;
</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Pemerintah Indonesia resmi menjalin Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD) dengan tiga negara: Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika. Perjanjian ini ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di sela-sela rangkaian High-Level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026) waktu setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penandatanganan ketiga perjanjian tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan interaksi antara Indonesia dan ketiga negara, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas,&amp;quot; demikian keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (24/9/2026).&#13;
&#13;
Pemerintah berharap kesepakatan fasilitas diplomasi ini dapat menjadi pijakan awal guna mendorong pemberian bebas visa bagi masyarakat Indonesia secara umum yang hendak berkunjung ke tiga negara tersebut.&#13;
&#13;
Dalam pertemuan bilateral dan penandatanganan perjanjian bersama Menlu dan Emigran Lebanon, Yousef Raggi, Menlu Sugiono turut membahas penguatan kerja sama ekonomi dan pembangunan, serta bertukar pandangan mengenai dinamika kawasan, khususnya isu Palestina.&#13;
&#13;
Isu Palestina menjadi salah satu fokus utama diplomasi Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Indonesia juga aktif menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, salah satunya melalui penempatan ratusan personel TNI dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).&#13;
&#13;
Atas peran aktif tersebut, Menlu Lebanon menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi konsisten Indonesia bagi stabilitas keamanan di Lebanon melalui partisipasi misi UNIFIL sejak 2006.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam agenda penandatanganan PBVDD bersama Menlu, Perdagangan Luar Negeri, Investasi Asing, dan Urusan Diaspora Saint Vincent dan Grenadines, Dwight Fitzgerald Bramble, kedua negara membahas potensi kerja sama pembangunan. Salah satunya lewat program peningkatan kapasitas diversifikasi produk hasil pertanian berupa mangga dan sukun.&#13;
&#13;
Pada kesempatan terpisah, Sugiono bersama Menlu Republik Dominika, V&amp;iacute;ctor Orlando Bison&amp;oacute; Haza, menegaskan bahwa kesepakatan PBVDD akan mendorong mobilitas pejabat serta mempererat rasa saling percaya antarnegara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kedua Menlu juga mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum,&amp;quot; lanjut keterangan resmi Kemlu.&#13;
&#13;
Forum ekonomi tahunan yang diinisiasi Kemlu sejak 2019 tersebut bertujuan memperkuat kemitraan perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar), sekaligus memperluas pasar ekspor komoditas nontradisional Indonesia.&#13;
&#13;
Di samping isu ikatan bilateral, rangkaian pertemuan diplomasi dengan ketiga negara sahabat ini juga dimanfaatkan Sugiono untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029&amp;ndash;2030.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penandatanganan ketiga PBVDD tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas serta memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat, sekaligus menerjemahkan hubungan bilateral menjadi kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan,&amp;quot; tutup keterangan Kemlu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
