<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News! 4 Anggota KKB Tewas saat Baku Tembak dengan TNI, 2 Ditemukan di Jurang</title><description>Baku tembak bermula saat pasukan TNI memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/25/340/3244207/breaking-news-4-anggota-kkb-tewas-saat-baku-tembak-dengan-tni-2-ditemukan-di-jurang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/25/340/3244207/breaking-news-4-anggota-kkb-tewas-saat-baku-tembak-dengan-tni-2-ditemukan-di-jurang"/><item><title>Breaking News! 4 Anggota KKB Tewas saat Baku Tembak dengan TNI, 2 Ditemukan di Jurang</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/25/340/3244207/breaking-news-4-anggota-kkb-tewas-saat-baku-tembak-dengan-tni-2-ditemukan-di-jurang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/25/340/3244207/breaking-news-4-anggota-kkb-tewas-saat-baku-tembak-dengan-tni-2-ditemukan-di-jurang</guid><pubDate>Jum'at 25 September 2026 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/25/340/3244207/kkb-K27m_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota KKB Tewas saat Baku Tembak dengan TNI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/25/340/3244207/kkb-K27m_large.jpg</image><title>Anggota KKB Tewas saat Baku Tembak dengan TNI</title></images><description>PAPUA &amp;ndash; Satgas Koops TNI Habema terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melaksanakan pengamanan wilayah di Kampung Done Balogo, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
Baku tembak bermula saat pasukan TNI memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Personel kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan secara hati-hati untuk memastikan situasi serta mencegah ancaman terhadap masyarakat,&amp;rdquo; ujar Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, empat anggota kelompok tersebut dilaporkan meninggal dunia. Dua ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari lokasi kejadian, personel juga mengamankan sejumlah barang yang berdasarkan identifikasi awal meliputi satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir munisi kaliber 5,56 mm, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh temuan selanjutnya diamankan untuk pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku,&amp;rdquo; ujar Jenderal Kopassus tersebut.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa setiap tindakan prajurit di lapangan harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, keamanan harus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat: warga dapat kembali berkebun dan bekerja, anak-anak bersekolah, pelayanan kesehatan dan pemerintahan berjalan, serta kehidupan adat dan keagamaan berlangsung dengan aman.&#13;
&#13;
Dia juga kembali mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk meninggalkan kekerasan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mari kita bangun Papua bersama. Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>PAPUA &amp;ndash; Satgas Koops TNI Habema terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melaksanakan pengamanan wilayah di Kampung Done Balogo, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
Baku tembak bermula saat pasukan TNI memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Personel kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan secara hati-hati untuk memastikan situasi serta mencegah ancaman terhadap masyarakat,&amp;rdquo; ujar Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, empat anggota kelompok tersebut dilaporkan meninggal dunia. Dua ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari lokasi kejadian, personel juga mengamankan sejumlah barang yang berdasarkan identifikasi awal meliputi satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon, 50 butir munisi kaliber 5,56 mm, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh temuan selanjutnya diamankan untuk pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku,&amp;rdquo; ujar Jenderal Kopassus tersebut.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa setiap tindakan prajurit di lapangan harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang,&amp;rdquo;sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, keamanan harus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat: warga dapat kembali berkebun dan bekerja, anak-anak bersekolah, pelayanan kesehatan dan pemerintahan berjalan, serta kehidupan adat dan keagamaan berlangsung dengan aman.&#13;
&#13;
Dia juga kembali mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk meninggalkan kekerasan dan kembali kepada keluarga serta masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mari kita bangun Papua bersama. Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
