<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Soroti Muatan Berat di KM Virgo Transport 8, Minta KNKT Investigasi Maksimal</title><description>Persoalan muatan dan stabilitas kapal menjadi sorotan dalam investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8. Berat kendaraan dan barang yang diangkut serta penempatannya di dalam kapal dinilai perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan kemampuan kapal.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/25/337/3244103/dpr-soroti-muatan-berat-di-km-virgo-transport-8-minta-knkt-investigasi-maksimal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/25/337/3244103/dpr-soroti-muatan-berat-di-km-virgo-transport-8-minta-knkt-investigasi-maksimal"/><item><title>DPR Soroti Muatan Berat di KM Virgo Transport 8, Minta KNKT Investigasi Maksimal</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/25/337/3244103/dpr-soroti-muatan-berat-di-km-virgo-transport-8-minta-knkt-investigasi-maksimal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/25/337/3244103/dpr-soroti-muatan-berat-di-km-virgo-transport-8-minta-knkt-investigasi-maksimal</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2026 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/25/337/3244103/bambang_haryo_soekartono-gnYD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono saat jenguk korban KM Virgo Transport 8 (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/25/337/3244103/bambang_haryo_soekartono-gnYD_large.jpg</image><title>Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono saat jenguk korban KM Virgo Transport 8 (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Persoalan muatan dan stabilitas kapal menjadi sorotan dalam investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8. Berat kendaraan dan barang yang diangkut serta penempatannya di dalam kapal dinilai perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan kemampuan kapal.&#13;
&#13;
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap faktor tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya serahkan kepada KNKT untuk menyelidiki muatan yang diangkut oleh kapal tersebut. Apakah kapal tersebut masih mempunyai kemampuan untuk mengangkut muatan tersebut,&amp;rdquo; kata Bambang dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penyebab kecelakaan tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan usia kapal. Dia menilai kapasitas dan berat muatan, penempatan kendaraan, stabilitas kapal, sumber daya manusia, serta sistem keselamatan pelayaran perlu menjadi bagian dari investigasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebut KM Virgo Transport 8 berusia sekitar 39 tahun. Menurutnya, usia kapal bukan satu-satunya indikator kelayakan karena kapal dapat tetap beroperasi selama memenuhi standar pemeriksaan, perawatan, dan keselamatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kapal ini KM Virgo Transport 8 masih relatif muda yaitu 39 tahun. Apalagi kapal ex Jepang mempunyai teknologi yang tinggi. Bahkan plat dari kapal Jepang semua menggunakan plat high tensile yang mempunyai kekuatan tekuk, tekan, dan tarik (strength) yang sangat kuat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari sisi penumpang, Ia menyebut kapal mengangkut 243 orang, sedangkan kapasitas maksimumnya mencapai 570 penumpang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dari sisi penumpang yang hanya 243 orang masih jauh dari kapasitas maksimum, di mana batasan kapasitas maksimumnya sebesar 570 orang,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Namun, dia menilai jumlah penumpang bukan satu-satunya faktor yang menentukan stabilitas kapal. Berat kendaraan dan barang serta posisi penempatannya juga harus diperhitungkan, terutama ketika kapal menghadapi gelombang tinggi.&#13;
&#13;
Bambang turut menyoroti informasi mengenai truk dengan muatan berat. Dia meminta KNKT dan PPNS memastikan berat muatan tidak melampaui kemampuan kapal, baik dari sisi daya apung maupun kekuatan konstruksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini sangat membahayakan kondisi daripada kapal, baik daya apung kapal yang terbatas sesuai dengan perhitungan maupun kekuatan konstruksi. Sehingga kapal bisa kehilangan daya apung dan kerusakan konstruksi akibat muatan berat dari truk,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan penempatan muatan berat di dek kendaraan bagian atas dapat memengaruhi stabilitas kapal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan bahkan bila muatan berat ini diletakkan di dek kendaraan atas, hal ini bisa menimbulkan kondisi unstable atau stabilitas negatif yang bisa mengakibatkan kapal terbalik dalam waktu cepat, apalagi pada saat ombak sedang tinggi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, ia meminta data kemampuan kapal, termasuk daya apung dan stabilitas, dicocokkan dengan kondisi muatan yang akan diangkut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi data kemampuan kapal baik daya apung maupun stabilitas harus disesuaikan dengan kondisi muatan yang akan naik kapal. Dan KNKT serta PPNS harus meneliti secara maksimal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain persoalan muatan, ia meminta seluruh aspek keselamatan pelayaran turut diperiksa. Menurutnya, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab regulator, operator, fasilitator kepelabuhanan, konsumen, hingga tim penyelamat.&#13;
&#13;
Dia juga menyoroti pengawasan terhadap kendaraan, barang berbahaya, dan muatan berlebih di kawasan pelabuhan. Penerapan ISPS Code serta pengawasan manifest, kata dia, perlu diperkuat untuk memastikan seluruh penumpang dan kendaraan yang masuk ke kapal tercatat dengan benar.&#13;
&#13;
Dari sisi penyelamatan, Bambang meminta kemampuan Basarnas dan Coast Guard KPLP ditingkatkan agar dapat merespons kecelakaan laut secara cepat dan terukur.&#13;
&#13;
