<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer</title><description>Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (30/9/2026) sore. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/30/340/3245134/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-2-kilometer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/30/340/3245134/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-2-kilometer"/><item><title>Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/30/340/3245134/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-2-kilometer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/30/340/3245134/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-2-kilometer</guid><pubDate>Rabu 30 September 2026 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/30/340/3245134/gunung_merapi-TUbw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung merapi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/30/340/3245134/gunung_merapi-TUbw_large.jpg</image><title>Gunung merapi (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
YOGYAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (30/9/2026) sore.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pukul 15.51 WIB dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi Badan Geologi, awan panas guguran tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 20,9 milimeter dan durasi 155,21 detik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,&amp;quot; ujar Badan Geologi dalam laporannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam periode pengamatan selama enam jam pada pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas guguran masih mendominasi kegempaan Gunung Merapi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BPPTKG mencatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-89 milimeter dan durasi 32,05-150,91 detik.&#13;
&#13;
Selain itu, tercatat 20 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-41 milimeter, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa tektonik jauh.&#13;
&#13;
Secara visual, Gunung Merapi teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau membumbung setinggi 25 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Dalam laporan aktivitasnya, BPPTKG menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.&#13;
&#13;
BPPTKG juga mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.&#13;
&#13;
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan turun di kawasan Gunung Merapi,&amp;quot; tulis BPPTKG.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
YOGYAKARTA - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (30/9/2026) sore.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas guguran terjadi pukul 15.51 WIB dengan jarak luncur sekitar 2.000 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Sat/Putih.&#13;
&#13;
Berdasarkan informasi Badan Geologi, awan panas guguran tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 20,9 milimeter dan durasi 155,21 detik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,&amp;quot; ujar Badan Geologi dalam laporannya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam periode pengamatan selama enam jam pada pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas guguran masih mendominasi kegempaan Gunung Merapi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BPPTKG mencatat 23 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-89 milimeter dan durasi 32,05-150,91 detik.&#13;
&#13;
Selain itu, tercatat 20 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-41 milimeter, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan satu kali gempa tektonik jauh.&#13;
&#13;
Secara visual, Gunung Merapi teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau membumbung setinggi 25 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
Dalam laporan aktivitasnya, BPPTKG menyebut data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung. Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.&#13;
&#13;
BPPTKG juga mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.&#13;
&#13;
Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan turun di kawasan Gunung Merapi,&amp;quot; tulis BPPTKG.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
