<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Anggota KKB Tewas Ditembak Pasukan Elite TNI, Begini Kronologi Lengkapnya</title><description>Dia menegaskan, bahwa setiap tindakan prajurit di lapangan harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/26/337/3244249/4-anggota-kkb-tewas-ditembak-pasukan-elite-tni-begini-kronologi-lengkapnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/26/337/3244249/4-anggota-kkb-tewas-ditembak-pasukan-elite-tni-begini-kronologi-lengkapnya"/><item><title>4 Anggota KKB Tewas Ditembak Pasukan Elite TNI, Begini Kronologi Lengkapnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/26/337/3244249/4-anggota-kkb-tewas-ditembak-pasukan-elite-tni-begini-kronologi-lengkapnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/26/337/3244249/4-anggota-kkb-tewas-ditembak-pasukan-elite-tni-begini-kronologi-lengkapnya</guid><pubDate>Sabtu 26 September 2026 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/25/337/3244249/kkb-4VFX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasukan TNI/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/25/337/3244249/kkb-4VFX_large.jpg</image><title>Pasukan TNI/ist</title></images><description>PAPUA &amp;ndash; Pasukan TNI terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melaksanakan pengamanan wilayah di Kampung Done Balogo, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). Dalam peristiwa itu, 4 anggota KKB meregang nyawa.&#13;
&#13;
Kronologi kejadian bermula saat anggota TNI dari personel Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur Kostrad yang tergabung dalam Satgas Koops TNI Habema, memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Personel kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan secara hati-hati untuk memastikan situasi serta mencegah ancaman terhadap masyarakat,&amp;rdquo;&amp;nbsp;ujar Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto.&#13;
&#13;
Sebanyak empat anggota kelompok tersebut dilaporkan meninggal dunia. Dua ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Anggota di lokasi mengamankan sejumlah barang yang berdasarkan identifikasi awal meliputi satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon.&#13;
&#13;
Selanjutnya, 50 butir munisi kaliber 5,56 mm, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh temuan selanjutnya diamankan untuk pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku,&amp;rdquo; ujar Jenderal Kopassus tersebut.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa setiap tindakan prajurit di lapangan harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, keamanan harus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat: warga dapat kembali berkebun dan bekerja, anak-anak bersekolah, pelayanan kesehatan dan pemerintahan berjalan, serta kehidupan adat dan keagamaan berlangsung dengan aman.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>PAPUA &amp;ndash; Pasukan TNI terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melaksanakan pengamanan wilayah di Kampung Done Balogo, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026). Dalam peristiwa itu, 4 anggota KKB meregang nyawa.&#13;
&#13;
Kronologi kejadian bermula saat anggota TNI dari personel Yonif 315/Garuda bersama Tim Taipur Kostrad yang tergabung dalam Satgas Koops TNI Habema, memperoleh informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya di sekitar wilayah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Personel kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan secara hati-hati untuk memastikan situasi serta mencegah ancaman terhadap masyarakat,&amp;rdquo;&amp;nbsp;ujar Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto.&#13;
&#13;
Sebanyak empat anggota kelompok tersebut dilaporkan meninggal dunia. Dua ditemukan di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang saat kontak berlangsung.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Anggota di lokasi mengamankan sejumlah barang yang berdasarkan identifikasi awal meliputi satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon.&#13;
&#13;
Selanjutnya, 50 butir munisi kaliber 5,56 mm, satu magazen SS2 V1, alat komunikasi, telepon seluler, serta sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Seluruh temuan selanjutnya diamankan untuk pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku,&amp;rdquo; ujar Jenderal Kopassus tersebut.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, bahwa setiap tindakan prajurit di lapangan harus dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang,&amp;rdquo;lanjutnya.&#13;
&#13;
Menurutnya, keamanan harus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat: warga dapat kembali berkebun dan bekerja, anak-anak bersekolah, pelayanan kesehatan dan pemerintahan berjalan, serta kehidupan adat dan keagamaan berlangsung dengan aman.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&amp;ldquo;Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
