<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirjen PAUD Dikdas PNFI Raih Penghargaan IJTI 2026 Atas Kontribusi Transformasi Komunikasi Pendidikan</title><description>Ditjen PAUD Dikdas PNFI mendorong transformasi dengan mengembangkan konten audiovisual untuk menyampaikan informasi pendidikan. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/24/337/3244002/dirjen-paud-dikdas-pnfi-raih-penghargaan-ijti-2026-atas-kontribusi-transformasi-komunikasi-pendidikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/24/337/3244002/dirjen-paud-dikdas-pnfi-raih-penghargaan-ijti-2026-atas-kontribusi-transformasi-komunikasi-pendidikan"/><item><title>Dirjen PAUD Dikdas PNFI Raih Penghargaan IJTI 2026 Atas Kontribusi Transformasi Komunikasi Pendidikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/24/337/3244002/dirjen-paud-dikdas-pnfi-raih-penghargaan-ijti-2026-atas-kontribusi-transformasi-komunikasi-pendidikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/24/337/3244002/dirjen-paud-dikdas-pnfi-raih-penghargaan-ijti-2026-atas-kontribusi-transformasi-komunikasi-pendidikan</guid><pubDate>Kamis 24 September 2026 17:55 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/24/337/3244002/dirjen_paud_dikdas_pnfi_gogot_suharwoto_meraih_penghargaan_apresiasi_ijti-OZvA_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen PAUD Dikdas PNFI Gogot Suharwoto meraih penghargaan Apresiasi IJTI 2026 sebagai Tokoh Transformasi Komunikasi Pendidikan dan Literasi Digital</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/24/337/3244002/dirjen_paud_dikdas_pnfi_gogot_suharwoto_meraih_penghargaan_apresiasi_ijti-OZvA_large.jpg</image><title>Dirjen PAUD Dikdas PNFI Gogot Suharwoto meraih penghargaan Apresiasi IJTI 2026 sebagai Tokoh Transformasi Komunikasi Pendidikan dan Literasi Digital</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, meraih penghargaan Apresiasi IJTI 2026 sebagai Tokoh Transformasi Komunikasi Pendidikan dan Literasi Digital dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (24/9/2026).&#13;
&#13;
Anugerah tersebut diberikan dalam rangkaian Simposium Nasional dan Apresiasi IJTI 2026 yang mengusung tema &amp;ldquo;Jurnalisme Berkelanjutan di Era Disrupsi: Menjaga Integritas, Memperkuat Dampak Sosial.&amp;rdquo; Apresiasi IJTI sendiri merupakan ajang penghargaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh organisasi profesi jurnalis televisi tersebut.&#13;
&#13;
Gogot menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh jajaran Kemendikdasmen dalam menjalankan arah kebijakan pendidikan di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu&amp;rsquo;ti.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komunikasi pendidikan bukan sekadar mengabarkan apa yang dikerjakan pemerintah, melainkan membantu masyarakat memahami tujuan, proses, dan manfaat sebuah kebijakan,&amp;rdquo; ujar Gogot.&#13;
&#13;
Dalam pelaksanaan komunikasi kebijakan Kemendikdasmen, Ditjen PAUD Dikdas PNFI mengembangkan berbagai konten audiovisual untuk menghadirkan pengalaman nyata warga sekolah kepada masyarakat. Salah satunya melalui serial video Jelajah Sekolah Indonesia yang menampilkan cerita dari satuan pendidikan di berbagai daerah. Selain itu, dokumentasi audiovisual mengenai revitalisasi satuan pendidikan turut menghadirkan kondisi sekolah, proses pelaksanaan program, serta pengalaman guru, murid, dan masyarakat yang terlibat.&#13;
&#13;
Ditjen PAUD Dikdas PNFI juga memproduksi konten mengenai digitalisasi pembelajaran guna memperlihatkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Melalui konten-konten tersebut, informasi kebijakan pendidikan disampaikan tidak hanya dalam bentuk pengumuman program, tetapi juga lewat gambar, suara, dan pengalaman warga sekolah yang membantu masyarakat memahami konteks pelaksanaannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di balik angka dan kebijakan, ada pengalaman manusia yang juga penting untuk dihadirkan. Kami ingin masyarakat dapat melihat lebih dekat pengalaman warga sekolah dan memahami bagaimana kebijakan pendidikan dilaksanakan,&amp;rdquo; tutur Gogot.&#13;
&#13;
Pendekatan audiovisual tersebut dilengkapi dengan publikasi buku 88 Cerita: Gotong Royong Revitalisasi Sekolah, artikel, situs web, serta berbagai kanal media sosial Ditjen PAUD Dikdas PNFI. Buku tersebut menghimpun pengalaman satuan pendidikan dan masyarakat dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah, sedangkan kanal digital digunakan untuk menyajikan serta mendistribusikan informasi pendidikan kepada publik.&#13;
&#13;
