<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Sampah Laut, Program Daur Ulang Diperluas ke Sejumlah Daerah</title><description>Saat ini, program telah dilaksanakan di 389 lokasi. Jaringan tersebut melibatkan sekolah, komunitas, kafe, pelaku usaha, lembaga keagamaan, hingga pengumpul sampah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/25/337/3244141/cegah-sampah-laut-program-daur-ulang-diperluas-ke-sejumlah-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/25/337/3244141/cegah-sampah-laut-program-daur-ulang-diperluas-ke-sejumlah-daerah"/><item><title>Cegah Sampah Laut, Program Daur Ulang Diperluas ke Sejumlah Daerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/25/337/3244141/cegah-sampah-laut-program-daur-ulang-diperluas-ke-sejumlah-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/25/337/3244141/cegah-sampah-laut-program-daur-ulang-diperluas-ke-sejumlah-daerah</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2026 12:06 WIB</pubDate><dc:creator>Dwinarto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/25/337/3244141/viral-oaYL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sampah di Laut/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/25/337/3244141/viral-oaYL_large.jpg</image><title>Sampah di Laut/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Upaya mencegah sampah kemasan mencemari laut melalui program &amp;ldquo;Recycle for Good &amp;ndash; Prevent Marine Litter&amp;rdquo; diperluas ke sejumlah wilayah Indonesia. &amp;nbsp;Program tersebut sebelumnya telah berjalan di Jakarta dan sekitarnya. Kini cakupannya diperluas ke Surabaya dan Malang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Bali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masalah sampah laut tidak dapat diatasi hanya melalui peningkatan kesadaran,&amp;rdquo; ujar Noer Wellington, Commercial Director Asia Pacific South, Japan and Korea di SIG saat pemaparan di Jakarta, dikutip, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, diperlukan pula pemilahan yang lebih baik, jaringan pengumpulan yang lebih kuat, infrastruktur daur ulang yang mumpuni, serta partisipasi berkelanjutan dari masyarakat dan para mitra di sepanjang value chain,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perluasan ini merupakan bagian dari proyek regional yang juga dijalankan di Thailand dan Filipina. Program di tiga negara tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2028.&#13;
&#13;
Dia menilai, persoalan sampah laut tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan pembersihan. Sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir dinilai perlu diperkuat, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengolahan hingga pengembalian material ke dalam rantai penggunaan.&#13;
&#13;
Saat ini, program telah dilaksanakan di 389 lokasi. Jaringan tersebut melibatkan sekolah, komunitas, kafe, pelaku usaha, lembaga keagamaan, hingga pengumpul sampah.&#13;
&#13;
SIG menyebut pendekatan program diarahkan untuk membuat aktivitas daur ulang lebih mudah diakses dan praktis bagi masyarakat. Instrumen yang digunakan mencakup keterlibatan komunitas, perubahan perilaku, jaringan pengumpulan, infrastruktur daur ulang, perangkat digital, serta mekanisme berbasis insentif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain memperluas jaringan pengumpulan, program tersebut juga menyasar infrastruktur pengolahan. SIG bekerja sama dengan Eco-Paper untuk meningkatkan peralatan pulping di fasilitas daur ulang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peningkatan tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas pemrosesan karton minuman bekas pakai dan menciptakan alur pemulihan material yang lebih efektif.&#13;
&#13;
Pengumpul sampah juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam ekosistem tersebut. Penguatan hubungan antara sistem pengumpulan berbasis komunitas dan saluran daur ulang formal diharapkan dapat meningkatkan pemulihan material sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara regional, proyek Recycle for Good &amp;ndash; Prevent Marine Litter menargetkan pencegahan sedikitnya 10.000 ton limbah kemasan agar tidak masuk ke laut. Program tersebut juga menargetkan keterlibatan sedikitnya 100.000 rumah tangga di Indonesia, Thailand, dan Filipina,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ketiga negara akan menjadi lokasi pelaksanaan program sekaligus ruang berbagi pengalaman, data, metodologi, dan praktik implementasi mengenai pengelolaan sampah dan daur ulang.&#13;
&#13;
Bagi Indonesia, program ini ditempatkan sejalan dengan agenda pengurangan sampah, pencegahan pencemaran laut, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR), dan pengembangan ekonomi sirkular.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Upaya mencegah sampah kemasan mencemari laut melalui program &amp;ldquo;Recycle for Good &amp;ndash; Prevent Marine Litter&amp;rdquo; diperluas ke sejumlah wilayah Indonesia. &amp;nbsp;Program tersebut sebelumnya telah berjalan di Jakarta dan sekitarnya. Kini cakupannya diperluas ke Surabaya dan Malang di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Bali.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masalah sampah laut tidak dapat diatasi hanya melalui peningkatan kesadaran,&amp;rdquo; ujar Noer Wellington, Commercial Director Asia Pacific South, Japan and Korea di SIG saat pemaparan di Jakarta, dikutip, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun, diperlukan pula pemilahan yang lebih baik, jaringan pengumpulan yang lebih kuat, infrastruktur daur ulang yang mumpuni, serta partisipasi berkelanjutan dari masyarakat dan para mitra di sepanjang value chain,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Perluasan ini merupakan bagian dari proyek regional yang juga dijalankan di Thailand dan Filipina. Program di tiga negara tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2028.&#13;
&#13;
Dia menilai, persoalan sampah laut tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan pembersihan. Sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir dinilai perlu diperkuat, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengolahan hingga pengembalian material ke dalam rantai penggunaan.&#13;
&#13;
Saat ini, program telah dilaksanakan di 389 lokasi. Jaringan tersebut melibatkan sekolah, komunitas, kafe, pelaku usaha, lembaga keagamaan, hingga pengumpul sampah.&#13;
&#13;
SIG menyebut pendekatan program diarahkan untuk membuat aktivitas daur ulang lebih mudah diakses dan praktis bagi masyarakat. Instrumen yang digunakan mencakup keterlibatan komunitas, perubahan perilaku, jaringan pengumpulan, infrastruktur daur ulang, perangkat digital, serta mekanisme berbasis insentif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Selain memperluas jaringan pengumpulan, program tersebut juga menyasar infrastruktur pengolahan. SIG bekerja sama dengan Eco-Paper untuk meningkatkan peralatan pulping di fasilitas daur ulang,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Peningkatan tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas pemrosesan karton minuman bekas pakai dan menciptakan alur pemulihan material yang lebih efektif.&#13;
&#13;
Pengumpul sampah juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam ekosistem tersebut. Penguatan hubungan antara sistem pengumpulan berbasis komunitas dan saluran daur ulang formal diharapkan dapat meningkatkan pemulihan material sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara regional, proyek Recycle for Good &amp;ndash; Prevent Marine Litter menargetkan pencegahan sedikitnya 10.000 ton limbah kemasan agar tidak masuk ke laut. Program tersebut juga menargetkan keterlibatan sedikitnya 100.000 rumah tangga di Indonesia, Thailand, dan Filipina,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ketiga negara akan menjadi lokasi pelaksanaan program sekaligus ruang berbagi pengalaman, data, metodologi, dan praktik implementasi mengenai pengelolaan sampah dan daur ulang.&#13;
&#13;
Bagi Indonesia, program ini ditempatkan sejalan dengan agenda pengurangan sampah, pencegahan pencemaran laut, penerapan Extended Producer Responsibility (EPR), dan pengembangan ekonomi sirkular.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
