<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jembatan Darurat Hambat Petani, Mesak Mbura Dorong Akses Pertanian Kupang Segera Dibenahi</title><description>Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo Mesak Nikodemus J. Mbura mendorong pemerintah segera membenahi jembatan di kawasan Olifeo, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, NTT.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/01/340/3245336/jembatan-darurat-hambat-petani-mesak-mbura-dorong-akses-pertanian-kupang-segera-dibenahi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/10/01/340/3245336/jembatan-darurat-hambat-petani-mesak-mbura-dorong-akses-pertanian-kupang-segera-dibenahi"/><item><title>Jembatan Darurat Hambat Petani, Mesak Mbura Dorong Akses Pertanian Kupang Segera Dibenahi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/10/01/340/3245336/jembatan-darurat-hambat-petani-mesak-mbura-dorong-akses-pertanian-kupang-segera-dibenahi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/10/01/340/3245336/jembatan-darurat-hambat-petani-mesak-mbura-dorong-akses-pertanian-kupang-segera-dibenahi</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2026 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/10/01/340/3245336/perindo_ntt-tBeh_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo Mesak Nikodemus J Mbura bersama masyarakat Olifeo, Kupang Timur, NTT. (Foto: Perindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/10/01/340/3245336/perindo_ntt-tBeh_large.jpg</image><title>Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo Mesak Nikodemus J Mbura bersama masyarakat Olifeo, Kupang Timur, NTT. (Foto: Perindo)</title></images><description>KUPANG - Potensi pertanian di kawasan Olifeo, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bisa dioptimalkan karena akses menuju lahan masih terkendala jembatan darurat. Perbaikan jembatan dinilai mendesak agar alat pertanian dapat masuk dan lahan yang belum produktif bisa dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan.&#13;
&#13;
Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo Mesak Nikodemus J. Mbura mendorong pemerintah segera membenahi akses tersebut. Menurutnya, kondisi jembatan saat ini menyulitkan petani membawa alat pertanian ke kawasan Olifeo, sehingga pengolahan lahan belum berjalan maksimal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk bisa dibawa ke Olifeo, hand tractor dipreteli dulu baru dipikul menyeberangi sungai,&amp;rdquo; ujar legislator yang duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Kupang ini, Kamis (1/10/2026).&#13;
&#13;
Mesak mengatakan, persoalan akses perlu segera ditangani karena kawasan Olifeo memiliki lahan pertanian yang cukup potensial. Jika jembatan sudah layak dilalui, petani akan lebih mudah membawa alat dan sarana produksi untuk mengolah lahan yang selama ini belum dimanfaatkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kondisi jembatan sudah bagus, lahan tidur yang belum diolah bisa dioptimalkan petani untuk menunjang program pemerintah soal ketahanan pangan,&amp;rdquo; tutur Sarjana Teknik dan Sarjana Hukum lulusan Universitas Persatuan Guru 1945 NTT ini.&#13;
&#13;
Saat ini, lanjut Mesak, sekitar 72 kepala keluarga mengolah lahan sawah seluas kurang lebih 41,5 hektare di kawasan Olifeo. Pengembangan kawasan tersebut tidak cukup hanya dengan memperbaiki jembatan, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan infrastruktur pertanian lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk mengoptimalkan lahan itu perlu pencetakan sawah baru, pembuatan jalan tani, traktor roda empat, terutama jembatan penyeberangan. Untuk jangka panjangnya perlu irigasi juga,&amp;rdquo; kata&amp;nbsp;Mesak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menilai kebutuhan tersebut perlu disinergikan dengan program pemerintah daerah agar pengembangan Olifeo tidak berhenti pada potensi lahan. Infrastruktur dasar dan sarana produksi harus disiapkan agar petani dapat meningkatkan luas lahan yang digarap sekaligus produktivitas pertanian.&#13;
&#13;
Dorongan itu disampaikan Mesak setelah sebelumnya mendampingi Bupati Kupang Yosep Lede meninjau kawasan Olifeo dan melihat langsung kondisi lahan pertanian serta akses menuju kawasan tersebut. Dalam kunjungan itu, Bupati disebut meminta Dinas Pertanian dan PUPR segera mengambil langkah agar musim tanam pertama 2027 dapat dikerjakan.&#13;
