<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trump Tolak Usulan Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Siap Kembali Perang</title><description>Kesepakatan awal tersebut memuat ketentuan mengenai pelonggaran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta penghentian operasi militer, termasuk di Lebanon.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/28/18/3244571/trump-tolak-usulan-iran-buka-kembali-selat-hormuz-teheran-siap-kembali-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/28/18/3244571/trump-tolak-usulan-iran-buka-kembali-selat-hormuz-teheran-siap-kembali-perang"/><item><title>Trump Tolak Usulan Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Siap Kembali Perang</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/28/18/3244571/trump-tolak-usulan-iran-buka-kembali-selat-hormuz-teheran-siap-kembali-perang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/28/18/3244571/trump-tolak-usulan-iran-buka-kembali-selat-hormuz-teheran-siap-kembali-perang</guid><pubDate>Senin 28 September 2026 08:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/28/18/3244571/viral-yTjE_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bunker penyimpanan rudal Iran/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/28/18/3244571/viral-yTjE_large.jpg</image><title>Bunker penyimpanan rudal Iran/ist</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; &amp;nbsp;Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyebut proposal terbaru dari Iran tidak dapat diterima.&#13;
&#13;
Dilansir Aljazeera, Senin (28/9/2026), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya sepenuhnya siap jika perang dengan AS kembali pecah, setelah Washington menolak peta jalan tujuh hari yang diajukan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Teheran telah mengajukan tawaran baru kepada Washington. Tawaran tersebut mencakup pembukaan kembali jalur perairan vital dan dimulainya lagi perundingan antara kedua negara, dengan imbalan AS memenuhi sejumlah tuntutan lama.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kesepakatan awal tersebut memuat ketentuan mengenai pelonggaran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta penghentian operasi militer, termasuk di Lebanon.&#13;
&#13;
Araghchi mengatakan bahwa Iran telah mengetahui reaksi Trump secara publik terhadap usulan tersebut. Meski demikian, Araghchi masih menunggu tanggapan resmi AS yang disampaikan melalui pihak penengah sebelum mengambil keputusan apa pun.&#13;
&#13;
Menurutnya, peluang pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada dipenuhinya syarat-syarat yang diajukan Iran. &amp;quot;Kami tidak akan mundur dari syarat-syarat tersebut,&amp;quot; tegas Araghchi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; &amp;nbsp;Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyebut proposal terbaru dari Iran tidak dapat diterima.&#13;
&#13;
Dilansir Aljazeera, Senin (28/9/2026), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya sepenuhnya siap jika perang dengan AS kembali pecah, setelah Washington menolak peta jalan tujuh hari yang diajukan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Teheran telah mengajukan tawaran baru kepada Washington. Tawaran tersebut mencakup pembukaan kembali jalur perairan vital dan dimulainya lagi perundingan antara kedua negara, dengan imbalan AS memenuhi sejumlah tuntutan lama.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kesepakatan awal tersebut memuat ketentuan mengenai pelonggaran sanksi, pencairan aset yang dibekukan, serta penghentian operasi militer, termasuk di Lebanon.&#13;
&#13;
Araghchi mengatakan bahwa Iran telah mengetahui reaksi Trump secara publik terhadap usulan tersebut. Meski demikian, Araghchi masih menunggu tanggapan resmi AS yang disampaikan melalui pihak penengah sebelum mengambil keputusan apa pun.&#13;
&#13;
Menurutnya, peluang pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada dipenuhinya syarat-syarat yang diajukan Iran. &amp;quot;Kami tidak akan mundur dari syarat-syarat tersebut,&amp;quot; tegas Araghchi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
