<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh! Ayah Kandung Nekat Tusuk Anak hingga Tewas, Begini Duduk Perkaranya</title><description>Kepala Desa Jati Kulon Hery Supriyanto mengatakan, pertengkaran keduanya terjadi ketika FA pulang larut malam dalam kondisi mabuk. Konflik bahkan pernah dipicu tindakan FA yang merusak barang milik ayahnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/26/340/3244256/heboh-ayah-kandung-nekat-tusuk-anak-hingga-tewas-begini-duduk-perkaranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/26/340/3244256/heboh-ayah-kandung-nekat-tusuk-anak-hingga-tewas-begini-duduk-perkaranya"/><item><title>Heboh! Ayah Kandung Nekat Tusuk Anak hingga Tewas, Begini Duduk Perkaranya</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/26/340/3244256/heboh-ayah-kandung-nekat-tusuk-anak-hingga-tewas-begini-duduk-perkaranya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/26/340/3244256/heboh-ayah-kandung-nekat-tusuk-anak-hingga-tewas-begini-duduk-perkaranya</guid><pubDate>Sabtu 26 September 2026 01:00 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/25/340/3244256/viral-kKbF_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Korban Penusukan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/25/340/3244256/viral-kKbF_large.jpg</image><title>Ilustrasi Korban Penusukan</title></images><description>KUDUS &amp;ndash; Seorang pria berinisial T (70) terlibat perkelahian dengan anak bungsunya, FA (34), hingga berujung putranya tersebut meregang nyawa. Peristiwa itu terjadi di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
Kepala Desa Jati Kulon Hery Supriyanto mengatakan, pertengkaran keduanya kerap terjadi ketika FA pulang larut malam dalam kondisi mabuk. Konflik bahkan pernah dipicu tindakan FA yang merusak barang milik ayahnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap pulang malam hari selalu cekcok dengan ayahnya. Alat pancing ayahnya juga pernah dibakar,&amp;rdquo; ujar Hery, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keterangan tersebut diperkuat Ketua RT setempat, Supardi. Menurutnya, pertengkaran ayah dan anak itu berlangsung berulang, bahkan T disebut beberapa kali menjadi sasaran kekerasan anaknya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak hanya semalam. Setiap harinya memang sering ribut. Anaknya setiap pulang pasti mabuk dan ayahnya dipukuli,&amp;rdquo; kata Supardi.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki rangkaian kejadian untuk mengetahui secara utuh apa yang terjadi sebelum penusukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ayahnya sudah jengah dengan perilaku anaknya yang sering mabuk dan memukulinya. Untuk lengkapnya masih kami lakukan pemeriksaan,&amp;rdquo; kata AKP Subkhan.&#13;
&#13;
FA yang mengalami luka pada bagian dada kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, setelah menjalani perawatan, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan tewas pukul 01.45 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada luka tusukan di bagian dada. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban meninggal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi telah menangkap, T untuk menjalani pemeriksaan. Tim Inafis Polres Kudus juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.&#13;
&#13;
Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil autopsi untuk melengkapi penyelidikan. Polisi juga belum menetapkan ancaman pidana karena pemeriksaan terhadap T masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ancaman hukumannya masih kami dalami dulu. Saat ini masih melakukan pemeriksaan. Sedangkan korban dinyatakan meninggal hari ini pukul 01.45 WIB,&amp;rdquo; tutup Subkhan.&#13;
&#13;
FA merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Tiga saudaranya telah tinggal di tempat berbeda, sedangkan ibu mereka telah lama meninggal dunia.&#13;
&#13;
Saat ini, garis polisi masih terpasang di rumah keluarga tersebut. Polisi melanjutkan pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap rangkaian perselisihan yang berujung pada kematian FA.&#13;
</description><content:encoded>KUDUS &amp;ndash; Seorang pria berinisial T (70) terlibat perkelahian dengan anak bungsunya, FA (34), hingga berujung putranya tersebut meregang nyawa. Peristiwa itu terjadi di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.&#13;
&#13;
Kepala Desa Jati Kulon Hery Supriyanto mengatakan, pertengkaran keduanya kerap terjadi ketika FA pulang larut malam dalam kondisi mabuk. Konflik bahkan pernah dipicu tindakan FA yang merusak barang milik ayahnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Setiap pulang malam hari selalu cekcok dengan ayahnya. Alat pancing ayahnya juga pernah dibakar,&amp;rdquo; ujar Hery, Jumat (25/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keterangan tersebut diperkuat Ketua RT setempat, Supardi. Menurutnya, pertengkaran ayah dan anak itu berlangsung berulang, bahkan T disebut beberapa kali menjadi sasaran kekerasan anaknya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak hanya semalam. Setiap harinya memang sering ribut. Anaknya setiap pulang pasti mabuk dan ayahnya dipukuli,&amp;rdquo; kata Supardi.&#13;
&#13;
Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki rangkaian kejadian untuk mengetahui secara utuh apa yang terjadi sebelum penusukan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ayahnya sudah jengah dengan perilaku anaknya yang sering mabuk dan memukulinya. Untuk lengkapnya masih kami lakukan pemeriksaan,&amp;rdquo; kata AKP Subkhan.&#13;
&#13;
FA yang mengalami luka pada bagian dada kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, setelah menjalani perawatan, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan tewas pukul 01.45 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ada luka tusukan di bagian dada. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban meninggal,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi telah menangkap, T untuk menjalani pemeriksaan. Tim Inafis Polres Kudus juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.&#13;
&#13;
Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil autopsi untuk melengkapi penyelidikan. Polisi juga belum menetapkan ancaman pidana karena pemeriksaan terhadap T masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ancaman hukumannya masih kami dalami dulu. Saat ini masih melakukan pemeriksaan. Sedangkan korban dinyatakan meninggal hari ini pukul 01.45 WIB,&amp;rdquo; tutup Subkhan.&#13;
&#13;
FA merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Tiga saudaranya telah tinggal di tempat berbeda, sedangkan ibu mereka telah lama meninggal dunia.&#13;
&#13;
Saat ini, garis polisi masih terpasang di rumah keluarga tersebut. Polisi melanjutkan pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap rangkaian perselisihan yang berujung pada kematian FA.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