&#13;
Bagi Mesak, perhatian pemerintah terhadap Olifeo perlu ditindaklanjuti dengan program yang konkret. Sebab, pengembangan lahan pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga petani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Petani berharap ada perhatian pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi. Karena dengan begitu potensi lahan bisa dioptimalkan,&amp;rdquo; ujar politisi berusia 54 tahun ini.&#13;
&#13;
Dorongan terhadap pengembangan lahan dan sarana pertanian tersebut sejalan dengan komitmen Perindo Pro Ekonomi, yang mendorong penguatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor-sektor produktif. Optimalisasi lahan Olifeo diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.&#13;
</description><content:encoded>KUPANG - Potensi pertanian di kawasan Olifeo, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bisa dioptimalkan karena akses menuju lahan masih terkendala jembatan darurat. Perbaikan jembatan dinilai mendesak agar alat pertanian dapat masuk dan lahan yang belum produktif bisa dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan.&#13;
&#13;
Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo Mesak Nikodemus J. Mbura mendorong pemerintah segera membenahi akses tersebut. Menurutnya, kondisi jembatan saat ini menyulitkan petani membawa alat pertanian ke kawasan Olifeo, sehingga pengolahan lahan belum berjalan maksimal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk bisa dibawa ke Olifeo, hand tractor dipreteli dulu baru dipikul menyeberangi sungai,&amp;rdquo; ujar legislator yang duduk di Komisi III DPRD Kabupaten Kupang ini, Kamis (1/10/2026).&#13;
&#13;
Mesak mengatakan, persoalan akses perlu segera ditangani karena kawasan Olifeo memiliki lahan pertanian yang cukup potensial. Jika jembatan sudah layak dilalui, petani akan lebih mudah membawa alat dan sarana produksi untuk mengolah lahan yang selama ini belum dimanfaatkan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kondisi jembatan sudah bagus, lahan tidur yang belum diolah bisa dioptimalkan petani untuk menunjang program pemerintah soal ketahanan pangan,&amp;rdquo; tutur Sarjana Teknik dan Sarjana Hukum lulusan Universitas Persatuan Guru 1945 NTT ini.&#13;
&#13;
Saat ini, lanjut Mesak, sekitar 72 kepala keluarga mengolah lahan sawah seluas kurang lebih 41,5 hektare di kawasan Olifeo. Pengembangan kawasan tersebut tidak cukup hanya dengan memperbaiki jembatan, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan infrastruktur pertanian lainnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk mengoptimalkan lahan itu perlu pencetakan sawah baru, pembuatan jalan tani, traktor roda empat, terutama jembatan penyeberangan. Untuk jangka panjangnya perlu irigasi juga,&amp;rdquo; kata&amp;nbsp;Mesak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menilai kebutuhan tersebut perlu disinergikan dengan program pemerintah daerah agar pengembangan Olifeo tidak berhenti pada potensi lahan. Infrastruktur dasar dan sarana produksi harus disiapkan agar petani dapat meningkatkan luas lahan yang digarap sekaligus produktivitas pertanian.&#13;
&#13;
Dorongan itu disampaikan Mesak setelah sebelumnya mendampingi Bupati Kupang Yosep Lede meninjau kawasan Olifeo dan melihat langsung kondisi lahan pertanian serta akses menuju kawasan tersebut. Dalam kunjungan itu, Bupati disebut meminta Dinas Pertanian dan PUPR segera mengambil langkah agar musim tanam pertama 2027 dapat dikerjakan.&#13;
&#13;
Bagi Mesak, perhatian pemerintah terhadap Olifeo perlu ditindaklanjuti dengan program yang konkret. Sebab, pengembangan lahan pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga petani.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Petani berharap ada perhatian pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi. Karena dengan begitu potensi lahan bisa dioptimalkan,&amp;rdquo; ujar politisi berusia 54 tahun ini.&#13;
&#13;
Dorongan terhadap pengembangan lahan dan sarana pertanian tersebut sejalan dengan komitmen Perindo Pro Ekonomi, yang mendorong penguatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor-sektor produktif. Optimalisasi lahan Olifeo diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
