<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Iran Tegaskan Krisis Hormuz Tak Perlu Kekerasan, Ini Syaratnya!</title><description>Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan, krisis Selat Hormuz dapat diselesaikan melalui diplomasi dan negosiasi, bukan dengan penggunaan kekerasan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/26/18/3244420/presiden-iran-tegaskan-krisis-hormuz-tak-perlu-kekerasan-ini-syaratnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/26/18/3244420/presiden-iran-tegaskan-krisis-hormuz-tak-perlu-kekerasan-ini-syaratnya"/><item><title>Presiden Iran Tegaskan Krisis Hormuz Tak Perlu Kekerasan, Ini Syaratnya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/26/18/3244420/presiden-iran-tegaskan-krisis-hormuz-tak-perlu-kekerasan-ini-syaratnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/26/18/3244420/presiden-iran-tegaskan-krisis-hormuz-tak-perlu-kekerasan-ini-syaratnya</guid><pubDate>Sabtu 26 September 2026 23:10 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/26/18/3244420/presiden_iran_masoud_pezeshkian-5Qie_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Iran Masoud Pezeshkian (foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/26/18/3244420/presiden_iran_masoud_pezeshkian-5Qie_large.jpg</image><title>Presiden Iran Masoud Pezeshkian (foto: AP)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan, krisis Selat Hormuz dapat diselesaikan melalui diplomasi dan negosiasi, bukan dengan penggunaan kekerasan.&#13;
&#13;
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Pezeshkian menyalahkan Amerika Serikat atas penutupan Selat Hormuz. Menurut dia, AS menjadi pihak yang menghalangi jalur menuju Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Amerika-lah yang menghalangi jalan kami,&amp;rdquo; kata Pezeshkian, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (26/9/2026).&#13;
&#13;
Dia menambahkan, penutupan Selat Hormuz merupakan respons yang wajar ketika jalur menuju Iran diblokir. &amp;ldquo;Menutup Selat Hormuz adalah respons wajar ketika jalur menuju Iran terblokir,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, Pezeshkian menegaskan, penyelesaian krisis Selat Hormuz masih dapat ditempuh melalui jalur diplomasi. &amp;ldquo;Penyelesaian krisis Selat Hormuz dimungkinkan melalui negosiasi, bukan penggunaan kekerasan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Pezeshkian, jalur air tersebut dapat kembali terbuka untuk perdagangan apabila negosiasi menghasilkan penyelesaian atas sengketa yang terjadi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iran Tak Lagi Percaya Pembicaraan dengan AS&#13;
&#13;
Pezeshkian juga mengatakan, Iran &amp;ldquo;tidak lagi mempercayai pembicaraan dengan Washington&amp;rdquo;. Dia menyinggung serangan dan sanksi yang menurutnya berulang kali terjadi setelah setiap proses negosiasi.&#13;
&#13;
Pezeshkian mengatakan, Qatar dan Pakistan saat ini berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara tersebut, kata dia, menyampaikan pesan-pesan dari Teheran kepada Washington.&#13;
&#13;
Dia juga menyebut negosiasi yang berlangsung saat ini didasarkan pada nota kesepahaman sebelumnya yang telah ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Pezeshkian menambahkan, bahwa Amerika Serikat harus menyatakan posisi mereka terkait nota kesepahaman tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan, krisis Selat Hormuz dapat diselesaikan melalui diplomasi dan negosiasi, bukan dengan penggunaan kekerasan.&#13;
&#13;
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Pezeshkian menyalahkan Amerika Serikat atas penutupan Selat Hormuz. Menurut dia, AS menjadi pihak yang menghalangi jalur menuju Iran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Amerika-lah yang menghalangi jalan kami,&amp;rdquo; kata Pezeshkian, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (26/9/2026).&#13;
&#13;
Dia menambahkan, penutupan Selat Hormuz merupakan respons yang wajar ketika jalur menuju Iran diblokir. &amp;ldquo;Menutup Selat Hormuz adalah respons wajar ketika jalur menuju Iran terblokir,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, Pezeshkian menegaskan, penyelesaian krisis Selat Hormuz masih dapat ditempuh melalui jalur diplomasi. &amp;ldquo;Penyelesaian krisis Selat Hormuz dimungkinkan melalui negosiasi, bukan penggunaan kekerasan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Pezeshkian, jalur air tersebut dapat kembali terbuka untuk perdagangan apabila negosiasi menghasilkan penyelesaian atas sengketa yang terjadi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Iran Tak Lagi Percaya Pembicaraan dengan AS&#13;
&#13;
Pezeshkian juga mengatakan, Iran &amp;ldquo;tidak lagi mempercayai pembicaraan dengan Washington&amp;rdquo;. Dia menyinggung serangan dan sanksi yang menurutnya berulang kali terjadi setelah setiap proses negosiasi.&#13;
&#13;
Pezeshkian mengatakan, Qatar dan Pakistan saat ini berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara tersebut, kata dia, menyampaikan pesan-pesan dari Teheran kepada Washington.&#13;
&#13;
Dia juga menyebut negosiasi yang berlangsung saat ini didasarkan pada nota kesepahaman sebelumnya yang telah ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Pezeshkian menambahkan, bahwa Amerika Serikat harus menyatakan posisi mereka terkait nota kesepahaman tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