Dia menyebut proses penyelamatan KM Virgo Transport 8 turut dibantu kapal niaga, kapal tunda, tugboat, mini tanker, hingga nelayan. BHS meminta pemerintah memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut membantu proses penyelamatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, ia meminta PT Jasa Raharja segera memberikan santunan kepada korban, termasuk korban meninggal dunia, korban selamat, maupun korban yang masih dalam pencarian sepanjang tercatat dalam manifest.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya titipkan kepada Asuransi Jasa Raharja untuk berikan santunan, tidak hanya yang ditemukan, tetapi yang belum ditemukan. Begitu sudah masuk ke manifest, Jasa Raharja sudah harus memberikan santunan,&amp;rdquo; kata BHS.&#13;
&#13;
Bambang juga meminta proses pencarian dan penyelamatan dilakukan secara maksimal, termasuk mengevakuasi korban yang kemungkinan masih berada di dalam kapal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Basarnas harus bisa maksimal untuk mengeluarkan korban yang masih terjebak di dalam kapal agar keluarganya merasa lega,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Persoalan muatan dan stabilitas kapal menjadi sorotan dalam investigasi kecelakaan KM Virgo Transport 8. Berat kendaraan dan barang yang diangkut serta penempatannya di dalam kapal dinilai perlu diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan kemampuan kapal.&#13;
&#13;
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap faktor tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya serahkan kepada KNKT untuk menyelidiki muatan yang diangkut oleh kapal tersebut. Apakah kapal tersebut masih mempunyai kemampuan untuk mengangkut muatan tersebut,&amp;rdquo; kata Bambang dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, penyebab kecelakaan tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan usia kapal. Dia menilai kapasitas dan berat muatan, penempatan kendaraan, stabilitas kapal, sumber daya manusia, serta sistem keselamatan pelayaran perlu menjadi bagian dari investigasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia menyebut KM Virgo Transport 8 berusia sekitar 39 tahun. Menurutnya, usia kapal bukan satu-satunya indikator kelayakan karena kapal dapat tetap beroperasi selama memenuhi standar pemeriksaan, perawatan, dan keselamatan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kapal ini KM Virgo Transport 8 masih relatif muda yaitu 39 tahun. Apalagi kapal ex Jepang mempunyai teknologi yang tinggi. Bahkan plat dari kapal Jepang semua menggunakan plat high tensile yang mempunyai kekuatan tekuk, tekan, dan tarik (strength) yang sangat kuat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari sisi penumpang, Ia menyebut kapal mengangkut 243 orang, sedangkan kapasitas maksimumnya mencapai 570 penumpang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dari sisi penumpang yang hanya 243 orang masih jauh dari kapasitas maksimum, di mana batasan kapasitas maksimumnya sebesar 570 orang,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Namun, dia menilai jumlah penumpang bukan satu-satunya faktor yang menentukan stabilitas kapal. Berat kendaraan dan barang serta posisi penempatannya juga harus diperhitungkan, terutama ketika kapal menghadapi gelombang tinggi.&#13;
&#13;
Bambang turut menyoroti informasi mengenai truk dengan muatan berat. Dia meminta KNKT dan PPNS memastikan berat muatan tidak melampaui kemampuan kapal, baik dari sisi daya apung maupun kekuatan konstruksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini sangat membahayakan kondisi daripada kapal, baik daya apung kapal yang terbatas sesuai dengan perhitungan maupun kekuatan konstruksi. Sehingga kapal bisa kehilangan daya apung dan kerusakan konstruksi akibat muatan berat dari truk,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Dia juga mengingatkan penempatan muatan berat di dek kendaraan bagian atas dapat memengaruhi stabilitas kapal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan bahkan bila muatan berat ini diletakkan di dek kendaraan atas, hal ini bisa menimbulkan kondisi unstable atau stabilitas negatif yang bisa mengakibatkan kapal terbalik dalam waktu cepat, apalagi pada saat ombak sedang tinggi,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Karena itu, ia meminta data kemampuan kapal, termasuk daya apung dan stabilitas, dicocokkan dengan kondisi muatan yang akan diangkut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi data kemampuan kapal baik daya apung maupun stabilitas harus disesuaikan dengan kondisi muatan yang akan naik kapal. Dan KNKT serta PPNS harus meneliti secara maksimal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain persoalan muatan, ia meminta seluruh aspek keselamatan pelayaran turut diperiksa. Menurutnya, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab regulator, operator, fasilitator kepelabuhanan, konsumen, hingga tim penyelamat.&#13;
&#13;
Dia juga menyoroti pengawasan terhadap kendaraan, barang berbahaya, dan muatan berlebih di kawasan pelabuhan. Penerapan ISPS Code serta pengawasan manifest, kata dia, perlu diperkuat untuk memastikan seluruh penumpang dan kendaraan yang masuk ke kapal tercatat dengan benar.&#13;
&#13;
Dari sisi penyelamatan, Bambang meminta kemampuan Basarnas dan Coast Guard KPLP ditingkatkan agar dapat merespons kecelakaan laut secara cepat dan terukur.&#13;
&#13;
Dia menyebut proses penyelamatan KM Virgo Transport 8 turut dibantu kapal niaga, kapal tunda, tugboat, mini tanker, hingga nelayan. BHS meminta pemerintah memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut membantu proses penyelamatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, ia meminta PT Jasa Raharja segera memberikan santunan kepada korban, termasuk korban meninggal dunia, korban selamat, maupun korban yang masih dalam pencarian sepanjang tercatat dalam manifest.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya titipkan kepada Asuransi Jasa Raharja untuk berikan santunan, tidak hanya yang ditemukan, tetapi yang belum ditemukan. Begitu sudah masuk ke manifest, Jasa Raharja sudah harus memberikan santunan,&amp;rdquo; kata BHS.&#13;
&#13;
Bambang juga meminta proses pencarian dan penyelamatan dilakukan secara maksimal, termasuk mengevakuasi korban yang kemungkinan masih berada di dalam kapal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Basarnas harus bisa maksimal untuk mengeluarkan korban yang masih terjebak di dalam kapal agar keluarganya merasa lega,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