Dalam konteks digitalisasi pembelajaran, Gogot menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai sarana untuk mendukung proses belajar. Ini sejalan dengan penekanannya dalam komunikasi kebijakan digitalisasi pembelajaran bahwa penyediaan perangkat perlu disertai penguatan pemanfaatannya oleh guru dan murid.&#13;
&#13;
Gogot juga menyoroti titik temu antara pendidikan dan jurnalisme dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipercaya, memahami konteks, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia berharap kolaborasi antara dunia pendidikan dan insan pers terus berkembang dengan tetap menghormati peran serta independensi masing-masing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penghargaan ini saya maknai sebagai apresiasi bagi seluruh rekan kerja dan insan pendidikan yang terus menghadirkan cerita, informasi, dan pengetahuan dari sekolah-sekolah di Indonesia. Setiap kebijakan perlu dijelaskan kepada publik, dan setiap suara dari sekolah layak didengar,&amp;rdquo; pungkas Gogot.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, meraih penghargaan Apresiasi IJTI 2026 sebagai Tokoh Transformasi Komunikasi Pendidikan dan Literasi Digital dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (24/9/2026).&#13;
&#13;
Anugerah tersebut diberikan dalam rangkaian Simposium Nasional dan Apresiasi IJTI 2026 yang mengusung tema &amp;ldquo;Jurnalisme Berkelanjutan di Era Disrupsi: Menjaga Integritas, Memperkuat Dampak Sosial.&amp;rdquo; Apresiasi IJTI sendiri merupakan ajang penghargaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh organisasi profesi jurnalis televisi tersebut.&#13;
&#13;
Gogot menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh jajaran Kemendikdasmen dalam menjalankan arah kebijakan pendidikan di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu&amp;rsquo;ti.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komunikasi pendidikan bukan sekadar mengabarkan apa yang dikerjakan pemerintah, melainkan membantu masyarakat memahami tujuan, proses, dan manfaat sebuah kebijakan,&amp;rdquo; ujar Gogot.&#13;
&#13;
Dalam pelaksanaan komunikasi kebijakan Kemendikdasmen, Ditjen PAUD Dikdas PNFI mengembangkan berbagai konten audiovisual untuk menghadirkan pengalaman nyata warga sekolah kepada masyarakat. Salah satunya melalui serial video Jelajah Sekolah Indonesia yang menampilkan cerita dari satuan pendidikan di berbagai daerah. Selain itu, dokumentasi audiovisual mengenai revitalisasi satuan pendidikan turut menghadirkan kondisi sekolah, proses pelaksanaan program, serta pengalaman guru, murid, dan masyarakat yang terlibat.&#13;
&#13;
Ditjen PAUD Dikdas PNFI juga memproduksi konten mengenai digitalisasi pembelajaran guna memperlihatkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Melalui konten-konten tersebut, informasi kebijakan pendidikan disampaikan tidak hanya dalam bentuk pengumuman program, tetapi juga lewat gambar, suara, dan pengalaman warga sekolah yang membantu masyarakat memahami konteks pelaksanaannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di balik angka dan kebijakan, ada pengalaman manusia yang juga penting untuk dihadirkan. Kami ingin masyarakat dapat melihat lebih dekat pengalaman warga sekolah dan memahami bagaimana kebijakan pendidikan dilaksanakan,&amp;rdquo; tutur Gogot.&#13;
&#13;
Pendekatan audiovisual tersebut dilengkapi dengan publikasi buku 88 Cerita: Gotong Royong Revitalisasi Sekolah, artikel, situs web, serta berbagai kanal media sosial Ditjen PAUD Dikdas PNFI. Buku tersebut menghimpun pengalaman satuan pendidikan dan masyarakat dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah, sedangkan kanal digital digunakan untuk menyajikan serta mendistribusikan informasi pendidikan kepada publik.&#13;
&#13;
Dalam konteks digitalisasi pembelajaran, Gogot menekankan pentingnya menempatkan teknologi sebagai sarana untuk mendukung proses belajar. Ini sejalan dengan penekanannya dalam komunikasi kebijakan digitalisasi pembelajaran bahwa penyediaan perangkat perlu disertai penguatan pemanfaatannya oleh guru dan murid.&#13;
&#13;
Gogot juga menyoroti titik temu antara pendidikan dan jurnalisme dalam membantu masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipercaya, memahami konteks, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia berharap kolaborasi antara dunia pendidikan dan insan pers terus berkembang dengan tetap menghormati peran serta independensi masing-masing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penghargaan ini saya maknai sebagai apresiasi bagi seluruh rekan kerja dan insan pendidikan yang terus menghadirkan cerita, informasi, dan pengetahuan dari sekolah-sekolah di Indonesia. Setiap kebijakan perlu dijelaskan kepada publik, dan setiap suara dari sekolah layak didengar,&amp;rdquo; pungkas Gogot.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
