<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Sebut Pemadaman 209 Hektare Lahan Gambut di 6 Provinsi Jadi Prioritas</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen menggencarkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di sekitar 209 hektare (ha) lahan gambut yang masih terbakar di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/24/337/3243865/bnpb-sebut-pemadaman-209-hektare-lahan-gambut-di-6-provinsi-jadi-prioritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/24/337/3243865/bnpb-sebut-pemadaman-209-hektare-lahan-gambut-di-6-provinsi-jadi-prioritas"/><item><title>BNPB Sebut Pemadaman 209 Hektare Lahan Gambut di 6 Provinsi Jadi Prioritas</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/24/337/3243865/bnpb-sebut-pemadaman-209-hektare-lahan-gambut-di-6-provinsi-jadi-prioritas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/24/337/3243865/bnpb-sebut-pemadaman-209-hektare-lahan-gambut-di-6-provinsi-jadi-prioritas</guid><pubDate>Kamis 24 September 2026 08:48 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/24/337/3243865/karhutla-sqvY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karhutla (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/24/337/3243865/karhutla-sqvY_large.jpg</image><title>Karhutla (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen menggencarkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di sekitar 209 hektare (ha) lahan gambut yang masih terbakar di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Kepala BNPB Suharyanto kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang membahas penanggulangan karhutla secara hybrid di Istana Merdeka, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Dalam rapat tersebut, Suharyanto mengatakan per 22 September 2026, seluas 1.002,74 ha lahan gambut yang terbakar dari total target penanganan seluas 1.212,52 ha di enam provinsi tersebut telah berhasil dipadamkan. Maka, luas lahan gambut yang masih perlu dipadamkan mencapai 209,78 ha.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski luas area kebakaran gambut terus menyusut, ia menegaskan pemerintah akan terus menggencarkan operasi pemadaman agar area yang masih terbakar dapat segera ditangani sekaligus mencegah munculnya titik api baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini kami ikuti terus hari per hari, sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,&amp;quot; ujar Suharyanto.&#13;
&#13;
Ia melanjutkan, operasi darat tetap menjadi operasi utama dalam pemadaman tersebut, yang didukung operasi udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).&#13;
&#13;
Namun, pelaksanaan OMC saat ini masih menghadapi kendala, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, karena asap tebal mengganggu operasi penerbangan. Kondisi tersebut, lanjut dia, tidak hanya menghambat pelaksanaan OMC, tetapi juga operasi water bombing dan penerbangan komersial.&#13;
&#13;
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan terus menjalankan operasi pemadaman dan OMC hingga musim hujan alami tiba. &amp;quot;Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal, dan kondisi tersebut kami yakinkan akan berakhir paling cepat pertengahan Oktober 2026, dan paling lambat minggu ke-tiga November 2026,&amp;quot; tambahnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkomitmen menggencarkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di sekitar 209 hektare (ha) lahan gambut yang masih terbakar di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Kepala BNPB Suharyanto kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang membahas penanggulangan karhutla secara hybrid di Istana Merdeka, Rabu (23/9/2026).&#13;
&#13;
Dalam rapat tersebut, Suharyanto mengatakan per 22 September 2026, seluas 1.002,74 ha lahan gambut yang terbakar dari total target penanganan seluas 1.212,52 ha di enam provinsi tersebut telah berhasil dipadamkan. Maka, luas lahan gambut yang masih perlu dipadamkan mencapai 209,78 ha.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski luas area kebakaran gambut terus menyusut, ia menegaskan pemerintah akan terus menggencarkan operasi pemadaman agar area yang masih terbakar dapat segera ditangani sekaligus mencegah munculnya titik api baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini kami ikuti terus hari per hari, sehingga kami upayakan setiap hari yang dipadamkan itu besar,&amp;quot; ujar Suharyanto.&#13;
&#13;
Ia melanjutkan, operasi darat tetap menjadi operasi utama dalam pemadaman tersebut, yang didukung operasi udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).&#13;
&#13;
Namun, pelaksanaan OMC saat ini masih menghadapi kendala, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, karena asap tebal mengganggu operasi penerbangan. Kondisi tersebut, lanjut dia, tidak hanya menghambat pelaksanaan OMC, tetapi juga operasi water bombing dan penerbangan komersial.&#13;
&#13;
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan terus menjalankan operasi pemadaman dan OMC hingga musim hujan alami tiba. &amp;quot;Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal, dan kondisi tersebut kami yakinkan akan berakhir paling cepat pertengahan Oktober 2026, dan paling lambat minggu ke-tiga November 2026,&amp;quot; tambahnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
